Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2018

Legalitas Yayasan Pendidikan Bombang Talluna Bira Siap Berkompetensi


Legalitas Yayasan Pendidikan Bombang Talluna Bira Siap Berkompetensi

Makassar, Target News
SDIT dan SMP Mulai Dibuka Pendaftaran
Ketua Dewan Pembina Yayasan Bombang Talluna Bira, Amran Allobaji mengatakan bahwa sejak Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bombang Talluna Bira diterima segala berkas-berkasnya oleh Pemkot Makassar, dengan sendirinya lembaga pendidikan ini, sudah resmi dan siap berkompetensi dengan sekolah lainnya. Dikatakan Amran ada dua hal yang penting dalam suatu  sekolah yaitu kualitas dan kuantitas.
“Untuk keluarga besar Bombang Talluna Bira Karaeng Loe Ri Bira dan sekitarnya, disampaikan kepada kita semua yang anaknya persiapan masuk SD dan SMP, Yayasan siap memfasilitasi, dimana izin operasionalnya telah disetujui oleh Pemkot Makasssar,” ujarnya. 
Demikian disampaikan Amran seusai memimpin rapat pertemuan seluruh pengurus, para Guru Yayasan dan orang tua siswa yang digelar di Gedung SDIT Bombang Talluna Bira Jalan Salodong Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Makassar, Jumat pekan lalu.
Lanjut Amran,  banyak sekolah yang mengharapkan keberhasilan baik dari segi kualitas maupun dalam segi kuantitas. Dapat dikatakan bahwa kualitas dan kuantitas merupakan dua hal yang menjadi titik acuan untuk merefleksikan keberhasilan dari suatu sekolah. 
Kualitas menjadi tolak ukur yang memiliki hubungan dengan kemampuan atau kecerdasan siswa. Sedangkan kuantitas menyangkut tolak ukur yang memiliki kaitan dengan angka atau jumlah.
Mutu Pendidikan Diutamakan
“Sekolah memfasilitasi dengan kemampuan  bahasa Inggris dan Arab, hapal Alquran, Pintar mengaji, Sholat Fardhu dan sunat terjaga, demikian juga pintar Taekwondow dan Pamanca. Diajarkan gendang dan paraga tradisi Kerajaan Bira, serta teknologi, keterampilan,” ungkap Amran sebut kualitas yang perlu dibangun, belum terntu ada di sekolah lain.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah yaitu menyangkut sarana dan prasarana. Setiap sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana demi menunjang akan kebutuhan dari seluruh siswa. Dalam hal ini sarana dan prasarana menjadi syarat bagi tiap-tiap sekolah. 
Amran juga menyarankan kepada para guru agar tetap menjaga tetap mengedepankan kuantitas dan kualitas dari setiap siswa harus tumbuh kembang secara bersama. “Kualitas anak didik diutamakan dan diharapkan menjadi kebanggan kedua orang tua, bangsa, agama dan negaranya. Tabe perhatikanki masa depan anakta agar kelak tumbuh menjadi sosok pemimpin yang amanah cerdas dan berkepribadian mulia, bertanggungjawab  serta bertaqwa kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Andi Syahruddin)

Jumat, 22 Desember 2017

Siswa SMP DDI Al Ihsan Kab. Maros Asyik Merokok Di Kelas



Suasana SMP DDI Al Ihsan Lekopancing Kab. Maros
Siswa SMP DDI Al Ihsan Kab. Maros Asyik Merokok Di Kelas

Maros, Target News
Sejumlah siswa terekam gambar di SMP DDI Al Ihsan Lekopancing Kab. Maros Prov. Sulsel sedang asyik merokok bersama temannya di ruang kelas, dan di luar ruangan. Menurut salah satu murid yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa suasana anak  sekolah yang jauh dari tata tertib merupakan pemandangan sehari-hari di sekolahnya.
Lingkungan sekolah tidak sehat dan kurang nyaman bagi murid, adalah kebiasaan buruk yang terabaikan kata orang tua/wali yang juga tidak ingin identitasnya dipublikasikan . Ditanya, sejak kapan prilaku merokok  anak sekolah SMP DDI Al Ihsan? Murid dan orang tua/wali yang dimintai komentarnya, tidak tahu menahu prilaku jelek seperti itu. Ia hanya mengetahui sejak anaknya masuk sekolah dua tahun yang lalu, “Memang sudah menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah itu, dari tahun ke tahun tak pernah berubah. Saya tidak tahu, kalau hal itu sepengatahuan gurunya. Mudah-mudahan tidak ya,” demikian penyesalan orang tua/wali ketika mengetahui lingkungan sekolah anaknya tidak sehat, tak nyaman dan kurang aman.

SMPS Al-Ihsan Lekopancing Dusun Carangki, Lekopancing, Kec. Tanralili, Kab. Maros Prov. Sulawesi Selatan saat dihubungi telp. kantornya 0411-4815161 tidak aktif  alias belum terpasang dengan maksud dimintai tanggapan Kepala Sekolahnya Kurniati. Dan mendatangi sekolahnya, tak sempat dimintai komentarnya soal kelakuan siswa, karena tidak ramah karena mungkin dianggap tamu baru, padahal wartawan Koran Investigasi pakai atribut sebagai wartawan, Rabu(13/12/2017) pekan lalu. Demikian juga Ketua Yayasan Pendidikannya H. Saleh Rowa, tak sempat dimintai keterangannya karena mereka terkesan sibuk  menghindar, hingga berita ini diturunkan.

Sekolah yang memiliki data menurut kemendiknas semester 1 2017/2018,  terdaftar  10(sepuluh) guru, Operator  Ince Jamaluddin, S.Pd, M.Pd, dengan jumlah siswa laki-laki 115 dan perempuan 90 murid, total pelajar 205. Kemudian 9(sembilan) rombongan belajar , termasuk  9(sembilan) kelas, sedangkan luas areal 1300 meter bujur sangkar, menurut data, manajemen berbasis sekolah dengan penerapan kurikulum 13,  memiliki laboratorium 1, perpustakaan 1, serta sanitasi  2. Sekadar diketahui sekolah belum terakreditasi. (Heri/Andi Syahruddin)

Selasa, 19 Desember 2017

Ikut Sosialisasi Narkoba di Polman Harus Bayar

Ikut Sosialisasi Narkoba di Polman Harus Bayar

Polman, Target  News
Indonesia masih dalam situasi darurat narkoba, untuk itu sangat penting dan menunjang program pemerintah pusat soal pemberantasan narkoba. Namun sungguh disayangkan sosialisasi penyalagunaan narkoba, yang dilakukan Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, peserta diharuskan membayar bagi guru serta kepala sekolah.
Belakangan setelah undangan beredar ke sekolah, terdengar informasi peserta diharuskan membayar, sontak para guru dan kepsek kaget dan protes serta mengundurkan diri untuk tidak ikut sosialisasi. Dalam setiap pembayaran dilakukan secara bervariasi yakni mulai dari 250-300 ribu rupiah per peserta katanya.
Dari beberapa informasi yang dihimpun, tenaga kependidikan, guru, kepala sekolah kaget dan banyak yang tidak mau mengikuti kegiatan sosialisasi penyalagunaan narkoba tersebut, dikarenakan pembayarannya terlalu tinggi tiap peserta, salah satu kepala sekolah yang temui media ini menjelaskan bahwa surat yang disampaikan ke sekolah itu tidak di lampirkan masalah  pembayaran. Dan kegiatan tersebut di pusatkan di SMA 2 Polewali.
Dalam isi surat itu di sampaikan bahwa, “Guru olahraga diharapkan hadir 14-12-17 pada Jam 08 Pagi dan menyusul kepalah sekolah pada Pukul 14 (jam 2 siang) Siang,” jelas kepala sekolah yang minta dirahasiakan identitasnya.
Ditambahkan kepala UPTD Pendidikan Polewali Hamka B. Tau, S.Sos, M.Si. menjelaskan bahwa, “Kegiatan ini memang pernah kami disampaikan sebelumnya, namun tidak dijelaskan kalau ada pembayaran secara bervariasi setiap peserta,” Ungkapnya, saat di temui media ini di ruang kerjanya.

Kepala UPTD Polewali Rapat mendadak dan menyampaikan ke setiap kepala sekolah Tingkat TK dan SD di Kecamatan Polewali, “Kalau Anda mampu silahkan bayar, kalau tidak agar kiranya jangan di paksakan”. (Sudirman)

Senin, 18 Desember 2017

Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Segera Cairkan Dana Bos

Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Segera Cairkan Dana Bos

Polman,Target News
Di akhir tahun ini, triwulan IV Dana Bos di tingkat SD dan SMP di Polman Provinsi Sulawesi Barat dikeluhkan  lambatnya pencairannya, padahal sejumlah kegiatan mulai dari porseni dan beberapa kegiatan lainnya sudah mulai berjalan. Beberapa kepala sekolah ditemui media ini menjelaskan bahwa, “Kegiatan yang berjalan ini, uangnya kami pinjam dari teman-teman dulu. Padahal ini kegiatan membutuhkan dana yang cukup besar,” jelasnya.
Kadis pendidikan yang di komfirmasi menjelaskan bahwa ini dana Bos di kelolah oleh dinas provinsi dan memang lambat dicairkannya, “Kalau dana tersebut sudah di cairkan oleh dinas Provinsi Sulawesi Barat, maka kami segera salurkan langsung,” jelasnya Kepala Dinas Pendidikan Polman Andi Parial Patajangi, SH, M.Si, saat di temui media ini di ruang kerjanya pada Senin pekan lalu.
Ditambahkan Muhidding selaku manager Bos bahwa, “Kami juga bingung pak, soalnya ini, sebenarnya Provinsi Sulawesi Barat yang bertanggungjawab dalam keterlambatan pencairan Dana Bos. Tapi ada hasil komfirmasi ke dinas provinsi, bahwa dalam minggu ini (16/12) akan di cairkan Dana Bos,” jelas Muhidding saat di komfirmasi melalui telepon genggamnya.
Demikian pula misalnya wilayah Sulawesi Selatan, banyak pihak sekolah mengeluhkan lambatnya pencairan Dana Bosa, coba bayangkan katanya pelajar sekarang ulangan semester dan kegiatan ekstra korikuler, kemudian tagihan rekening listrik sekolan serta biaya ‘tetebengek’ lainya, katanya ‘pusing tujuh keliling’. (Sudirman-Arman)

Minggu, 17 Desember 2017

Kepsek DDI Madatte Tidak Transparan Menggunakan Dana Bos

Kepsek DDI Madatte Tidak Transparan Menggunakan Dana Bos

Polman, Target News
Salah satu faktor pejabat alergi wartawan adalah karena adanya kebijakan yang salah, faktor lain juga terindikasinya tindak pidana korupsi misalnya. Paling dimungkinkan, pemalsuan pembukuan guna kepentingan administrasi, seperti yang tertera pada Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Pasal 9.
Halnya dengan  Ruslan S.Pd.i Kepalah Sekolah Madrasah Ibtidaiyah DDI Madatte  Kelurahan Darma Kecamatan  Polewali Kabupaten Polewali Mandar  Provinsi Sulawesi Barat, menghalang-halangi wartawan untuk mengambil data dan menggali informasi,   karena beberapa sumber media ini katanya patut di duga korupsi Dana Bos di sekolah ini.
Ketika dikomfirmasipun  kepala sekolah selalu menghindar dari kejaran pertanyaan wartawan, begitupun papan bicara tidak nampak, kata sumber tadi bahwa sudah berlangsung lama papan informasi tidak pernah diisi. Ketidak transparansian penggunaan Dana Bos jadi pembicaraan di lingkungan sekolah,  hingga berita ini diturunkan.
“Dirinya dengan Bendahara Dana Bos, tidak ada kesempatan untuk mengisinya,” ungkapnya singkat sambil berlalu, saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.
Lanjut  Ruslan bahwa, “3 hari berturut-turut bendahara Dana Bos tidak masuk sekolah, dikarenakan di periksa di Kejaksaan Negeri,” katanya beralasan (14/12).
Padahal jelas dalam aturan, setiap pengelolah Dana Bos itu harus transparansi, diatur oleh Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. (Sudirman)

Selasa, 28 November 2017

PAUD Agung Aras Dijamin Nyaman & Aman Anak

PAUD Agung Aras Dijamin Nyaman & Aman Anak

Makassar, Target News
PAUD Agung Aras Eksis Dengan Guru Sarjana PAUD
PAUD Agung Aras yang berlokasi di Jl. Palapa II No. 49 Kompleks Telkomas Kel. Berua Kec. Biringkanaya, Kota Makassar KP. 90241 Telp.(0421)590960, berbatasan dengan Perumnas Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kelurahan Tamalanrea Kec. Tamalanrea, memiliki lembaga Yayasan Pendidikan Nurul Rosyid di dalamnya, antaranya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Penitipan Anak (TPA).
Yayasan Pendidikan Yayasan Pendidikan Nurul Rosyiid merupakan tempat pendidikan  elegan dipandang dari sudut manapun, sehingga mereka orang tua/wali yang datang ‘jatuh hati’ karena prestisius  oleh tempat yang rapi dan apik, serta higienis tempatnya sehingga  mereka tulus serta ikhlas untuk menitipkan anaknya guna dibina/bimbing sesuai program pengajaran yang ada.
“Untuk membimbing anak di sini, kami mengambil sikap seperti keluarganya sendiri, sehingga anak-anak tidak terasa asing, dan bebas bermain bersama temannya. Dengan pendekatan kekeluargaan, lingkungan anak sehari-hari, membuat mereka nyaman dan aman,” jelas Rahmatia, S.pd  gamblang dengan senyum sambil melirik sesekali ke anak asuhannya.
Lanjut Sarjana PAUD jebolan UNM dengan predikat Cum Laude ini,  Pendidikan Anak Usia Dini sebenarnya memberikan kerangka dasar atau kata lain fondasinya bagi anak agar menyesuaikan diri dengan lingkungan, juga beradaptasi dalam pertumbuhan dan perkembangan berikutnya.
Lebih jauh dikatakan untuk memotivasi dengan rangsangan edukasi sejak dini sehingga dapat menumbuhkan bakat potensi tersembunyi yang terdapat pada anak. Seiring kemajuan perkembangan motorik nanti, dapat melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan potensi dan bakat yang dimiliki anak usia dini.

Sikap Orang Tua Berlebih Bisa Timbulkan Rasa Tidak Percaya Diri
Ada sebagian PAUD menjadikan orang tua/wali dasar berpijak, bahwa anaknya pintar berhitung atau sanggup menghitung dalam bahasa Inggris. Hal seperti itu katanya, menuntut capaian akademik yang memaksakan berpikir. Padahal tingkat intelegensi anak belum tentu sama dengan lainnya, sehingga yang terjadi anak jenuh  dan menjadi pemurung, rasa minder sesama temannya. Jika rasa tidak percaya yang muncul pada anak, semuanya bisa terjadi.
 Untuk itu kata kepsek yang sementara menyelesaikan semester akhir pada Strata dua PAUD (S2) di UNM, mestinya PAUD dikembalikan pada fungsinya yakni berperan dalam membantu anak menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi di sekitarnya, kemudian ia sesuaikan dengan kondisi dan situasi dirinya sendiri sebagai pengenaan berbagai pola sikap, perilaku, kebiasaan, dan sifat orang di sekitar yang akan membantu anak untuk memahami aspek-aspek psikologis dari lingkungan sosial anak.
Dalam menumbuhkembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak dengan memberi suatu situasi atau lingkungan edukatif sehingga potensi-potensi tersebut dapat berkembang optimal dan bermanfaat bagi anak itu sendiri dan lingkungannya.

Selanjutnya, fungsi bermain, karena bermain merupakan hak anak sepanjang rentang hidupnya, melalui bermain anak dapat memperoleh banyak pengetahuan dan melalui kegiatan bermain neuron-neuron otak anak berkembang dengan sangat pesat.(Andi Syahruddin)

Minggu, 26 November 2017

Nurfadila Akhirnya Tak Sekolah Setelah Bulan-Bulanan Di SMPN 1 Kahu

Nurfadila Akhirnya Tak Sekolah Setelah Bulan-Bulanan Di SMPN 1 Kahu

Bone, Targert News
Wajib Belajar 9 Tahun Gagal Di Kab. Bone
Kebutuhan pendidikan adalah hak dasar yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada seseorang, olehnya itu tidak ada orang yang berhak mengatasnamakan lembaga atau pribadi sekalipun memberhentikan peserta didik dari lembaga pendidikan, apalagi itu sekolah pemerintah yang dibiayai oleh APBN, notabene uang rakyat.
Adalah Andi Nurfadila(14) murid kelas II SMPN I Kahu Kab. Bone, sekolah  yang memiliki siswa  759 murid, guru sebanyak 47 orang, Rombongan Belajar 25, dengan Ruangan kelas 26. Sejak satu minggu jatuh sakit Nurfadila panas dingin (meriang) tahun lalu, kemudian pihak oknum sekolah mengspekulasi ketidakhadirannya  menjadi 27 alfanya di Buku Rapor diterimanya, sehingga menjadikan  alasan satu-satunya  pihak sekolah untuk tidak naik kelas. Menurut Nurfadila, “Kami ada bertiga tidak naik kelas, dua laki-laki dan satu perempuan (saya sendiri). Semuanya memilih untuk pindah, namun hingga sekarang belum ada sekolah untuk siap terima”.   
Orang tua wali Nurfadila diwakili Darwis mengakui bahwa alfa yang tertulis di buku rapor itu tidak benar, hanya satu minggu sakit. Dan itu, ada pemberitahuan sakit yang ditulis sendiri Nurfadila yang dititipkan pada temannya guna disampaikan di sekolah.
“Kalau misalnya ia alfa 27, kenapa tidak ada dari pihak sekolah memberitahukan ke orang tua wali untuk mengingatkan. Paling tidak surat yang dilayangkan ke orang tua wali,” ungkap Darwis yang menyesalkan guru BP/wali kelas  yang mestinya mewakili sekolah untuk kordinasi.
Sejak dinyatakan tidak naik ke kelas III SMPN I Kahu yang beralamat Jl. Pendidikan No. 1 Palattae Kec. Kahu Kab. Bone, Nurfadila merasa minder sesama temannya di sekolah maupun di dekat rumahnya, ketidakpercayaan dirinya muncul dan pergaulannya yang supel berasa berkurang, seakan teman-temannya mengejeknya terus, katanya.
Ancaman Kepsek
Menurut Darwis selaku orang tua wali, pernah disampaikan ke Mursakin, S.Pd, M.Pd Kepsek SMPN I Kahu maksud akan kepindahan ke MTs di Kantor Kecamatan Kahu ketika ada kegiatan Agustusan kemarin, namun ditanggapi sinis. “Bisa saja pindah, tapi tidak boleh naik kelas nanti sekolah yang ditempati pindah. Karena saya bisa saja tuntut,” ungkap Mursakin ketika itu, yang dikutip Darwis disampaikan ke redaksi.
Lanjut Darwis yang agak keberatan dengan ucapan kepsek yang agak mengandung sentimen tentang kepindahan Nurfadila, sehingga merasa tidak nyaman keluarganya menyekolahkan Nurfadila. Dan ia memutuskan untuk tidak sekolah selamanya. Padahal anak ini, menurut Darwis masih bisa dibina dan dibimbing.
“Ultimatun kepsek, jika ada sekolah yang menerima Nurfadila pindah naik, akan dituntut. Membuat orang tua wali tidak enak, dan pihak sekolah tidak  ingin menerimanya kalau naik kelas,” ujar Darwis.(Andi Herman/Darwis Makaronda)

Minggu, 01 Oktober 2017

Dua Siswa SMK Sulbar Terpilih Di Kemenhan Ikut ENJ

Dua Siswa SMK Sulbar Terpilih Di Kemenhan Ikut ENJ

Mamuju, Target News
Dua (2) siswa SMK Sulbar terpilih dari Kementerian Pertahanan untuk ikut Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ), bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui KRI Dewa Ruci milik TNI Angkatan Laut.
Dua (2) siswa asal Sulbar yang terpilih itu akan siap di berangkatkan bulan depan untuk bergabung dengan siswa dari berbagai provinsi se-Indonesia.
Menurut Drs. Tamsil, M.Si, Kepala Sekolah SMK Sulbar bahwa siswanya telah terpilih dari Kementrian Pertahanan untuk ikut dalam program Ekspedisi Nusantara Jaya yang akan diberangkatkan pada bulan Oktober mendatang. Siswa tersebut merupaka siswa kelas sebelas dari SMK Sulbar.
 Lanjut Tamsil bahwa siswa yang terpilih merupakan siswa yang telah diseleksi yang memiliki kriteria disiplin tinggi. "Dua siswa yang terpilih itu adalah merupakan siswa yang lolos dari seleksi di sekolah kami pak, dan tentunya telah memenuhi syarat sesuai permintaan dari Kementerian Pertahanan, selain itu dua siswa yang terpilih harus memiliki kemampuan untuk mempromosikan budaya Provinsi Sulbar," tutur Tamsil kepada media ini Selasa pekan lalu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat H. Andi Achmad Syukri. S.Sos, MM, sangat mengapresiasi terhadap siswa yang terpilih untuk ikut Ekspedisi Nusantara Jaya itu, tentunya hal tersebut berdasar hasil seleksi yang cukup ketat dan memiliki disiplin yang tinggi, “Saya akan kami sampaikan kepada gubernur,” kata Andi Syukri. (Musraho)


Sabtu, 12 Agustus 2017

Uhamka Jakarta Gelar Lukisan “72 Tokoh & 7 Presiden RI”

Uhamka Jakarta  Gelar Lukisan “72 Tokoh & 7 Presiden RI”


Jakarta, Target News
         Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 72,   Universitas Muhamadiyah (Uhamka) Jakarta menggelar pameran lukisan karya Sohieb Toyaroja.
        Kali ini pelukis Sohieb mengusung tema pameran 72 Tokoh Indonesia dan 7 Presiden RI.
         "Saya sebagai putra salah satu Tokoh atau Pahlawan Nasional Bung Tomo sangat mengapresasi pameran yang digagas Uhamka ini. Syukur-syukur nantinya Uhamka bisa memiliki museum tokoh nasional," ujar Bambang Sulistomo dalam kata sambutannya mewakili keluarga salah satu kekuarga Tokoh Nasional di komplek Epiwalk, Epicentrum Kuningan Jakarta Jumat (11/8).
          Lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” dipamerkan dengan display megah dan atmosfir mewah. Pameran yang digelar hingga 17 Agustus di Epiwalk Epicentrum Jakarta itu diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka bersama Rajata Kreatif Nusantara.
          “Muhammadiyah sedang melaksanakan pembangunan museum, sehingga lukisan tokoh-tokoh ini akan dapat mengisinya. Kita rawat dan teladani perjuangan tokoh-tokoh kita, agar sejarah kejayaan bangsa tidak terputus pada antar-generasi kita,” ungkap Ketua Muhammadiyah, Prof. Dadang Kahmad, MSi dalam pidato opening ceremony pameran itu.
        Rektor Uhamka, Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd, menyebut Pameran Lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” sebagai salah satu cara dalam mensyukuri kemerdekaan bangsa Indonesia. “Kita kenang dan hargai tokoh-tokoh kita. Pahami dan teladani semangat perjuangan mereka, sehingga pemikiran dan darah yang dikorbankan untuk menggapai dan mengisi kemerdekaan tidak  sia-sia,” ujar Suyatno yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia.
       Lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” seluruhnya merupakan karya Sohieb Toyaroja. Menariknya, setiap lukisan dilengkapi dengan kisah istimewa tokohnya, ditulis oleh Roso Daras, yang kemudian dikemas menjadi buku setebal 953 halaman yang diberi judul “Perjuangan Menjadi Indonesia Bukan Darah Sia-sia”. Dengan buku itu, lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” terasa semakin ‘hidup’ dan seolah siap hadir untuk berbagi pengalaman tentang Indonesia.
        Salah satu yang menyita perhatian pengunjung adalah lukisan berjudul “Obrolan 7 Presiden”, di mana Presiden RI pertama hingga ketujuh terlibat obrolan dalam suasana santai. Lukisan yang disebut sebagai masterpiece pameran ini berukuran 260 cm X 460 cm.
       “Ini luar biasa. Bagus sekali. Pelukis dan penulisnya telah bekerja dengan baik, dan Uhamka telah memelopori penggaungan rasa cinta serta bangga kepada para tokoh dan pahlawan dengan cara yang elegan. Tenang namun menggelorakan,” ungkap Bambang Sulistomo, putera Bung Tomo yang hadir dalam acara itu.
       Lily Wahid, adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, pun mengaku bangga dengan cara yang dilakukan oleh Uhamka. “Sejarah kebangsaan kita tidak boleh terputus. Dari sini bisa dipahami, bahwa Uhamka menunjukkan komitmen dan tekad menjaga keberlanjutan perjalanan berbangsa dan bernegara,” kata cucu KH Hasyim Asy’ari itu di tengah acara.
        Merwan Yusuf, pengamat senirupa dan kurator alumnus Ecole Nationale Superieur des Beaux Arts Paris, menyebut Pameran Lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” sebagai langkah besar yang membanggakan sejarah senirupa di Indonesia. “Hanya ada dua pelukis yang seperti ini, yaitu Affandi dan Sohieb. Namun baru kali ini saya menyaksikannya gagasan dan penyajian pameran lukisan yang seperti ini. Luar biasa,” katanya.
         Pameran Lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” menyita area seluas 1.800 meter persegi. Ketua Panitia, Ali Akbar, berharap pada tahun berikutnya Sohieb Toyaroja dan Roso Daras dapat bersinergi lagi dalam karya lukis dan tulis dengan menampilkan 73 Tokoh Indonesia di luar 72 tokoh yang telah ditampilkan saat ini.
          “Semoga berbagai kalangan dapat bersinergi untuk kepentingan bangsa. Saya ingin melihat jargon ‘negara harus hadir’ dapat dibuktikan oleh pemerintah untuk siapapun yang berpikir dan berkontribusi positif,” tegas pria yang juga produser musik dan penulis lagu-lagu Gong 2000 dan God Bless itu. (Tebe)

Selasa, 25 Juli 2017

Isabella Muliawati Fawzi Comeback Ngajar

Isabella Muliawati Fawzi Comeback Ngajar

Jakarta, Target News
     Sejak remaja Isabella Muliawati Fawzi presenter TV, penyiar radio dan bintang film ini sudah dekat dengan dunia anak-anak. Bahkan putri sulung pasangan selebritas Ikang Fawzi dan Marisa Haque ini pernah mengajar di Paud di dekat rumahnya di kawasan Bintaro Jakarta Selatan. 'Beberapa tahun lalu aku sempat ngajar Paud,  Indonesia Mandiri  School tahun 2008 lalu,"  Cetus wanita yang akrab di sapa Bella ini saat ditemui usai mengisi acara Program Aia Kids Care di SDN 1 Bendungan Hillir Jakarta Pusat Sabtu (22/7).
         Karenanya, ketika Bella diminta untuk mengedukasi anak-anak SDN 1 Bendungan Hillir untuk hidup bersih ia langsung menyanggupi.
         "Passion saya memang dunia pendidikan ya, makanya ketika Baznas dan AIA ngajak saya untuk mengedukasi anak-anak bagaimana pola hidup sehat dan bersih.Saya langsung hayo aja karena kangen juga ngomong di depan anak-anak," kata penyiar I radio dan Berita Satu tv ini.

          Bella memang begitu fasih dan lancar ketika menerangkan betapa pentingnya pola hidup sehat. "Dulu mamahku kan protektif banget sama anak-anaknya. Saking bersihnya dirumah kami nyaris ndak ada debu di peralatan rumah tangga. Mungkin itu yang membuat saya lancar menerangkan pentingnya hidup sehat ya? " tutup Bella sambil pamit mau siaran radio. (Mas Tris)

Minggu, 15 Januari 2017

Bombang Talluna Bira Gagal Gelar Budaya Adat & Syukuran

 
                     Bombang Talluna Bira Gagal Gelar Budaya Adat & Syukuran 

Makassar, Target News
Keluarga Besar Bombang Talluna Bira, yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan, khususnya yang terstruktur di Makassar menempati Tallo, Bira, Pannampu, Rappokalling, Rappojawa, Kalukuang, Kaluku Bodoa, Bira, Moncong Loe, dan Sudiang, serta Biringkanayya kecewa karena gelar budaya Makassar sekaligus syukuran promosi kenaikan pangkat Amran Allobaji,  tidak terlaksana.
Menurut Ahmad Yani Ketua Panitia Pelaksana gelaran Budaya Adat Makassar yang dirangkaikan dengan Syukuran Kenaikan Pangkat Amran Allobaji dari Kompol ke AKBP, menjadi buyar semua karena promosi yang ditunggu-tungu, ternyata ditunda karena sesuatu hal yang tidak jelas.
Ditanya lebih lanjut, Ahmad Yani terdiam menyerahkan kepada Kompol Amran Allobaji untuk dikonfirmasi, kenapa tidak jadi promosi kenaikan pangkatnya, “Saya tidak tahu persis, kenapa tidak jadi. Silahkan hubungi Pak Amran saja, biar jelas,” jelas Ahmad Yani mengaku persiapan acara hingga dua minggu mulai dengan kordinasi keluarga besar hingga tataletak puncak acara.

Kompol Amran Allobaji, saat bertandang beberapa kali ke kediamannya di Salodong, Bulurokeng, Makassar tak pernah berhasil bertemu. Pihak keluarga besarnya pun tidak ada berani memberikan penjelasan lebih jauh, kenapa tidak jadi promosi  kenaikan pangkat.(Andi Syahruddin)