Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Kamis, 10 Agustus 2017

Tika Pangabean Tantangan Diet

Tika Pangabean Tantangan Diet

Jakarta, Target News
     Lama wajah Tika Pangabean menghilang dari panggung hiburan, dan begitu muncuk kembali ada perubahan secara signifikan, soal postur tubuhnya yang dulu tambun sekarang menurun drastis. "Iya neh, lagi usaha diet biar kelihatan tambah cantik ya," cetus Tika ketika bincang dengan media ini, usai menghadiri soft opening restoran Madagaskar di Plaza Senayan Jakarta Senin (7/8).
         Tika mengaku cukup sulit bisa menurunkan berat badannya secara drastis, semua itu lantaran sebagai seorang selebritas sering diundang pesta dengan makanan lezat yang tentunya mengandung lemak dan membuat tubuhnya bisa kembali tambun. "Wah tantangan luar biasa berat, bayangin ketika aku nggak boleh makan enak kesukaanku. Eh, diundang makan di restoran Madagaskar ini yang makanannya sebagian besar favoritku. Tadinya mau menghindari, eh GM aku mendesak harus icip-icip makanan yang menjadi andalan restoran Madagaskar ini. Ya, mau tidak mau icip-icip tapi serba sedikit deh," ujar pentolan P Project ini menyesal.
         Komedian yang sukses membintangi sinetron OB yang ditayangkan RCTI beberapa tahun lalu mengaku kagum dengan kehadiran restoran Madagaskar yang menghadirkan tempat makan dengan suasana di hutan belantara lengkap dengan hewan-hewannya yang ganas.
         "Jujur aku salut dengan konsep yang ditawarkan restoran Madagaskar yang menghadirkan tempat makan dengan nuansa hutan belantara. Lucu dan unik, membuat kita nggak boring kalau lagi makan," ujarnya.
         Jadi ide untuk buat lagu ala P Project dong? Goda media ini
         "Ha..ha..ha....oh iya iya..boleh tuh idenya. Tar aku ngomong deh sama anak-anak (personil P project),"  jawab Tika sambil pamit karena ada jadwal di tempat lain. (Tebe)


                         

Jumat, 04 Agustus 2017

Reza The Best Actor Festival Film Asia Pasifik 2017

Reza The Best Actor Festival Film Asia Pasifik 2017

Jakarta, Target News
    Pengakuan atas kemampuan akting Reza Rahadian, tidak hanya  juri festival film di dalam negeri tapi juga dewan juri festival film mancanegara. Tepatnya pada ajang Festival Film Asia Pasifik 2017, Reza diganjar sebagai Aktor Terbaik atau Best Actor. Kemenangan aktor yang main keren di film Rudy Habibie produksi MD Pictures.
      "Pertama-tama aku mengucapkan syukur alhamdulillah, ternyata akting saya mendapat apresiasi oleh juri Festival Film Asia Pasifik 2017. Jujur, awalnya nggak tahu dan ngga pernah dengar kalau aku masuk nominasinya," kata Reza Rahadian saat ditemui di kantor Sinematek PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/8).
        Tentu penghargaan itu buat cowok keren ini sangat berarti, karena kemenangannya kali ini menjadikannya aktor Indonesia yang menang di Festival Film Asia Pacific yang sudah di gelar selama 57 tahun.
         "Bangga kalau benar,  kemenangan ini, adalah aktor pertama Indonesia yang di anugerahi trophy Best Actor," Kata bintang film peraih Pemeran Utama Pria Terbaik pada FFI 2013 lewat film 3 Hati Dua Dunia 1 Cinta.
        Sebelumnya beberapa artis Indonesia pernah meraih trophy bergengsi insan film Asia Pasifik diantaranya Christine Hakim, Widyawati, Ayu Azhari, Rima Melati, dan Ria Irawan.
    "Semoga kemenangan ini menginspirasi aktor muda, untuk terus belajar meski sudah terkenal tapi harus tetap belajar. Dan bersyukur pada Tuhan 2017 ini," ucap bintang film Perempuan Berkalung Sorban ini.
        "Apa yang diraih Reza sebagai pembuktian kalau  film Indonesia sudah bisa bersaing di kancah internasional," timpal Manoj Punjabi selaku produser film Rudy Habibie.
        Kedepan Reza berharap akan mendapat peran yang lebih menantang dari peran di film sebelumnya. "Kedepan aku berharap ada peran yang jauh lebih menantang dari film yang membuat aku meraih berbagai penghargaan baik festival film di dalam negeri maupun mancanegara,"  harap Reza Rahadian menutup perbincangan. (Tebe)



Kamis, 03 Agustus 2017

Lola Bersih-Bersih & Putar Film Gratis Di Pantai L Bajo NTT

Lola Bersih-Bersih & Putar Film Gratis Di Pantai L Bajo NTT

Jakarta, Target News
        Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 72 serta ungkapan terima kasih kepada masyarakat Labuhan Bajo Nusa Tenggara Timur.  Lola Amaria akan memutar film di pinggir Pantai Labuhan Bajo.
        "Sebagai ungkapan terima kasih kami kepada masyarakat Labuhan Bajo yang telah mendukung suksesnya pembuatan Film Labuhan Hati, artis dan kru akan memutar film tersebut secara gratis di sana," ujar Lola saat ditemui jelang keberangkatan ke Labuhan Bajo untuk memeriahkan event Indonesia Merdeka, Cinema On The Beach di restoran Le Seminyak Jakarta, Kamis (3/8).
      Lola berencana mengajak artis pendukung film Labuhan Hati seperti    Nadine Chandrawinata, Ramon Y Tungka, Kelly Tandiono dan Ully Triana.
        Selain memutar film Lola dan artis juga akan melakukan kegiatan bersih-bersih pantai Labuhan Bajo yang mulai kotor. "Jujur saya prihatin dengan Laut Labuhan Bajo yang mulai kotor karena ulah tangan-tangan iseng yang tidak bertanggungjawab," ujar artis yang betah hidup sorangan wae ini.
        Lanjut sutradara film Labuhan Hati dan Minggu Pagi di Victoria Park berharap pemda bersikap tegas kepada mereka yang telah mencemari pantai Labuhan Bajo. "Sayang banget pantai yang begitu indah jadi kotor, padahal kalau keindahan pantai dirawat akan banyak turis datang. Dengan begitu pendapatan masyarakat setempat naik dan kesejahteraan meningkat," tutup Lola Amaria dengan prihatin. (Tebe)



Rabu, 02 Agustus 2017

Film Berangkat Produksi Multivision Serba Nanggung/Mati Gaya

Film Berangkat Produksi Multivision Serba Nanggung/Mati Gaya

Jakarta, Target News
  Serba nanggung. Itulah pengamatan penulis setelah menonton film Berangkat produksi Multivision Plus. Kenapa? Karena mau ngangkat tema komedi, lucunya yang dibangun Tantra Ginting, sering nggak nyambung malah terkesan dipaksakan. Pun dengan Ringgo Agus Rahman ketika ngocol di luar frame film kocak habis, tapi ketika dibesut sutradara muda berbakat Naya Anindita justru mati gaya. Mau kisah dramanya, cinta yang dibangun Tara Budiman tidak dapat sama sekali.
       "Saya juga bingung, mau jualan apa film ini, travelling juga nggak fasih ngangkat keindahan Gunung Wijen. Dapat seratus ribu penonton, sudah bagus," ujar Yan wijaya, wartawan senior yang juga pengamat film ketika dimintai komentar soal film Berangkat usai nobar di Grand Indonesia.
      Padahal pemain yang ditampilkan artis papan atas yang memiliki kualitas akting mumpuni di antaranya Tarra Budiman,  Ayushita Nugraha  Ringgo Agus Rahman,  Tanta Ginting,  Igor Saykoji, dan Annisa Pagih.
       "Sebagai pemain saya sudah berusaha main maksimal, soal hasilnya seperti apa. Semuanya saya serahkan sama penonton, karena penonton raja." Ujar Ringgo Agus Rahman yang sedikit ragu.
          Film ini  dibuka dengan adegan yang unik  Joana, yang diperankan dengan cukup baik oleh aktris cantik Ayushita Nugraha, yang berusaha keras untuk memetik buah mangga. Joana yang tomboy suka memanjat pohon. Karena pohon mangganya tinggi sekali sehingga Joana butuh kedua sahabatnya Jano (Tarra Budiman) dan Dika (Ringgo Agus Rahman) sebagai “tangga” untuk meraih buah mangga. Dika yang paling bawah melihat sesuatu yang lebat seperti hutan belantara dari Jano yang tidak mencukur rambut di kemaluannya, hingga sepotong rambut jatuh mengenai hidung Dika yang serta merta membuat usaha petik mangga jadi berantakan. Ketiga sahabat pun berjatuhan. Ranting yang dipegang Joana bukannya mengenai mangga, tapi mengenai sarang lebah. Akhirnya, ketiga sahabat itu dikejar lebah.
        Ketiga sahabat tersebut masing-masing memiliki personality dan hobi yang berbeda.
Joana yang tomboy dan pemberani, Dika yang suka bereksperimen serta tergila-gila pada Raim (Igor Saykoji) rapper favoritnya, serta Jano yang pemalu dan memiliki ambisi untuk bertemu dengan istri masa depannya.
        Tiga sahabat ini sering melakukan road trip bersama, karena Joana, adalah salah satu mahasiswi jurusan Geologi di sebuah universitas, selalu memaksa Jano dan Dika untuk menemaninya. Kali ini, mereka akan melakukan road trip menuju Kawah Ijen untuk menemani Joana menyelesaikan penelitian geologinya. Namun, mereka menambah rencana untuk melakukan perjalanan sampai ke Pulau Dewata untuk menemani Jano bertemu dengan Kayla (Annisa Pagih), pujaan hatinya yang ia temui saat bekerja di toko buku tempat ia bekerja.

Bermodalkan budget pas-pasan serta mobil VW Combi tua yang mereka sewa di sebuah tempat rental, mereka melewati beberapa kota di Pulau Jawa dengan banyak cerita hingga akhirnya mereka bisa berkenalan dengan Gimbal (Tanta Ginting) yang menambah keceriaan sekaligus masalah dalam perjalanan mereka. Apakah Joana dapat menyelesaikan penelitiannya dengan tepat waktu? Dan apakah Jano nantinya bisa meluluhkan hati pujaan hatinya?
        Menurut sang sutradara, Naya Anindita, film tersebut tentang persahabatan dan traveling.
      "Kalau buat saya sih, enggak ada pesan apa-apa. Cuma ini film tentang persahabatan, tentang traveling, dan itu aja. Pesannya kembali kepada penontonnya masing-masing," tukas Naya Anindita. (Buyil)



Ernesst Prakasa Jadi Produser Film

Ernesst Prakasa Jadi Produser Film

Jakarta, Target News
   KOMIKA yang tengah naik daun, Ernest Prakasa setelah sukses menyutradarai film Cek Toko Sebelah. Ernest kini mulai mengembangkan sayap menjadi produser film Underdog bergandengan produser kawakan Chand Parwez Servia.
      "Kalau selama ini sebagai pemain saya kan serba dilayani, sekarang saya ingin melayani. Makanya saya coba sesuatu yang baru, mau jadi produser. Kita mulai shooting tanggal 24 Maret ini. Film The Underdog," kata Ernest saat ditemui saat peluncuran trailler dan poster film Underdog di kawasan Tamrin Jakarta Pusat.
      Seperti latar belakang Ernest yang seorang komedian, maka film yang diproduksi benang merahnya tetap komedi.
       "Kan banyak pengamat bilang kalau mau banyak penonton buatlah film komedi, untuk itu saya belum berani keluar dari genre komedi," kata Ernest.
         Selain itu Ernest mengungkapkan kalau film terbarunya itu tetap mengangkat kaum marginal yang terpinggirkan. "Jadi saya ingin kalau membuat film, ada masyarakat yang terwakili. Biar mereka bisa bercerita pada orang terdekatnya, dengan begitu pasti akan memancing keluarganya untuk datang ke bioskop," pungkas Ernest.
      Rencananya The Underdog akan dirilis pada Desember 2017. Film Ernest sebelumnya, Cek Toko Sebelah, dirilis pada Desember 2016.
       "Baru akan rilis Desember. Dua film dirilis di situ (Desember) rasanya pas saja. Karena sudah dua kali, siklusnya sudah terbentuk," ujar komika jebolan ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV tersebut.
     Sebelumnya, film karya Ernest Prakasa, Cek Toko Sebelah, mencetak sukses. Film tersebut berhasil menjaring lebih dari 2 juta penonton.
      "Nggak berani berandai-andai, penonton film kita 'kan memang susah ditebak," tutup Ernest Prakasa. (Tebe)



Nikita Willy Surprise Disutradarai Jose Poernomo

Nikita Willy Surprise Disutradarai Jose Poernomo

Jakarta, Target News

       Selama ini Nikita Willy terkenal dengan sinetron melow yang menguras air mata. Untuk itu Niki, begitu ia biasa disapa ingin mencoba akting diluar pakemnya selama ini. "Sebenarnya aku udah lama ingin akting di luar cerita drama yang selama ini aku mainkan. Tapi baru kali ditawari," cetus Nikita saat peluncuran poster dan taiser film Gasing Tengkorak di bioskop Metropole Jakarta Pusat, Rabu (2/8).
        Bintang sinetron yang mengorbit namanya setelah main cantiik di sinetron Putri Yang Ditukar ini bisa langsung terpikat main film bertajuk Gasing Tengkorak besutan Jose Poernomo, sutradara yang banyak sukses menggarap film setan-setanan. "Aku mau main film tema  horor, karena sutradaranya Oom Jose Poernomo yang terkenal film-filmnya selalu box office jadi aku kepingin dong di arahkan oleh beliau. Alasan kedua karena ceritanya mengangkat cerita dari Minang yang notabene budaya leluhurku," kata Niki.
          Niki pun mengaku surprise bisa bekerjasama dengan Jose Purnomo. "Pantesan film-filmnya sukses, karena penggarapannya serius. Walau cerita horor tapi berkelas, jadi aku merasa beruntung bisa diarahkan oleh Oom Jose," aku Nikita sembari tersenyum menawan.
        Artis yang mengawali kariernya lewat sinetron Bulan dan Bintang dan mengorbit setelah membintangi sinetron Putri Yang Tertukar ini menegaskan, sekalipun ia main film horor tapi mengaku tidak turun derajat. Semua itu karena ceritanya berkelas, "Aku nggak merasa turun derajat, karena kisahnya horor dari kalangan jetset. Makanya propertinya pakai jet pribadi segala," tegas artis yang juga terjun sebagai penyanyi ini.
          Sebagai bintang akting laris, akting drama sudah santapan sehari-hari tapi begitu akting ketakutan diakui Niki, begitu ia biasa disapa jadi masalah. "Akting takut kesannya gampang ya, cuma teriak-teriak atau apalah. Tapi aku yang menjalani, ternyata akting ketakutan nggak gampang. Makanya aku takut membuat sutradara kecewa,"  pungkas Nikita Willy. (Tebe)

Selasa, 01 Agustus 2017

Deddy Corbuzier Jaga Eksistensi Aktif Di Youtube

Deddy Corbuzier Jaga Eksistensi Aktif Di Youtube

Jakarta, Target News
     Sebagai seniman  Deddy Corbuzier selalu gelisah, ia selalu berusaha menghadirkan sekaligus mengasah kreativitas seninya. Apalagi ia memiliki sarana untuk menyalurkan kreativitas seninya agar bisa disaksikan puluhan juta followernya di youtube seperti pada Corbuzier Dance. https://youtu.be/ cB xKtqi 25s
       Untuk bisa mengimplentasikan kreativitasnya, Deddy  menggandeng sederet YouTuber untuk mewujudkan mimpinya, yakni menari. Deddy mengutarakan keinginannya pertama kali kepada Reza Oktovian.
        "Sebagai seniman saya harus terus berkarya untuk terus menjaga eksistensi saya di dunia hiburan. Kalau kemudian saya berkarya di youtube, ya, ini sarana yang sangat efektif dan lagi dinilai masyarakat dunia," ujar Deddy saat silaturahmi dengan Forum Wartawan hiburan di rumahnya di kawasan Bintaro Tangerang Selatan Minggu (30/7).
      Lantaran ia tidak pernah bersentuhan dengan dunia tari, membuat Deddy stress ketika diminta menari oleh Reza youtuber kondang.
        "Jujur aja stres. Lo enggak lihat muka gue senep gitu? Itu ketawa dipaksa-paksain kali. Jadi kalau ada tawaran dari TV suruh begitu (menari), gue bilang no. Enggak mau,” ungkap Deddy seraya tertawa.
       Deddy menambahkan “Jujur aja gue langsung yang, ‘Hah? Gimana? Sorry?’ Hahaha. Dia bilang, ‘Udah banyak banget yang nawarin ini, tapi gue enggan, gue mau elu yang ngelakuin ini dan ngerjain ini’. Ya udah langsung gue kumpulin orang-orang termasuk Eka (Gustiwana), Daniel, Wendy (Walters), dan sebagainya.
     Diakui pria bernama lengkap Andreas Deodatus Deddy Cahyadi Sunjoyo, ternyata menari itu memang sulit dilakukan. Bahkan, ia sempat jatuh beberapa kali dan celana robek.
      Walau menarinya bagus dan terkesan profesional dengan ia menolak , Deddy menjawab,”Saya sih enggak bakal pernah lagi, ya”.
       Setelah meninggalkan dunia sulap, ia melebarkan sayap ke profesi lainnya, seperti di antaranya pembawa acara, bintang film, dan kini menjadi YouTuber dengan merilis video ‘Gue Juga Bisa!’ yang menghebohkan di mana ia menyanyi lagu ‘Better Love’ dan juga menari. Hal ini dilakukan untuk memberikan kejutan pada anaknya, Azkanio Nikola Corbuzier yang akrab disapa Azka.
       “Kalo lagi di gym gue suka muter lagu-lagu tua kayak The Beatles, Queen. Terus dia nanya can you (bisa nggak)? Kan dia nonton yang muda-muda. Gue bilang, oh yes. Pengen ngasih liat dia aja it’s possible,” kata Deddy Corbuzier  dengan tertawa lepas.
         Lebih lanjut, saat syuting video ‘Gue Juga Bisa!’, Deddy mengaku empat kali terjatuh dan empat kali ganti celana karena robek. “Pas syuting ada koreografernya juga. Jadi mereka nari, saya ikutin nari,” ungkapnya.
      Deddy menjelaskan soal menari  bukan kali pertama kalinya ia menari karena ia pernah melakukan saat Azka berumur tiga tahun. Tapi, ini adalah pertama kali aksinya diunggah ke YouTube. “Ada yang kakinya naik ke atas itu, jadi 4 kali jatuh. Cidera sih nggak. Satu kali ke guling gitu ke depan. Untung ini videoklip, jadi bisa dipotong,” paparnya.
        Meski sulit, ia rela melakukannya demi Azka. “Jujur aja stres. Lo nggak lihat muka gua senep gitu? Itu ketawa dipaksa-paksain kali. Jadi kalau ada tawaran dari TV suruh begitu gue bilang no. Nggak mau,” tandas Deddy.
        Alhasil, Deddy sukses menelurkan karya seperti film dan video untuk ditampilkan di YouTube. “Memang gagalnya banyak. Gue bikin YouTube juga bagusnya baru-baru ini. satu sampai dua bulan ini berhasil dan trending. Dulu gue pernah coba tapi berantakan semua,” lanjutnya.
        Keberhasilan tersebut, kata Deddy, tak lepas dari dukungan para kreator YouTuber semisal Eka Gustiwana. “Gue youtube udah berapa tahun. Naiknya baru dengan bantuan anak-anak muda ini (Eka dan Reza),” aku Deddy.
        Dalam video ‘Better Love’, Deddy juga turut mengajak anak-anak muda lainnya untuk terlibat sebagai koreografer, editor, director of photography, dan lain-lain.
       "Biar karyaku fresh ya harus melibatkan anak-anak muda," pungkas Deddy Corbuzier. (Tebe)