Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Jumat, 28 Juli 2017

Angie Mondar-Mandir London Jakarta Demi Film

Angie Mondar-Mandir London Jakarta Demi Film

Jakarta, Target News
      Kalau sudah cinta, apapun akan dilakukan demi meraihnya. Setidaknya itu berlaku buat artis Angie Yulia atau beken dengan Angie Virgin. Begitu cintanya ia dengan film Hantu Purut, film yang telah mempopulerkan namanya ia rela mondar-mandir Jakarta London untuk menjalani lagi syuting film yang di daur ulang oleh Shanker RS produser Digital Film Media.
       "Mendengar kalau film Hantu Jeruk Purut mau diproduksi ulang aja aku udah seneng. Apalagi sampai dilibatkan kembali, makanya saya rela meninggalkan suami di London,"  ujar Angie saat bincang dengan media di Makam Jeruk Purut, Jakarta Selatan Kamis (27/7).
      Apalagi bintang film Virgin ini mendengar kalau film tema horor lagi diminati masyarakat Indonesia. Sehingga gedung bioskop dijubeli penggila film horor.
     "Film pertama itu box office, sangat berkesan ya. Ini sebenarnya film aku pertama dengan Sheila Marcia. Pas aku tahu cast dan produsernya sama, oh ya udah aku langsung yes. Aku nggak menolak," kata wanita yang dinikahi pria Inggris ini bahagia.
      Sekitar 10 tahun yang lalu, film besutan Nayato ini sempat sukses meraih penonton hingga 1.5 juta orang. Karenanya,  Angie berharap di sekuel keduanya ini bisa lebih sukses dari sebelumnya. Film ini boleh dibilang jadi ajang nostalgianya bersama para pemain, produser dan juga kru film. Untungnya, Angie telah mengantongi izin suami untuk kembali ke Indonesia mengambil pekerjaan itu. "Aku dapat support 100 persen dari suami. Dia bilang, kalau memang ini dunia kamu, lakuin yang bikin kamu happy," aku Angie.
      Sekitar dua minggu syuting untuk film tersebut, Angie juga mengajak serta anaknya ke lokasi syuting. Tak heran, sebab Angie tak ingin melihat anaknya jadi penakut. "Saya berani begitu karena saya ngajarin mereka tidak terlalu percaya sama tahyul. Walaupun mamanya sendiri main di film horor," ucap aktris yang populer sejak membintangi film Virgin (2004) ini.
         Angie Virgin juga menyatakan bahwa kehadirannya kali ini di Tanah Air akan lebih lama dari biasanya. Sebab Angie mengaku ada beberapa proyek yang masih ingin diselesaikannya. "Mudah-mudahan bisa lebih lama ya," tukasnya.


Angie agaknya rindu dengan kegiatannya di dunia hiburan setelah menikah. Selama berada di Tanah Air, Angie akan memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali ke dunia hiburan seperti di awal kariernya.
          "Beruntung aku punya suami yang mendukukung karierku, makanya waktu aku ditelpon pak Shanker  langsung oke. Apalagi tiketnya yang nanggung produser," pungkas Angie. (Tebe)

Meriam Bellina Terpesona Keindahan Pantai Muna

Meriam Bellina Terpesona Keindahan Pantai Muna

Jakarta, Target News
      Sebagai artis senior, Meriam Bellina tentu sudah banyak mendatangi berbagai tempat untuk keperluan syuting. Tapi dengan jujur, Mer  begitu ia biasa disapa baru terkesan dengan keindahan tempat lokasi syuting ketika melakoni syuting film Jembatan Pensil di wilayah Muna Sulawesi Tenggara.
        "Jujur saya baru kali ini merasa takjub sama keindahan alam Kabupaten Muna. Pantai dan alamnya benar-benar indah dan masih perawan, kalau dipromosiin bisa jadi andalan seperti Bali. Bahkan menurut saya nggak kalah deh," ujar Mer saat halal bilhalal dengan masyarakat Muna di kawasan Anjungan Sulawesi Tenggara jelang pemutaran Film Jembatan Pesnsil karya putra daerah Muna di Taman Mini Indonesia Jakarta Timur Minggu (23/7).
        Saking terkesan dengan keindanhan Pantai di kawasan Muna, dalam waktu dekat bintang film Taxi ini akan mengajak anak-anaknya hasil pernikahannya dengan sutradara Adisurya Abdy ke Muna.
         "Anak-anak harus tahu Muna memiliki pantai yang sangat indah dan tidak kalah dengan Bali. Selain itu anak-anak jangan maunya plesir ke luar negeri," ujar artis asal kota Bandung ini.
       Soal waktunya, Mer belum berani mengungkapkan, karena jadwal syuting dirinya yang lumayan padat dan anak-anaknya yang lumayan sibuk.

       "Pastinya tidak dalam waktu dekat, karena saya masih sibuk syuting dan anak-anak juga sibuk dengan kegiatannya masing-masing," tandas Meriam Bellina.(Tebe)

Sheila Comeback Main Film Hantu Jeruk Purut Reborn

Sheila Comeback Main Film Hantu Jeruk Purut Reborn

Jakarta, Target News

  Banyak cara untuk mengenang apa yang membuat seseorang menjadi terkenal, salah satunya dengan kembali main film. Itulah yang dilakukan artis Sheila Marcia. Ia kembali main film yang membuatnya terkenal yakni film Hantu Jeruk Purut. Lantaran kesuksesan film besutan Nayato Fionala yang diproduksi 10 tahun lalu membuat Sheila  merasa tertantang untuk kembali main film produksi Digital Film Media.
         "Saya senang film Hantu Jeruk Perut diproduksi ulang, apalagi saya dilibatkan kembali. Jadi saya bisa mengenang sekaligus kangen-kangenan dengan artis dan sutradara yang dulu terlibat di film ini," ujar Sheila saat jumpa pers jelang penayangan film Hantu Jeruk Purut Reborn produksi Digital Film Media di makam Jeruk Purut Jakarta Selatan, Kamis (27/7).
            Apalagi, kata wanita yang selujur tubuhnya dipenuhi tatto ini kangen main film genre setan-setanan.
"Jujur aku kangen main film horor, apalagi film yang membuat aku seperti sekarang," ujar bintang film Eskul ini.
          Di tambah trend film-film box office di produksi kembali dan kembali mendulang sukses. Bahkan raihan penontonnya mencapai 2,5 juta orang.
        "Ini yang menantang saya untuk kembali main film Hantu Jeruk Purut Reborn. Kayaknya gimana kalau film yang kita mainkan bisa ditonton diatas dua juta pasang mata," kata mantan istri Anjie Drive ini.
         Sheila pun berharap film terbarunya bisa mendulang sukses seperti film Hantu Jeruk Purut. "Apalagi pak Shanker janji mau bawa artis dan salah satu wartawan senior untuk umroh apabila fim Hantu Jeruk Purut Reborn box office kembali," tutup Shiela dengan menebar senyum sumringah. (Tebe)

Kamis, 27 Juli 2017

Gita Gutawa Mencipta Lagu Anak

Gita Gutawa Mencipta Lagu Anak

Jakarta, Target News

          Gita Gutawa mengaku sedih makin pudarnya lagu anak-anak, untuk itu bersama Ayahnya Erwin Gutawa mencipta beberapa lagu yang diharapkan bisa mengisi serta menghasilkan industri musik Indonesia untuk anak-anak.
         "Sangat-sangat prihatin terhadap perkembangan lagu anak-anak yang makin hilang. Makanya saya sama papa ingin mengisi kekosongan itu dengan membuat album Di Atas Rata-Rata ini," ujar  bintang film Love In Pert ini.
           Lantaran makin berkurangnya produser rekaman suara, membuat Gita dan Erwin Gutawa bersepakat mendirikan usaha keluarga dengan mendirikan label remakan dengan bendera GUT Record.
         "Kecil-kecilan, belajar usaha rumahan. Jadi jangan dikira kayak lebel raksasa lah, semua ini kami lakukan demi keberlangasungan musik Indonesia. Musik Indonesia harua tetap eksis dan ngga boleh mati," ujar penyanyi yang tengah menyelesaikan S 2 di London ini.
          Karena usaha keluarga mau tidak mau Gita harus memperjuangkan eksistensi perusahaannya. Untuk itu, ia terlibat dalam proses pembuatan album  Di Atas Rata- Rata kali ini. "Selain mencipta lagu, saya juga ikut campur soal musiknya. Semua itu biar lebih kekinian baik dari sisi musik maupun syairnya," pungkas pemilik album Harmoni Cinta dan Balada Syalawat ini. (Mas Tris)

Menteri Pariwisata Melaunching Toboali City on Fire Seasion 2

Menteri Pariwisata Melaunching Toboali City on Fire Seasion 2

Jakarta, Target News
         Setelah sukses menggelar event Toboali City On Fire ( TCOF ) 1,  Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2017 ini kembali menggelar TCOF seasion 2 yang bakal digelar pada tanggal 28-30 Juli 2017, acara event ini bertemakan “The Power of Culture” dimana keragaman suku dan budaya perekat bagi persatuan dan kesatuan Bangsa dan merupakan manifestasi dari semangat prularisme demi terjaganya keharmonisan antar etnis, mengangkat pesona seni dan budaya dalam warna kebhinekaan.
        Melalui tema ini diharapkan mampu meningkatkan semangat Nasiolisme dan Prularisme serta melalui pagelaran – pagelaran budaya berbagai suku bangsa di daerah Bangka Selatan yang diharapkan memperdayakan dan melerstarikan budaya lokal.
         Demi suksesnya acara TCOF, maka
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya,  didampingi wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) AbduL Fatah dan Bupati Bangka Selatan  H. Justiar Noer  me-launching even Toboali City On Fire (TCOF) Season II 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu malam (26/7).
       Kegiatan pariwisata TCOF yang diselenggarakan oleh Pemkab Bangka Selatan ini akan berlangsung pada 27-30 Juli 2017, dan telah masuk dalam calender of event pariwisata Kemenpar. Penyelenggaraan dipusatkan di Lapangan Laut Nek Aji Toboali, Bangka Selatan  akan menampilkan 16 event unggulan,    diantaranya Toboali Fashion Carnival yang melibatkan para artis nasional dan mancanegara.
      Menpar Arief Yahya mengapresiasi  penyelenggaraan even TCOF sebagai sarana yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Babel, khususnya Bangka Selatan yang memiliki daya tarik budaya (culture), alam (nature),  dan buatan manusia (manmade) serta memperkuat daya saing pada unsur 3 A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas).
       “Provinsi Babel memiliki atraksi yang menarik, terutama kulinernya. Begitu pula amenitas ada puluhan hotel berbintang dan dalam waktu dekat bertambah satu hotel berbintang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, sedangkan untuk  aksesibilitas sebentar lagi Bandara HAS Hanandjoedin di Belitung menjadi bandara internasional dan akan banyak penerbangan internasional di antaranya  dari Tiongkok sebagai pasar utama,” kata Menpar Arief Yahya.
          Sementara Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah menyampaikan maksud dan tujuan dari pelenyelenggaraan event TCoF kali ini adalah mempromosikan pariwisata daerah agar dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Kepulauan Bangka Belitung. “Sebagai momentum untuk membangun dan membentuk citra baru bagi sektor kepariwisataan daerah, memperkenalkan dan mengembangkan ragam kesenian dan budaya daerah sebagai daya tarik wisata dan mendukung program kunjungan kementerian RI dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan melalui event pariwisata yang berkualitas,” ujar Abdul Fatah dalam kata sambutannya.
        Sementara untuk acara-acara yang akan diadakan dan dilombakan pada event TCOF 2  adalah Toboali Photo Compettiton, Toboali Fashion Carnival, Toboali Oriental Mural Festival, Bikepacker Tour de Habang, Festival Band, Lomba Melukis Tudung Saji, Festival Tari Kreasi, Festival Barongsai, Festival Layang-Layang, Touring Komunitas Motor, Famtrip Fan City Tour, Nganggung 1000 Dulang, Lomba Pembuatan Film Dokumenter, Pameran UMKM dan Komunitas, Ritual Adat Buang Jung dan Festival Kuliner.
Saat ini, pendaftar dari salah satu event yakni bikepacker tour sudah mencapai 68 peserta dari Nusantara.
          Adapun total hadiah yang dipersembahkan pada event Toboali City On Fire season 2 ini sebesar Rp 237.400.000,00. Sumber dana pada event TCOF ini berasal dari APBD Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan sponsorship pihak swasta.
       "Kami berharap sebelum acara ini digelar, ada baiknya pemda memperbaiki  fasilitas toilet yang menjadi keluhan turis yang berkunjung ke sana. Kalau memang tidak ada anÄ£garan, mari kita cari solusi dengan sama-sama menanggulanginya dengan patungan," tandas Arief Yahya dengan nada meninggi. (Buyil)



Rabu, 26 Juli 2017

Proyek Tanggul S. Simbuang Tidak Berpihak Ke Masyarakat

Proyek Tanggul S. Simbuang Tidak Berpihak Ke Masyarakat

Mamuju, Target News
Proses pekerjaan Proyek Tanggul Sungai Simbuang Kel. Simboro Kec. Simboro Kab. Mamuju Provinsi Sulbar diduga telah menyalahi bistek, karena menggunakan material yang tidak sesuai spesifikasi standar uji laboratorium. Menurut masyarakat sekitar proyek, bahwa sangat meragukan jika bahan bangunannya lewat uji laboratorium.
Spekulasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, bahwa proyek yang dikerjakan oleh kontraktor itu, terkesan asal jadi tanpa adanya pengawasan ketat. Pihak terkait sepertinya ‘tutup mata’ dengan segala tindak tanduk oknum kontraktor, yang tidak mau peduli dengan kualitas bangunan.
Klimaksnya, proyek tersebut mendapatkan protes dari warga setempat. Menurut warga, bahwa material yang digunakan di proyek tersebut memakai tanah bercampur pasir, bukan pasir bercampur tanah. Selain tanah bercampur pasir yang tidak lewat uji laboratorium, juga menggunakan batu gunung yang tidak layak dipakai. Padahal pihak konsultan pengawas telah menegur pihak kontraktor  pekerjaan tersebut, namun tidak diindahkannya.
Sementara itu salah seorang pekerja, sebut saja Marzuki membenarkan adanya penggunaan material yang diduga keras tidak layak dipakai, “Seperti tanah campur pasir selama ini di gunakan, selain itu material batu gunung juga tidak sesuai standar uji laboratorium, sehingga pihak konsultan pengawas pernah menegur pihak kontraktor,” ungkap Marzuki.

Ironisnya, justru pihak kontraktor menyampaikan kepada pekerja agar tetap menggunakan material yang ada,"Pake saja itu batu dan pasir yang ada, karena bukan konsultan pengawas yang gaji kamu," ucap Marzuki  meniru bicaranya pihak kontraktor proyek itu.
Menanggapi hal tersebut salah seorang aktivis Tim Sebilan, H. Hasan, SH, via WhatsApp menyampaikan akan melapor pekerjaan proyek tersebut secara resmi ke Polda Sulbar serta ke Kejaksaan Tinggi Sulselbar.(Musraho)

Selasa, 25 Juli 2017

Pasha Ungu Tetap Bisa Bermusik

Pasha Ungu Tetap Bisa Bermusik
Jakarta, Target News
Setelah menjadi Wakil Walikota Palu, membuat Pasha Ungu menghilang bak ditelan bumi. Apakah ia sudah tidak punya waktu lagi untuk bermusik, untuk sekedar refreshing? “Ndak ada larangan atau waktu lagi untuk menyanyi sehingga saya seperti tidak berkarya di musik. Saya tetap bernyanyi, walau hanya untuk menghibur warga saat saya melakukan kunjungan kerja atau kegiatan resmi lainnya. Seperti acara launching Tour De Central Celebes. Pak Gubernur (Gubernur Sulawesi Tengah) dan jajarannya kan meminta saya untuk bernyanyi. Ya, langsung saya sanggupi, “ ujar Pasha usai menghadiri acara launching balap sepeda Tour De Cetral Celebes di Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Selasa (25/7).
        Agar suasana lebih meriah Pasha pun menggajak Menteri Pariwisata Dr. Ir Arief Yahya Untuk duet dengan dirinya, ya membawakan tembang melow kesukaan sang Menteri, Demi Waktu milik band Ungu. “Saya enjoj menjalani dua profesi ini sekaligus, jadi enjoy saya menjalani. Kalaupun tidak nyanyi bareng dengan teman-teman di Ungu, saya tetap bisa bernyanyi dan menjalani tugas sebagai abdi negara,” ujar Pasha.
       Usai menggandeng Menteri Pariwisata, kini giliran sang Gubernur Sulawesi Tengah, H. Longki L. Djanggola diajak Pasha untuk beryanyi bersama. “Mohon Maaf Pak Menteri, Pak Gubernur kami juga jago menyanyi. Makanya saya minta untuk menunjukan kehadapan serta hadirin sekalian,” kata Pasha sambil memanggil pimpinan daerahnya.
        Pasha mengatakan, lantaran kesibukannya sebagai Wakil Walikota Palu, ia memang sengaja banyak mengurangi untuk bermusik dengan koleganya di Band Ungu. Tapi bukan berarti ia tidak bisa aktivitasnya di dunia yang telah membesarkan namanya sehingga bisa menjabat sebagai pejabat publik. “Nggak mungkin lah saya bisa seratus persen bermusik, saya tetap bisa bernyanyi di sela tugas dan sesekali membuat lagu. Kalau buat album, ya, lihat situasinya dulu,” tandas Pasha. (Buyil)