Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Tampilkan postingan dengan label Ayo Membangun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayo Membangun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2018

Pesona Orchid Forest Tempat Wisata Penggila Selfie


Pesona Orchid Forest Tempat Wisata Penggila Selfie

Jakarta, Target News
Kemajuan teknologi di bidang media sosial dan Android membuat masyarakat menggemari foto selfie. Berangkat dari kenyataan ini, membuat pelaku industri pariwisata di Bandung membuat terobosan dengan menghadirkan tempat wisata yang diperuntukkan buat mereka yang hobi selfie dengan beragam destinasi wisata. Adalah Orchid Forest Cikole hadir menambah daftar destinasi wisata yang patut anda sambangi.
      .Orchid Forest berada di Jalan Raya Lembang, Desa Cikole, Kabupaten Bandung Barat, sekitar 5 kilometer dari Alun-alun Lembang.
       Untuk menuju Orchid Forest, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 25.000. Namun, untuk hari besar seperti libur lebaran, harga tiket naik menjadi Rp 35.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 100.000 untuk turis mancanegara.
Setelah membeli tiket, tinggal melanjutkan perjalanan sepanjang satu kilometer menuju tujuan.
Orchid Forest secara resmi dibuka pada September 2017. Berlokasi di wilayah pegunungan Lembang, sudah tentu anda akan disapa sejuknya udara khas Bandung Utara.
Jajaran pohon pinus akan menemani langkah anda mengeksplorasi eduwisata yang berdiri di lahan seluas 10 hektar tersebut.
Secara konsep, Orchid Forest merupakan wisata alam yang membawa misi memperkenalkan dan membudidayakan aneka bunga anggrek baik lokal maupun internasional.
      Menurut Sinea, Staf Bunga Angrek di Orchid Forest, edu tourism seluas 14 hektar ini memiliki lebih dari 100 lebih jenis bunga anggrek yang dibudidayakan.
    "Bibitnya selain dari berbagai daerah di Tanah Air, juga dari Amerika Serikat, Peru, Venezuela, dan lainnya," ujar Sinea.
        Sementara Marketing Executif Orchid Forest, Nena Paisan menjelaskan di destinasi era milenial berbasis digital ini tersedia lebih dari 20 spot selfie yang instagramable, salah satunya Wooden Bridge atau jembatan gantung kayu yang melintas di antara batang-batang pinus.
        Jembatan gantung setinggi 20 meter ini, sambung Nexa terhubung dengan wahana flying fox.
        "Kalau ngeri turun dengan flying fox, tak usah cemas, bisa lewat taman lampu tepat di bawah jembatan," papar Nexa.
    Nexa menambahkan Garden of Lights-nya berupa taman kecil dengan jalan setapak berkelok yang bunganya menyala kala sore hari.
      Menjelang malam lampu yang ada di sepanjang lokasi tersebut  menyala dan menciptakan nuansa romantis.
  Bagus Maulana Marketing Executive Orchid Forest lainnya menambahkan di objek berhawa sejuk ini juga ada sebuah amfiteater.
    "Panggung kecil di tengah hutan pinus ini jadi tempat live music dan lainnya. Pengunjung bisa duduk di deretan bangku kayu yang berjajar rapi di depannya," jelasnya.
    Meski berkontur naik turun, jalan hutan pinus ini, lanjut Bagus sudah berupa paving block sehingga nyaman untuk anak-anak dan lansia.
    "Pengunjung pun dijamin tak kesasar karena banyak papan penunjuk jalan," ungkap Bagus.
       Menariknya lagi, bilik-bilik toiletnya tampil tak biasa, didesain unik kekinian sampai dijadikan selfie spot juga oleh sejumlah pengunjung.
      Usai keliling melihat aneka bunga angrek dan berselfie ria,  pengunjung bisa mampir ke kedai kopi.
       Setelah puas menengok aneka bunga anggrek, pengunjung akan dimanjakan berbagai fasilitas rekreasi. Salah satu yang menarik adalah Wooden Brige, jembatan kayu sepanjang 125 meter  yang menggantung di atas ketinggian sekitar 23 meter.
       Selain cukup memacu adrenalin, anda bakal merasakan sensasi berjalan di atas rapatnya pohon pinus. Jika tak takut ketinggian, anda bisa mencoba turun menggunakan flying fox untuk menambah keseruan liburan.
      Keseruan sesungguhnya baru dimulai menjelang petang. Kerlap-kerlip lampu hias menyambut pengunjung selepas mentari pulang ke peraduannya. Wooden Brige pun berubah menjadi taman lampu yang indah.
        Di tengah selimut kabut, butiran bohlam warna-warni memberi nuansa unik dan instagenik di tengah rapatnya hutan Lembang. Para pengunjung pun rela antre demi mendapat swafoto terbaik.  
       Konsep taman lampu tak lepas dari latar belakang pemilik yang sempat mengenyam pendidikan teknik elektro di Universitas Indonesia.
       "Iya ini sekaligus menyalurkan passion saya di bidang elektrisasi," tambah Akbar yang baru berusia 28 tahun.
        Spot lain yang biasa ramai dikunjungi yakni rabbit forest, camping ground, dan sejumlah spot swafoto kece yang menarik untuk dicoba.
        "Sejauh ini cukup puas dengan fasilitas di sini. Yang paling penting di sini banyak titik peristirahatan yang nyaman untuk menikmati suasana alam. Toilet dan mushalanya juga bersih," kata Nia (30), wisatawan Tegal.
      Suasana dingin cukup membuat perut keroncongan seusai menjelajahi beragam fasilitas Orchid Forest. Namun, anda tak usah khawatir, sebab pengelola juga menyediakan kafetaria yang menyajikan beragam hidangan dari mulai kopi hingga kudapan. (BUYIL)

Rabu, 25 Juli 2018

Chick N Roll Luncurkan Aplikasi Layanan Konsumen


Chick N Roll Luncurkan Aplikasi Layanan Konsumen

Jakarta, Target News
Dalam rangka menjaring konsumen dari kalangan milenial, restoran cepat saji karya anak negeri Chick 'N Roll menghadirkan layanan berbasis teknologi yang kini tengah digilai anak anak muda.
Dan seiring kemajuan teknologi komunikasi seperti sekarang, nyaris semua kebutuhan manusia seakan tinggal klik berbagai layanan aplikasi melalui telepon genggam.
       Hal tersebut mendasari Michelle Surjaputra pemilik restoran Chick N Roll untuk meluncurkan aplikasi Chick’N Roll, untuk lebih memudahkan lagi konsumen dalam memesan makanan dan membeli merchandise Restoran Chick ‘N Roll.
      "Kami perlu menjaring konsumen anak-anak muda jaman now yang maunya tinggal klik dalam memenuhi berbagai kebutuhannya termasuk soal makan. Untuk itu kami meluncurkan aplikasi Chick N Roll," ujar Michelle saat peluncuran aplikasi Chick N Roll di salah restoran papan atas di Mal Kota Kasablanka Jakarta Selatan, Selasa (24/7).
     Uniknya, aplikasi baru ini tidak hanya bermanfaat untuk memesan makanan saja. Saat senggang pun konsumern dapat membuka aplikasi Chick ‘N Roll, lantaran di sana juga tersedia aneka  game yang dimainkan oleh semua kalangan usia.
        Michelle Surjaputra mengatakan bahwa penambahan game dalam aplikasi mereka, dalam rangka menyasar konsumen usia muda, antara 12 hingga 18 tahun.
        “Kami ingin mereka tidak hanya bisa menikmati menu ayamnya saja. Selain agar mereka happy fun dan dapat menikmati makanan yang sehat dan halal,” ungkap Michelle Surjaputra.
      Ia mengatakan, setiap konsumen dapat bermain game. Caranya, terlebih dulu membeli makanan yang disajikan di restoran Chick ‘N Roll.
       "Tiap pembelian Rp 50.000, konsumen berhak mendapatkan 1 Token. Demikian seterusnya, bila belanja Rp 100.000, konsumen berhak mendapatkan 2 Token. Token tersebut semacam password untuk masuk ke dalam aplikasi game,” jelas Surjaputra.
      Selanjutnya, dalam permainan game bila konsumen dinyatakan menang, maka konsumen akan mendapatkan Chick ‘N Roll Cash, yang dapat ditukarkan dengan beragam merchandise menarik  seperti jaket, topi, t shirt, ikat pinggang maupun benda lain yang disukai anak muda.
      Michelle menambahkan, aplikasi Chick ‘N Roll sudah dapat diunduh melalui App Store dan Google Play Store. “Setelah melakukan pengunduhan, segera registrasikan akun Chick ‘N Roll dan dapatkan 10 Token gratis. Artinya, konsumen sudah berhak bermain game. Selanjutnya Token hanya diperoleh setelah berbelanja dengan kelipatan Rp 50.000.
      Seperti diketahui, Restoran Chick ‘N Roll menawarkan konsep restoran ayam goreng yang menyediakan 6 pilihan saus favorit. Sebut saja, American Barbeque, Thai Garlic, Brazilian Honey, Hawaiian Mustard, Spicy Madagascar dan Mandarin Flare.
      "Masing-masing saus yang dijamin halal dan tanpa MSG, memiliki cita rasa yang khas, sehingga  sajian menu ayam menjadi istimewa,” pungkas Michelle Surjaputra. (Nia Kurniati)

Senin, 28 Mei 2018

Syuting Perdana Teaser Film Nagabonar Reborn dilakukan Djarot Syaiful Hidayat Cagub Sumut


Syuting Perdana Teaser Film Nagabonar Reborn dilakukan Djarot Syaiful Hidayat Cagub Sumut

Medan, Target News
     Syuting  teaser  film Nagabonar Reborn yang berlangsung di kawasan Setiabudi Medan Sumatera Utara dengan meriah dihadiri Djarot Syaiful Hidayat, calon Gubernur Sumatera Utara dan Walikota Medan. Take pertama dilakukan Djarot Syaiful Hidayat. 
       "Dengan membaca Bismillahirohmanirrahim syuting Teaser film Nagabonar Reborn kami mulai," ujar Djarot langsung akting main catur dengan Ence dan Gading Martin di lokasi syuting di Kawasan Setiabudi Budi Medan Sumatera Utara.  Rabu (23/5).
      Djarot mengaku bangga dengan cerita Nagabonar yang ditontonnya berulang-ulang ketika masih menjabat Walikota Blitar puluhan tahun lalu itu. 
       "Cerita Nagabonar muatan budaya lokalnya sangat kental,  edukasi juga kuat.  Sehingga, cerita Nagabonar perlu diproduksi kembali agar generasi milenial, bisa memahami sosok Nagabonar yang fenomenal," kata Djarot bangga.  
          Karenanya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berharap film besutan Emil Heraldi hasilnya akan bagus,  sehingga penontonnya bisa membludak.  "Kami optimis, film ini akan sukses di pasaran.  Semua didasari atas keseriusan produser membuat film kebanggaan masyarakat Medan ini,   juga karena film ini didukung artis artis populer yang bisa menyedot penonton,"  kata Djarot optimis. 
        Sementara Walikota Medan Drs.  H. Eldin Zulmi MM,  mengatakan, "Pemerintah kota Medan tentu mendukung upaya promosi budaya dan wisata lewat film layar lebar.  Karena menurut kami, film alat promosi yang ampuh. Karenanya selaku Walikota kami mendukung pembuatan film Nagabonar Reborn," ujar H.  Eldin Zulmi. 
        Karena cerita Nagabonar sudah melegenda dan fenomenal, H. Eldin optimis film yang dibintang utamai Citra Kirana, Ence,  Gading Martin dll.  Akan lebih sukses dari film sebelumnya.  "Apalagi bintang bintang film Nagabonar Reborn kali kali ini artis film era masa kini yang follower-nya jutaan," ujar Eldin Zulmi 
      Sementara produser film Nagabonar Reborn Trimedya Panjaitan mengatakan kalau film Nagabonar akan diproduksi beda dari film Nagabonar sebelumnya, "Kami akan membuat Nagabonar jauh beda dari sebelumnya,  karena film Nagabonar Reborn disutradarai oleh sutradara kelas Piala Citra,  Emil Heraldi yang sukses menggarap film Night Bus," kata pengacara papan atas ini. 
         Trimedya menambahkan, film yang rencananya akan mengambil lokasi syuting di Medan dan sekitarnya ini akan diluncurkan di gedung bioskop akhir tahun 2018. "Kami berharap liburan akhir tahun  ini bisa beredar, sehingga bisa hiburan akhir tahun," kata Trimedya. (Nia Kurniati)

Kamis, 19 April 2018

Kongres Ikatan Apoteker Indonesia 2018 Siap Digelar Di Pekanbaru



Kongres Ikatan Apoteker Indonesia 2018 
Siap Digelar Di Pekanbaru
Jakarta, Targtet News
    Ikatan Apoteker Indonesia setiap tahun menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan 2018. Istimewa nya tahun berbarengan dengan Kongres XIX Ikatan Apoteker Indonesia.  PIT dam Kongres bakal digelar pada 19 – 21 April 2018 di Pekanbaru, Riau.
Kegiatan Tahunan ini dimaksudkan  sebagai sarana  peningkatan ilmu pengetahuan kefarmasian terkini bagi seluruh Apoteker di Indonesia dan Kongres XX IAI yang akan diikuti oleh seluruh Pengurus Pusat dan Daerah Ikatan Apoteker Indonesia. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi Forum yang dapat digunakan sebagai sarana bertemu Akademisi, Praktisi, Regulator dan Organisasi Profesi kefarmasian untuk menghasilkan ide-ide dan kerjasama baru dalam rangka meningkatkan peran dan eksistensi Apoteker Indonesia di masa yang akan datang.    
       "Insha Allah kongres IAI  siap digelar susai jadwal dan akan diikuti 1800 peserta dari  seluruh Indonesia," jelas Drs.  Sri Wahyono,  Apt, ketua panita/Ketua Himpunan Apoteker  Seminat Obat Tradisional  (Himastra)  ketika ditemui di kantornya di kawasan Tomang Jakarta Barat Senin (16/4)
       Sri Wahyono menambahkan kalau kongres IAI sesuai dengan amanat AD/ART lkatan Apoteker Indonesia, Kongres IAI merupakan organ pemegang kekuasaan tertinggi dalam IAI di tingkat pusat yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat lkatan Apoteker Indonesia. Pelaksanaan Kongres IAI diadakan sedikitnya sekali dalam 4 (empat) tahun, paling lambat dilaksanakan 3 (tiga) bulan setelah masa jabatan pengurus berakhir. Dengan mengacu pada pelaksanaan Kongres Nasional XIX IAl yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 Februari 2014, di Jakarta, maka Kongres berikutnya dilaksanakan paling lambat 23 Mei 2018. 
          "Soal calon kandidat ketua IAI periode 2018-2022, belum ada yang mendaftar. IAI berbeda dengan organisasi politik, yang jauh-jauh hari calon kandidat sudah muncul. Tapi kalau IAI,  biasanya kandidat muncul ketika kongres berlangsung," papar Sri Wahyono. 
       Sementara Drs Nurul Falah Eddy Periang,  Apt,  ketua IAI period 214-2018 tidak secara gamblang akan mencalonkan kembali pada kongres kali ini.  "Kalau kemudian anggota memilih, saya siap. Tapi saya tidak mau menggebu seperti calon ketua organisasi lain,"  kata Nurul Falah
         Dijelaskan Nurul Falah, bahwa
Kongres merupakan ajang silaturahmi jajaran pengurus IAI dengan para anggotanya untuk menghasilkan keputusan berupa naskah dan pedoman umum organisasi sebagai acuan bagi pengurus periode berikutnya selama 4 (empat) tahun ke depan. Bersamaan dengan pelaksanaan Kongres, diadakan juga Pekan ilmiah Tahunan 2018, sebagai ajang bagi para apoteker untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi, baik sebagai praktisi, akademisi maupun birokrat. Pekan Ilmiah Tahunan merupakan agenda rutin setiap tahun yang mengikut kegiatan Rakernas atau Kongres. 
      Pelaksanaan Kongres XX dan Pertemuan llmiah Tahunan 2018 ini direncanakan akan dibuka secara resmi pada hari Kamis, 19 April oleh Menteri Kesehatan RI, serta Keynote speech oleh Menteri Perindustrian RI dan UKAI. 
     Adapun tema Kongres XX dan PIT IAI 2018 adalah Trusted Pharmacist for a Better Quality of Life. Tema ini diambil mengingat semakin tingginya tuntutan bagi apoteker untuk memenuhi standar kompetens dan moral yang lebih baik dalam memberikan pelayanan. Trust is an important start of every journey. 
       Menurut editor Why Consumer Trust Pharmacist (Drug Topics, 20 Januari 2017) profesi apoteker menjadi 10 tertinggi profesi yang terpercaya dikarenakan dua hal, yaitu apoteker dianggap sebagai tenaga terlatih klinis yang dapat menjawab pertanyaan pasien tentang terapi mereka, dan apoteker dapat diakses masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sampai ke kelompok masyarakat paling kecil, yaitu keluarga. 
      Kepercayaan pasien terhadap Apoteker ini hanya dapat bertahan bila para Apoteker menjaga kompetensi mereka sesuai harapan pasien, para Apoteker ferus berupaya untuk mendekatkan pelayanan mereka kepada masyarakat, dan para Apoteker senantiasa mengikuti dinamika perkembangan pelayanan kesehatan terkini. 
      Perkembangan pelayanan kesehatan mengarah kepada pemberian intervensi medis (farmakologis maupun non farmakologis) yang menekankan kepada peningkatan kualitas hidup pasien dengan mengusung semangat Sustainable Development Goals (5065) untuk mencakupi seluruh individu masyarakat (no one left behind). Bidang kefarmasian berupaya untuk mengikuti dinamika ini di setiap sisinva. Dari sisi manufaktur, industri farmasi berkembang pesat pada lini produk biologis yang menjanjikan individualistik terapi dengan efikasi --keamanan -- mutu yang lebih tingi. Dari sisi manajemen Iogistik, dunia kefarmasian bergerak ke sistem operasi yang semakin efisien dan akuntabel, termasuk berbagai upaya untuk menjamin keamanan dan track-able rantai suplai. Dunia kefarmasian di sisi pelayanan langsung kepada pasien, pada clinical and community setting, bergerak untuk memenuhi kebutuhan kualitas terapi pasien serta menciptakan metode-metode inovatf untuk edukasi masyarakat mengenai rasionalitas pengunaan obat. Semua hal tersebut menyiratkan upaya berkelanjutan para apoteker yang harus didukung oleh aktualisasi dan peningkatan kompetensi melalui aktivitas-aktivitas edukasi. 
     Untuk memperkaya wawasan akan hadir sebagai narasumber, yaitu Menteri Kesehatan RI, Kepala Badan POM RI, Ketua Komite Farmasi Nasional, pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kementerian Kesehatan RI dan Badan POM RI, Kementerian Perindustrian, para pimpinan lembaga non pemerintahan serta para praktisi dan akademisi dari dalam dan luar negeri. 
        Para peserta Kongres XX dan PIT IAI 2018 juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke berbagai obyek wisata di Pekanbaru. Kunjungan ribuan apoteker ke Pekanbaru akan meningkatkan perhatian masyarakat terhadap potensi wisata Pekanbaru. Hal ini disadari benar oleh Pemda Propinsi Riau yang memberikan dukungan luar biasa terhadap terselenggaranya event besar berskala nasional ini. Besarnya dukungan tersebut ditunjukkan dengan turunnya Plt Gubernur secara langsung untuk menyambut kehadiran para Menteri, sementara para pejabat eselon 1 dan 2 akan disambut secara langsung oleh Sekretaris Daerah. 
Nara sumber 
1. Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt (Ketua Umum PP IAI) 
2. Noffendri Roestam, S.Si, Apt (Sekretaris Jenderal PP IAI) 
3. Dra Ellen Wijaya, MM, Apt (Bendahara PP lAl/Wakil Ketua Ill Panitia) 
4. Drs Sri Wahyono, Apt (Ketua Panitia/Ketua Himpunan Apoteker Seminat Obat Tradisional HIMASTRA). (Nia Kurniati)

Sarasehan Pewayangan "Qua Vadis Pepadi"


Sarasehan Pewayangan "Qua Vadis Pepadi" 
Jakarta, Target News
Di tengah arus hiburan dari mancanegara disertai  teknologi yang membuat anak jaman now keranjingan,  membuat para pemangku kepentingan dunia perwayangan galau menghadapi kenyataan ini.  Berangkat dari kegalauan tersebut, dalam rangka menggerakkan, peduli dan mencintai kearifan budaya lokal, khususnya wayang.  Para pelaku dunia perwayangan menggelar sarasehan dengan mengusung tema cukup menggelitik " “Quo Vadis PEPADI” acara keren tersebut di gelar di Hotel Santika TMII, Sabtu (14/4/2018).
     Sejumlah tokoh pewayangan dan pedalangan, budayawan serta praktisi seni menjadi narasumber, seperti Ki Purbo Asmoro, S.Kar. M.Hum (Dosen Senior ISI Surakarta), M. Sobary (Budayawan), Taufik Rahzen (Staf Ahli Menteri Pariwisata RI), dan Prof. DR. Ir. Sugeng P. Haryanto (Guru Besar Universitas Lampung), dengan Moderator Y. Sudarko Prawiroyudo (Dalang).
       Dalam sambutannya di hadapan puluhan peserta sarasehan yang merupakan perwakilan dari 23 Komisariat Daerah di 23 Provinsi dari seluruh Indonesia, Ketua Umum PEPADI Pusat, H. Kondang Sutrisno SE menyampaikan rasa optimisme bahwa PEPADI bisa kembali  menjadi jembatan antara seniman dalan dengan para stakeholder, pemerintah, penanggap dan penonton.
       "Kita punya harapan bahwa PEPADI bisa mendekatkan seniman dalang dengan pemerintah agar bisa menjadi corong pemerintah untuk mensosialisasikan keberhasilan program-program pembangunan di Indonesia dalam segala bidang,” ujar Kondang.
      Lewat beberapa program unggulan,  PEPADI berusaha merangkul para seniman dalang untuk meningkatkan kemampuan. Ada tiga program yang sedang dijalankan PEPADI, yakni Sarasehan, Festival dan Pagelaran.
Diantaranya pada hari Jumat (13/3/2018) telah digelar  pertunjukkan Wayang kulit Banyumasan dengan Dalang, Ki Eko Suwaryo & Ki Wartun, dengan lakon “Wahyu Cakraningrat” di Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII).  Di lokasi yang sama, usai sarasehan ada Pergelaran Wayang Kulit Yogyakarta, bersama Dalang Ki Seno Sugroho, dengan lakon “Bagong Duta”.
         Wayangmenurut Kondang tidak hanya jadi seni pertunjukan dan hiburan tapi juga dapat menjadi benteng dari degradasi moral yang sangat gencar dan mengancam eksistiensi kebudayaan luhur. “Wayang seharusnya menyampaikan pesan-pesan moral yang dapat membangun karakter bangsa menjadi lebih baik. PEPADI akan bekerja sama dengan lembaga terkait,” papar Kondang.
     Sementara menurut  Sugeng P. Haryanto, PEPADI harus bersinergi dengan pemerintah seperti  yang pernah dilakukan di era orde baru, misalnya meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata maupun Pemerintah Daerah harus meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap seni dunia Pewayangan. 
     "PEPADI harus mendesak agar wayang dan seni pedalangan bisa masuk dalam muatan lokal pada kurikulum pendidikan di tiap tingkatan,” ujar Sugeng.
      Masih menurut Sugeng, sebagai pelaku seni, kita harus memasukkan wayang dalam perangkat media komunikasi modern melalui aplikasi-aplikasi yang dapat menggugah minat anak-anak dan generasi muda dalam menikmati hiburan.
        "Kita harus mengemas hiburan wayang dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami serta memperpendek durasi menjadi lebih singkat tanpa mengurangi makna dan nilai yang disampaikan,” papar Sugeng.
     Senada dengan strategi yang ditawarkan Sugeng terkait kemasaan hiburan wayang agar lebih kekinian, budayawan Sobary  malah menantang pelaku seni wayang dan dalam berkolaburasi dengan sineas memproduksi film mengangkat kisah-kisah pewayangan.
      "Mestinya dibuat film Ramayana atau Mahabarata dalam durasi pendek, kemudian di-share melalui media sosial. Dengan cara itu, wayang bisa menjelajah keseantero dunia. Tentu filmnya juga harus ringan dan kekinian sesuai era milenial,” ujar Sobary.
          Menurut Kepala Bidang Humas Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI), Eny Sulistyowati S.Pd , MM, para seniman yang mampu mempertautkan aktivitas keseniannya dengan kekinian, dapat memberi andil memperkuat eksistensi kesenian tradisional.
        "Kesenian bukan benda mati yang statis. Tetapi ekspresi para pelakunya yang dari waktu ke waktu juga mengalami perubahan. Ketidakmampuan para seniman melakukan adaptasi terhadap situasi baru, lambat laun dapat menyurutkan keberadaan kesenian tradisional. Para pendukung dan pemangku kesenian tradisional harus mampu memanfaatkan situasi kekinian,” ujarnya.
      Sarasehan juga membahas usulan lima organisasi pewayangan Indonesia (Sena Wangi, PEPADI, APA-Indonesia, UNIMA-Indonesia dan PEWANGI) tentang penetapan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang.
       Semua pengusul sepakat, dengan penetapan Hari Wayang akan menjadi momen bersama untuk menggerakkan berbagi kegiatan terkait pewayangan secara nasional dan serentak di seluruh Indonesia.
      Masala harapan itu, Sobary berkomentar, tidak perlu ada Hari Wayang, yang lebih penting adalah setiap hari ada wayang. “Maksudnya lebih baik kita memikirkan bagaimana wayang dapat diterima oleh generasi milenial sehingga menarik untuk ditonton. Jika sudah berhasil, otomatis tiap hari ada pertunjukkan wayang,” ujarnya.
       Selain mengusulkan Hari Wayang, ke lima organisasi pewayangan Indonesia juga pernah merilis “Pernyataan Bersama Organisasi-organisasi PewayanganIndonesia” pada 27 Februari  lalu. Ada 4 point yang harus ditaati para pelaku pewayangan, salah satunya harus bersikap netral dan tidak berpihak dalam Pilkada, Pileg dan Pilpres nanti.
        Namun pada kenyataannya, justru `job` manggung akan mengalir deras di saat pesta demokrasi berlangsung. Terkait hal ini pengurus PEPADI hanya bisa menghimbau agar semua anggota bisa mentaati isi dari pernyataan sikap itu.    
       "Ada banyak dalang menjadi anggota partai. Bahkan ada beberapa yang menjadi anggota DPR dan DPRD. Selama mereka menjalankan fungsinya sebagai anggota partai, tentu itu hak mereka berpolitik. Tapi di saat menjalankan profesinya sebagai dalang, dia tidak boleh berpolitik praktis,” papar Sugeng.(Nia Kurniati ) 

Jumat, 16 Maret 2018

IDPFest ke 3 Siap Digelar


IDPFest ke 3 Siap Digelar

Jakarta, Target News
      Untuk ketiga kalinya Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFest) tahun ini kembali digelar. Gelaran para seniman gebuk dan tabuh ini kembali dihelat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta  pada 29 Maret – 1 April 2018
        "Alhamdulillah Idpfest sudah menginjak usia ke 3, walau tertatih-tatih, kami bisa jalan dan mulai mendapat perhatian masyarakat luas,"  ujar Ekki Soekarno ketua penyelenggara IDPFest ketika bincang dengan awak media di Jakarta baru-baru ini. 
         Seperti tahun sebelumnya, segudang agenda dan aktivitas pentas bunyi tetabuhan dan alat pukul timur-barat akan tumpah ruah di sana yang menjadi kekuatan event yang satu ini.
      Ada pameran drum & perkusi Indonesia, kompetisi drum, kompetisi kolaborasi drum & perkusi Indonesia, klinik edukasi drum & perkusi Indonesia, seminar-talk show-bincang musik-diskusi, hingga penampilan dan penghargaan IDP legend (drummer/perkusionis legendaris Indonesia),moyang akan diikuti dari berbagai daerah di Indonesia.
       "IDPFest digelar dengan satu niat serta tekad mengapresiasi kesenian, kebudayaan melalui drum dan perkusi modern/tradisional Insonesia dalam membangun generasi penerus yang berkarakter dan kreatif. Dengan kemampuan SDM penyelengaraan yang terbatas dan juga permodalan, kita berusaha sesuai kemampuan event ini harus ada untuk memberi ruang bagi para drummer serta perkusionis,” papar Ekki Soekarno.
       Ajang ini tidak sekedar menggelar pameran tapi juga menggelar kompetisi drum untuk anak dan dewasa. "Pendaftaran sudah kami tutup pada akhir Februari,  peserta hampir dari seluruh Indonesia.  Ini yang membanggakan kami,"    ujar Ekki bangga. 
         Selain itu,  IDPFest kali ini, juga menggelar pentas seni budaya yang menghadirkan Marawis Indonesia dan Lenong Betawi. Sementara, penghargaan IDPLegend baik drummer maupun perkusionis Indonesia dari dekade 50, 60 & 70-an, seperti M. Sani, Lym Kampay, Isa Tartusi, Johnny Swadie, Gatot Sunjoto, Kang Mamat, dan Bang Sara.
       "Kita berharap IDPFest kedepan  areanya semakin luas untuk memberi kesempatan lebih banyak bagi mereka yang berpartisipasi.  Saat ini, kita hanya mampu menggunakan teater kecil sebagai panggung utama, harapan kedepan semua area termasuk teater besar kita bisa gunakan. Kita bisa menghadirkan lebih banyak lagi peserta, termasuk perkusionis tradisi dan juga para kreator pembuat musik pukul di nusantara,” tukas Ekki.
      IDPFest kedepannya diharapkan tidak sekedar ajang kumpul-kumpul atau unjuk pentas saja. Tapi kedepan diharapkan menjadi pusat pustaka dan edukasi para seniman musik tanah air, khususnya drummer & perkusionis, lewat pendokumentasian para pelakunya serta alat musiknya baik modern/tradisional sebagai leterasi sejarah perjalanannya. IDPFest bisa memulai melakukan riset dan pendataan lewat komunitas yang sudah dibangun dan terbentuk.
         "Usulan menarik dan sudah menjadi program kami, tapi karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jadi belum menjadi prioritas utama kami, Insya Allah kalau sudah memungkinkan akan kami usahakan,"  tandas Ekki Soekarno. (Nia Kurniati) 

Kamis, 01 Maret 2018

Ustad Yusuf Mansur Ngajak Umatnya Nabung di Bank Muamalat

Ustad Yusuf Mansur Ngajak Umatnya Nabung di Bank Muamalat

Jakarta, Target News
      Dalam rangka menguatkan ekonomi syariah dan Muamalat, Ustad Yusuf Mansur mengajak jamaahnya untuk bersama-sama membuka rekening secara serentak di seluruh Indonesia. 
        Yusuf Mansur menyatakan, pembukaan tabungan tersebut adalah langkah awal agar industri perbankan syariah di Indonesia semakin kuat. Sebab, perkembangan industri perbankan disokong oleh umat.
       "Umat bercita-cita mendorong industri perbankan syariah, maka ini langkah konkret kami membantu menanam kebaikan di Bank Muamalat Indonesia untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah secara umum," ujar Yusuf di Kantor Pusat Bank Muamalat Jl.  Prof. DR.  Satrio Kuningan Jakarta Selatan  Rabu (28/2).
          Sementara Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana menyebut, pihaknya berterima kasih atas inisiatif tersebut. Hal ini sesuai dengan strategi ke depan Bank Muamalat untuk lebih fokus kepada komunitas Islam.
           "Hal ini juga sejalan dengan amanah kerjasama yang telah kita bangun kembali bersama berbagai Ormas Islam diantaranya NU, Hidayatullah, Muhammadiyah dan juga menggandeng ulama dan ustadz seperti KH AA Gym, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Arifin Ilham dan Ustadz Subhan Bawazier, dan lainnya," ucap Permana.
            Permana menambahkan,  bank syariah memang seharusnya tumbuh bersama umat. Sehingga, yang menjadi nasabah bank syariah tidak lain adalah harus umat sendiri.
         "Ini langkah konkret bagi perkembangan ekonomi syariah Indonesia. Tidak bisa tumbuh kalau umat tidak berbank syariah," ujarnya. 
          Karenanya,  Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) melihat peluang peningkatan pangsa pasar perbankan syariah hingga 7 persen pada 2018. Sehingga, bank syariah seharusnya bisa tumbuh hingga 20 persen. Ini mengingat Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, yang mewakili 10,7 persen populasi muslim di dunia. (Buyil

Jumat, 02 Februari 2018

Menpar: Banyuwangi Kota Festival Terbaik di Indonesia

Menpar: Banyuwangi Kota Festival Terbaik di Indonesia

Jakarta, Target |News
1 Februari 2018, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menetapkan Banyuwangi sebagai Kota Festival Terbaik di Indonesia.
Penghargaan diterima langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai me-launching ‘Top 77 Calender Event Banyuwangi Indonesia Festival 2018’ di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kamis (1/2/2018).
“Pertumbuhan event di Banyuwangi sangat pesat. Dimulai Tahun 2012 sebanyak 12 event, tahun 2017 lalu meningkat menjadi 75 event dan tahun ini menjadi 77 event. Semua event ini melibatkan seluruh potensi masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarat Banyuwangi,” kata Menpar Arief Yahya ketika menyerahkan penghargaan.
Menpar Arief Yahya mengatakan, dari Top 77 Calender Event Banyuwangi tahun ini, satu di antaranya, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) masuk dalam  Top 10 Nasional Events Festival Indonesia 2018, sedangkan  dua event lainnya, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI ) dan Gandrung Sewu masuk Top 100 Nasional Events.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sektor pariwisata berhasil menggerakkan ekonomi lokal sehingga pendapatan per kapita warga Banyuwangi  melonjak dua kali lipat dari Rp 20,8 juta pada Tahun 2010 menjadi Rp 41,5 juta per orang per tahun pada 2016.
 “Seiring tumbuhnya sentra ekonomi baru berbasis pariwisata, penurunan kemiskinan cukup pesat menjadi 8,79% pada 2016, jauh lebih rendah dibanding rata-rata provinsi Jatim yang masih tembus dua digit,” kata Azwar Anas.
Dijelaskan, Kabupaten Banyuwangi secara intens menggerakkan pariwisata berbasis desa, dan itu menjadi andalan untuk memeratakan pembangunan yang  saat ini, berdasarkan kriteria pada Indeks Desa Membangun (IDM) Kementerian Desa, Banyuwangi berhasil meningkatkan status “desa maju” menjadi 134 desa pada 2016  dari sebelumnya hanya 40 desa  di Tahun 2010 dengan jumlah desa tertinggal hanya tinggal satu desa.
Bupati Abdullah Azwar Anas menyatakan, bahwa sebetulnya ada 100 event yang diusulkan oleh masyarakat, setelah dikurangi ditetapkan Top 77 Calender Event  tahun ini dengan mengeksplorasi seni budaya, keindahan alam, olahraga hingga beragam potensi daerah yang pastinya akan menjadi tontonan menarik bagi wisatawan.
Sejumlah atraksi baru dihadirkan dalam Top 77 Calender Event  seperti Festival Tahu-Tempe (9-13 Februari) untuk memperkenalkan kampung pembuatan tahu dan tempe dan Festival Imlek yang akan menampilkan tradisi khas warga Tionghoa (17 Maret). Selain itu, ada Festival Karya Tari (31 Maret), Fishing Festival (7 April), Festival Cokelat (12 Mei), Festival Kuntulan (3-6 Oktober).
”Atraksi-atraksi baru tersebut diharapkan semakin memperkaya dan memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata. Seperti Fishing Festival, akan kami padukan dengan paket-paket wisata memancing yang kini sedang tumbuh trennya. Juga Festival Cokelat untuk mengangkat  komoditas kakao yang sudah rutin diekspor ke berbagai negara,” kata Anas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda menambahkan,  pendekatan sport tourism tetap mewarnai pergelaran Banyuwangi Indonesia Festival 2018. Mulai dari Banyuwangi Underwater Festival (4-6 April), International Ijen Green Run (8 April), Banyuwangi International BMX (30 Juni), dan Tour de Ijen (26-29 September).
”Khusus sport tourism, memang kami mengambil pasar yang sangat segmented, tapi pasarnya tak banyak tergarap daerah lain. Secara konsisten ini mulai membuahkan hasil, di mana komunitas-komunitas BMX se-Indonesia, misalnya, rutin berlatih di Banyuwangi karena kami punya sirkuit berstandar internasional,” papar Bramuda.
Ada juga berbagai atraksi fesyen, seperti Green and Recycle Fashion Week (24 Maret), Banyuwangi Fashion Festival (14 Juli), Banyuwangi Batik Festival (17 November), dan Festival Kebaya (5 Desember). “Tidak hanya menggelar kemeriahan Banyuwangi juga menggelar festival untuk menumbuhkan empati sosial masyarakat seperti Festival Anak Berkebutuhan Khusus (10 Februari) dan Festival Anak Yatim (13-15 September),” kata Bramuda.

Aktifnya Banyuwangi menggelar event festival dan karnival serta didukung oleh publikasi dan promosi yang gencar mendorong kunjungan wisatawan meningkat signfikan. Bila tahun 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 487.000 wisnud dan 5.025 wisman, meningkat menjadi 4,01 juta dan 74.800 wisman pada 2016, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi 91.000 wisman dan tahun 2018 ini diproyeksikan menjadi 100.000 wisman.  (Tebe)

Senin, 15 Januari 2018

A. Agus Nongki S.Sip ; Pemerintah Desa Manfaatkan ADD/DD Entaskan Kemiskinan di Desa

A. Agus Nongki S.Sip ; Pemerintah Desa Manfaatkan ADD/DD Entaskan Kemiskinan di Desa 
 
Soppeng, Target News
Tahun Anggaran 2018, sebanyak 49 Desa di Kabupaten Soppeng akan menikmati dana ADD/DD sebesar Rp. 108 Miliar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Soppeng A. Agus Nongki S.Sip kepada Koran Investigasi, Senin 15/1/2018 mengungkapkan, dana sebesar Rp 108 milyar ini berasal dari dana Alokasi Dana Desa dan Dana Desa Tahun Anggaran 2018.
 " Anggaran Rp 108 miliar ini berasal dari dana ADD Rp. 64. 679.602.303 dan  Dana Desa Rp. 43.861.085.000,- dan terbagi ke 49 Desa yang ada di Kabupaten Soppeng," ujarnya.
Menurut Agus Nongki, dengan anggaran sebesar ini, pihaknya berharap Pemerintah Desa dapat memanfaatkan dana ini dengan baik sesuai dengan tujuannya, terutama untuk mengentaskan kemiskinan di Desa masing masing.
" Saya harap pihak desa dapat memfungsikan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dengan baik, mengajak dan memberdayakan warganya untuk berwirausaha. Kades harus kreatif dan selalu mempunyai inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan warga, contohnya yang dilakukan oleh Desa Rompegading dengan BUMDES nya," sebutnya.
Sekadar diketahui, dana Alokasi Dana Desa (ADD) bersumber dari APBD Kabupaten yang alokasinya ditentukan sebesar 10 persen dari APBD setelah dikurangi dan DAK, sementara DD (Dana Desa) berasal dari APBN.(Anto Maslan)


Minggu, 14 Januari 2018

BKPRMI Kota Parepare Meriahkan Masjid

BKPRMI Kota Parepare Meriahkan Masjid

Parepare, Target News
Salah satu kecintaan ummat Islam terhadap Rasulullah Muhammad SAW yaitu menggelar Maulid untuk mengingat kembali sejarah Nabi Muhammad SAW.
"Hal itu juga disambut hangat oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Parepare untuk menggelar Maulid Nabiullah Muhammad SAW di Masjid Al-Hidayah Kampung Baru, kemarin, 12/01/2017. Dengan menghadirkan pembawa hikmah Maulid pada kesempatan ini Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar  yaitu Prof. DR. dr. H. Noer Bahri Noor, M.Sc
Dalam sambutan ketua BKPRMI Kota Parepare H. Rahman Saleh menegaskan, “Kegiatan-kegiatan sosial bisa dilakukan di masjid selama bisa memakmurkan dan berdampak positif”.
Lanjutnya, “Sebenarnya kemakmuran masjid kita itu juga bisa dilihat dari kegiatan-kegiatan positif yang ada di dalamnya, seperti halnya yang kita lakukan pada hari ini (Jum’at, 12/01/2018) yaitu menggelar Maulid Rasulullah Muhammad SAW, karena setiap perjuangan-perjuangan gemilang Rasulullah itu awalnya dari Masjid”, papar Ketua BKPRMI Kota Parepare saat menyampaikan sambutan.
Ditambahkan lagi, “Melihat kondisi yang ada pada masjid khususnya masjid-masjid di Kota Parepare, bisa dibilang masih kurangnya aktifitas-aktifitas para pemuda serta remaja di masjid, itu mungkin dikarenakan kurangnya bentuk kepedulian pengurus masjid kepada perkembangan remaja-remaja kita”.
Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, dengan menghadirkan Ustadz Prof. Dr. dr. H. Noer Bahri Noor sebagai pembawa hikmah. Dimana dalam tausiahnya, beliau menjelaskan tentang kehidupan Rasulullah saat masih dalam kandungan sampai diangkat menjadi Rasul serta hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan Maulid 1432 H.
"Peringatan Maulid Nabi ini adalah sebagai sarana silaturrahmi sesama ummat muslim baik masyarakat-masyarakat di sekitar Masjid Al-Hidayah maupun elemen-elemen masyarakat yang diundang khusus untuk menghadiri kegiatan yang penuh berkah ini. Kita semua menyadari, bahwa dalam ajaran Agama Islam sangat menekankan kebersamaan dan kekompakan yang dilandasi oleh akhlak yang terpuji dan mulia, baik dalam hubungan dengan Allah (Habblun Minallah), maupun hubungan antar sesama manusia (Habblun Minannas). Dengan demikian, masalah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan sumber inspirasi dan landasan dasar dalam setiap perilaku dan tindakan yang kita lakukan,” tegas Noer Bahri Noor. ( Mardiana)


Desa Pujananting Siap Menjadi Desa Bersertifikat ODF

Desa Pujananting Siap Menjadi Desa Bersertifikat ODF

Barru, Target News
Ketua TP PKK Kabupaten Barru drg. Hj. Hasnah Syam, MARS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada segenap kader desa yang telah bekerja keras di setiap dusun dan lingkungan dalam membantu mengenalkan program-program pemerintah kepada masyarakat utamamya program-program kesehatan mayarakat. Hal itu disampaikan saat mengunjungi Desa Pujananting Kecamatan Pujananting bertempat di Balai Kantor Desa Pujananting, Rabu, (10/1/2018).
Kunjungan Ibu Bupati yang sekaligus Kadis Kesehatan Kab. Barru ini ke Desa Pujananting adalah bagian dari program persiapan Desa Pujananting sebagai desa ODF. Kades Pujananting Abd. Rahman bersama Ibu Kades, staf desa dan seluruh kader desa dari dusun se Desa Pujananting hadir dalam acara siang hari itu di Kantor Desa Pujananting mendengarkan arahan dari Ibu Bupati. Dalam kunjungan kali ini, Hj. Hasnah Syam hadir bersama seluruh pejabat struktural Dinas Kesehatan Kab. Barru.
Kades Abd. Rahman dalam sambutan penerimaanya di hadapan Ibu Bupati mengaku siap menghantarkan Desa Pujananting menjadi desa yang bersertifikat ODF tahun ini. “Insya Allah kami akan bekerja keras bersama dengan seluruh staf, kader, masyarakat dan dengan bantuan dan partisifasi semua pihak, Desa Pujananting siap menjadi desa bersertifikat ODF tahun ini”, tegasnya.
Harapan yang sama dititip Ketua TP PKK Kab. Barru kepada Desa Pujananting, dengan kerjasama semua pihak beliau yakin Desa Pujananting siap ODF tahun ini. Dalam kesempatan itu, Hj. Hasnah Syam juga membagikan baju seragam kepada segenap kader Desa Pujananting. “Terima kasih kepada para kader, bhakti Anda semua tidak bisa diukur dengan apa yang kami berikan, terima kasih karena telah menjadi pelopor terdepan mengenalkan program-program kesehatan kepada masyarakat, Insya Allah kedepannya kesejahteraan para kader akan kita perhatikan dan tingkatkan,” tandasnya.

Di hari yang sama, Hj. Hasnah Syam selaku Kadis Kesehatan selanjutnya menuju Puskesmas Pujananting untuk membuka dan menghadiri Lokmin (lokakarya mini) program kerja Puskesmas Pujananting tahun 2018 serta evaluasi kegiatan tahun 2017. (Soepriadi)

Sabtu, 13 Januari 2018

Dishub Kepulauan Selayar Teken Fakta Integritas

Dishub Kepulauan Selayar Teken Fakta Integritas

Serlayar, Target News
Dishub Berkomitmen Dukung Visi Pelayanan Transportasi Terintegrasi
Delapan puluh empat orang pegawai di lingkungan kantor Dinas Perhubungan  (Dishub) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan yang terdiri dari ASN, pegawai kontrak, serta tenaga honorer  menuangkan komitmen  zero tolerance terhadap segala bentuk pungli serta disiplin terhadap jam kerja telah ditetapkan .
Komitmen tersebut dituangkan jajaran pegawai Dinas Perhubungan dalam bentuk fakta integritas dalam rangka untuk mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan dan berdisiplin.
Bilamana di kemudian hari terjadi pelanggaran atas komitmen tersebut, maka pihak-pihak yang bertanda tangan di dalam lembaran fakta integritas menyatakan kesiapan untuk menanggung resiko dan segala bentuk konsekuensi atas pelanggaran komitmen dimaksud.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Baso, SH., MH, berharap agar fakta integritas yang bermuatan komitmen zero tolerance terhadap segala bentuk pungli serta disiplin terhadap jam kerja di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar akan mendorong terwujudnya percepatan visi Pelayanan transportasi terintegrasi, aman, nyaman yang senantiasa ‘bersandar’ dan mengedepankan faktor keselamatan perjalanan.
Sejalan dengan visi tersebut, sejumlah langkah terobosan mulai dirumuskan dan dijabarkan oleh jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mewujudkan terciptanya pelayanan transportasi berbasis tekhnologi informasi lewat peningkatkan managemen transportasi yang mampu memberikan kemudahan akses informasi melalui sistem jaringan transportasi terpadu.
Peningkatan Kompetensi
Dalam kurun waktu bersamaan, Dinas Perhubungan kabupaten juga berkomitmen akan terus mendorong peningkatan kapasitas, kompetensi, kecakapan, dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparaturnya.
“Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana-prasarana perhubungan untuk mendukung tercapainya optimalisasi pelayanan publik akan didorong seiring dengan upaya peningkatan kerjasama multi sektoral mulai dari level pemerintah, masyarakat, swasta, serta pihak-pihak tidak mengikat lainnya, terutama dalam memacu terjadinya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor perhubungan,” urai mantan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kepulauan Selayar di sela-sela perbincangan dengan wartawan di ruang kerjanya, pada hari Jum’at, (12/01) siang.
Lebih jauh, Andi Baso ikut menekankan komitmen jajaran Dinas Perhubungan yang akan terus mendorong peningkatan pola pembinaan, pengawasan, dan penertiban di bidang perhubungan.

Hal ini diakuinya merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam aktivitas pelayanan transportasi bersifat responsif, antisipatif, ramah, santun, peduli, reaktif, bertanggung jawab, solusional, adaptif, professional, kreatif, dan inovatif serta senantiasa mengedepankan orientasi pelayanan yang bermuara pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bentuk implementasi dan penjabaran motto Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar. (Angga/Fadly Syarif)

Minggu, 07 Januari 2018

Geliat Pembangunan Desa Suwa

Geliat Pembangunan Desa Suwa

Bone, Target News
Kalau boleh dibilang Salahuddin B Kades Suwa, Kec. Libureng Kab. Bone paling mengerti dan amanah apa yang harus dibangun? Bersentuhan langsung dengan warganya. Lewat Musrembangdes, seakan tidak mau tertinggal dengan desa lain di sekitarnya. Kinipun warga Desa Suwa, boleh menikmati perubahan dari derap pembangunan yang terasa signifikan bagi masyarakat luas.
Rakyat Desa Suwa sendiri tidak berpangku tangan melihat geliat pembangunan desanya, mereka gotong royong berpartisipasi mendorong kemajuan desanya. Pemerintah desa, atau pemerintahan tidak bertepuk sebelah tangan dalam menjalankan program-programnya.
“Saya apresiasi warga Desa Suwa, animo mereka untuk mau bekerjasama sangat tinggi dalam pembangunan. Untuk itu, capaian dari target-target yang direncanakan sangat sukses tanpa kendala sedikitpun  pada Tahun Anggaran 2017,” ungkap kades dengan senang.    
Lanjut kades, “Mudah-mudahan Tahun Anggaran 2018/2019, diberi jalan dan petunjuk  yang diridhoi Allah SWT yang akan datang. Sehingga lebih sukses berkarya bersama masyarakat, bemanfaat pada bangsa, negara dan agama. Sehingga roda perekonomian warga Desa Suwa bergerak, seiring kemajuan desanya,” harap kades.
Memang Desa Suwa mungkin salah satu desa yang ada di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone genjot berbagai macam pembangunan infrastruktur demi kesejahtraan masyarakatnya. Tampaknya beberapa paket program kerja menggunakan dengan skala prioritas, dan sudah terealisasi pembangunannya  untuk 2017 yang lalu, besaran anggaran tujuh ratusan juta rupiah.
Untuk Tahun Anggaran 2017 Desa Suwa bersumber dari  pembangunan Dana Desa dan ADD sebesar lebih dari satu miliar,  dimana angaran untuk pembangunan dari APBN  jumlah angarannya lebih 700an juta dialokasikan sebanyak beberapa titik pembangunan fisik yang terletak di dusun Satu Suwa di antaranya; pot bunga sebanyak 220 buah, rabat beton 4x130 meter, talud desa  dengan volume 106 meter, perintisan dan pengerasan jalan tani, volume perintisan 305 talud  sepanjang 450 meter, pengadaan listrik untuk pos yandu, pagar pos yandu dengan volume 25 meter.

Kades Suwa  Salahuddin B mengungkapkan bahwa besaran anggaran pembangunan desa yang bersentuhan langsung masyarakat berdampak positif bagi masyarakat. “Dan saya sangat bersyukur, dengan adanya bantuan dari pemerintah baik dari daerah maupun pusat, sudah dapat dirasakan masyarakat Desa Suwa,” ungkapnya.(Syamsuddin, SH)