Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Minggu, 17 Desember 2017

Masqa Band Dengan Identitas Topeng

Masqa Band Dengan Identitas Topeng

Jakarta, Target News
      Banyak cara seniman musik dalam mencari identitas grup band yang baru dibangun nya. Salah satunya mengenakan masker seperti yang dilakukan Kuburan band yang akhirnya mencapai popularitas. Dengan alasan mencari tampilan yang beda dengan grup band yang ada. 4 anak muda yakni Ebiet (keyboardis), Arluna (vokal 1), Mimut
(vokal 2) dan Lukman (drummer)  yang mengibarkan bendera Masqa.  Sesuai dengan namanya Masqa yang punya makna topeng, imej performance band ini sangat identik dengan topeng yang selalu
dipakai disetiap penampilannya baik saat pembuatan video klip. pemotretan maupun saat live perform. “Bukannya mau bersembunyi dibalik topeng tapi biar lebih terlihat fashion dan terkesan uniqly aja dan bisa jadi ciri khas kami, “ kata Ebiet yang merupakan pentolan band Masqa.
Berawal dari hoby bermusik, Ebiet yang lihai dalam bermain musik keyboard banyak menciptakan lagu-lagu bagus yang sayang
jika tidak dipublikasikan menjadi sebuah karya album yang bisa diapresiasi oleh pecinta musik tanah air. Dan setelah bertemu dengan
partner yang punya satu misi dan visi dalam bermusik akhirnya terbentuklah Masqa pada awal Tahun 2017. Sebagai gebrakan perdana Masqa menggelontorkan Album Perdana Masqa dengan title
Persembahan Untuk Cinta ini berisi 7 lagu, dengan lagu andalan yang mereka harap bisa menembus belantika musik Indonesia adalah
Kenangan Abadi, Cewek I love you dan Asa.
      Untuk lagu yang jadi unggulan ini Masqa berkolaborasi dengan vokalis multi talenta Aeman yang juga pencipta lagu kenangan abadi. Mengangkat tema true story dengan mengusung genre pop kreatif  Masqa berharap

karyanya bisa diterima pasar musik Indonesia. "Kalau melihat materi lagu Cewek I Love You, Masqa sepertinya bakal diterima pecinta yang tengah menunggu kehadiran grup band dengan tampilan yang beda dengan mengusung musik era tahun 90 an," ujar Oppie Andaresta saat di daulat sebagai testimoni kehadiran Masqa band di Aruba Restoran di kawasan Blok M Jakarta Selatan. (Tebe)

Dana Desa Parangina Tidak Ikuti Aspirasi Warga

                   
                        Dana Desa  Parangina Tidak Ikuti Aspirasi Warga   
        
Bima, Target News
Warga Petani Mosi Tidak Percaya Ke Aparat Desa Perangina
Masyarakat Desa Parangina Kec Sape Kab. Bima NTB, antusias gotong royong membangun talut,  penyambung irigasi, meski  tak mendapat dukungan dari dana desa dan kecamatan, serta aparatnya. Dana didapatkan dari  swadaya guna  perbaikan talut yang patah sejak musim hujan awal Tahun 2017 lalu.
Pelaksanaan cor talut dan penyambung saluran irigasi So Lati dengan So Tolo Mbaa, So Lewi Bajo dan So Tolo Jawa sepanjang 5 M dan lebar 1 Meter lebih, dengan sayap kiri-kanan 40 meter, hingga berita ini diturunkan baru  masing-masing 20 meter, padahal sudah seminggu kegiatan berlangsung belum juga selesai (Kamis, 14/12.2017).
Dana swadaya warga sebesar 10 juta dan di bantu  50 zak semen oleh pemda, sementara bahan material batu serta pasir diambil dari sungai terdekat, supaya terlaksana cor gantung talut serta membangun berapa meter sayap, diperkirakan  kegiatan tersebut menelan anggaran Rp 25 juta, termasuk membangunan sayap kiri-kanan, agar tidak terkikis oleh banjir.
 "Talut Penyambung ini merupakan saluran utama untuk ketiga So, dengan  luas areal dialiri 200 Ha.Tentu berguna pada musim tanam padi dan bawang merah di awal Tahun 2018," keluh H. Harun tokoh masyarakat dengan nada kecewa terhadap pemerintah desa.
Soalnya ketiga  kelompok tani menantikan partisipasi aparat desa-tak juga kunjung datang, akhirnya masing-masing Ketua Kelompok Tolo Mba'a,  Ketua Kelompok Lewi Bajo Raya Mura, Bunyamin dan Ketua Kelompok Tolo Jawa, mewakili Hajairin mengatakan dengan menyayangkan kelakuan aparat desa, kegiatan warga tanpa perhatian dari  pemerintah desa setempat. Padahal nyata-nyata kebutuhan warga yang mendesak, diperlukan baik dukungan moril maupu finansial.
Ketidak percayaan  masyarakat, membuat mosi tidak percaya terhadap keberadan oknum-oknum aparat di Desa dan BPD Parangina Kec Sape Kab. Bima NTB. Mereka menganggap tidak berkomitmen kepada kepentingan masyarakat, hanya mementingkan diri dan kelompoknya saja katanya.
Gotong Royong Tidak Terjalin Antara Aparat & Warga Tani
“Masyarakat tidak boleh takut lagi, terhadap kebobrokan pada aparat desa, padahal jelas sudah diusulkan pada musrembangdes, tetapi tidak di cantumkan oleh BPD dan Aparat desa setempat," ujar Ketua Kelompok  Tani tadi beserta anggota saat kegiatan pengerjaan pembangunan talut di lokasi.
Menurut warga tani, Ketua Poktan beserta anggotanya mengingatkan, kepada pemerintahan desa, supaya memperhatikan dan serius terhadap aspirasi masyarakat, mengedepankan koordinasi, supaya terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat katanya. (Edi Mulyadi)


Shandy Aulia Setelah 14 Tahun

Shandy Aulia Setelah 14 Tahun

Jakarta, Target News
          Shandy Aulia mengaku surprise bisa main bareng dengan Samuel Rizal setelah 14 tahun berpisah. Dan kebetulan Shandy dan Samuel Rizal didapuk main bareng dengan judul filmnya yang sama seperti 14 tahun lalu 
Eiffel... I'm in Love produksi Soraya Intercine Film. "Puji Tuhan ya bisa main Film seperti 14 tahun lalu, nggak mudah lo dalam rentang waktu yang lumayan lama bisa main bareng dengan judul yang sama," ujar Shandy saat bincang dengan media ini di kantor Soraya Intercine Film di kawasan Menteng Jakarta Pusat baru-baru ini.
         Sekalipun sudah 14 tahun tidak pernah main satu frame di Film layar lebar tapi tidak membuat Shandy canggung. "Sebelum syuting produser dan sutradara kasih kesempatan semua pemain untuk reading selama enam bulan. Disamping itu, kita berdua kebetulan ada project sinetron, jadi membuat kami gampang beradaptasi," jelas artis yang mengorbit namanya lewat Film Iiffel In Love ini sambil senyum sumringah.
      Shandy berharap Film yang bakal beredar awal tahun 2018 ini bisa meraih sukses seperti sekuel pertama yang raihan penontonnya mencapai 2,7 juta orang. "Semua pemain pastinya berharap lebih sukses dari sekuel pertama, tapi semuanya kita kembalikan sama Tuhan. Kita tidak boleh takabur,"  katanya serius.
      Tapi Shandy optimis Film yang digarap Rizal Mantovani kali ini bakal diburu penikmat Film Indonesia. "Kalau dilihat dari sambutan di medsos, saya optimistis kalau film Iiffel In Love kali ini bakal diburu penyuka Film Indonesia," ujarnya.

      Sayangnya Shandy tidak berani menyebutkan angka jumlah penontonnya. "Lihat saja  nanti, karena yang pasti  hanya milik Tuhan. Kita tinggal berdoa dan berharap ya,". Tandas Shandy Aulia. (Tebe)

Senin, 11 Desember 2017

Bentuk Tim Pemenangan ‘Prof Andalan’

Bentuk Tim Pemenangan ‘Prof Andalan’

Jeneponto, Target News
Rapat finalisasi pembentukan tim pemenangan ‘Prof Andalan’ untuk Kabupaten Jeneponto berjalan lancar dan aman, pasalnya rapat pembentukan tim ini untuk membantu Ketua Umum H. Jufri Lalang yang sebelumnya sudah diputuskan secara aklamasi untuk menakhodai tim relawan ini. Katanya salah satu peserta, “Rapat ini yaitu penggabungan relawan-relawan yang sudah terbentuk  jauh-jauh sebelumnya seperti,  Nurdin.Abdullah Community, (NAC), Pandawa, Barisan muda, Gerrhana dan tim keluarga bentukan Kr. Sila”.
Rapat finalisasi ini untuk menentukan siapa yang akan menjadi korcam dan kordes untuk membantu pergerakan dalam rangka memenangkan ‘Prof Andalan’ pada kontestasi pilkada gubernur dan wagub Tahun 2018-2023.

Rapat ini dilaksanakan di rumah pemenangan Prof andalan di Jl. Poros Bantaeng -Jeneponto/pammenfkang bulo-bulo. Dan rapat ini diikuti sekitar 100 orang yang berasal dari 11 kecamatan. Rapat ini dipandu fasilitator dari tim kordinator pemenangan  provinsi yaiu  BAMS (Bahmid). (Andi Syarif Mallarangan)

Minggu, 10 Desember 2017

Petani Bima Dipaksa Beli Pupuk Petrobio

Petani Bima Dipaksa Beli Pupuk Petrobio

Bima, Target News
Petani Selalu Dalam Posisi Tawar Paling Rendah
Memasuki masa tanam Januaari 2018, pada akhir Tahun 2017 ini, masyarakat petani penggarap sawah Kab. Bima sudah mulai riuh rendah  menyuarakan ketidakadilan di tengah masyarakat. Sejak musim panen raya tiba, petani disibukkan dengan harga gabah rendah, kini pupuk bersubsidi Urea sengaja dilangkakan oleh para spekulan yang ada di Kota Bima dan Kab. Bima, sehingga bisa mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari petani.
Ironisnya pupuk langka di akhir Tahun 2017, pupuk Urea dijual Paket dengan Petrobio Non Subsidi dengan harga tinggi, jika petani tidak mau Petrobio jangan harap mendapatkan pupuk bersubsidi Urea. Berkali-kali para petani katakan bahwa uang mereka tidak cukup untuk membeli Petrobio, namun agen tidak menerima alasan karena keuntungan yang menjanjikan tadi.
Dengan terpaksa para petani membeli untuk memenuhi persediaan pupupknya masa tanam Januari 2018, meski ia mengetahui ‘dikadali’ para spekulan pupuk dengan harga tinggi. Bayangkan saja katanya pupuk bersubsidi Urea dibandrol Rp 100ribu(seratus ribu rupiah) padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) @Rp 90.000,-.per zak (50 kg). Jika diambil 2(dua) zak  berarti petani harus keluarkan Rp 200ribu.
Harga Pupuk Seenaknya Ditentukan Oknum Distributor
Belum pupuk non subsidi Petrobio yang diharuskan petani mengambilnya dengan harga Rp 100ribu untuk ukuran kemasan 5(lima) kg, jika hendak mengambil pupuk bersubsidi Urea. “Belakangan harga pupuk Petrobio diturunkan harganya menjadi Rp 80ribu karena mendapatkan protes petani, padahal sudah banyak petani telanjur mengambilnya dengan harga tinggi,” ungkap petani yang tidak mau disebutkan identitasnya. 
Meski begitu, petani tetap berjubel antri di depan agen pengecer di masing-masing desa untuk membeli pupuk guna mengamankan stock pupuknya, mereka khawatir terjadi kelangkahan pupuk di Januari 2018 mendatang, seperti yang terjadi di UD Oi Jangka Desa Parangina Kec. Sape Kab Bima pada Jumat (08/12/2017). Pada pukul 13.00 Wita, warga berebutan hingga cekcok mulut untuk mendapat pupuk Urea bersubsidi senilai Rp 100.000 per zak. Sekadar diketahui pupuk subsidi yang diterima oleh UD Oi Jangka sebanyak 8,5 Ton ludes habis ketika diserbu oleh warga.
Penjualan serupa di agen pengecer UD Usaha Tani, pada pukul 16.00  membagikan pupuk kepada masyarkat, dengan sistem penjualan paket, 2(dua) zak Urea dan 1(satu) bungkus pupuk Petrobio dengan harga paket Rp 280.000. Kedatangan pupuk ini, lewat rekomandasi petugas pertanian dan Rencana Definitif  Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Warga sangat menyayangkan para agen pengecer menjual pupuk bersubsidi dengan sistem paket mencapai Rp 300.000, dengan rincian  1 bungkus Pupuk Petrobio  berisi 5 Kilogram(Kg) non subsidi di bandrol harga Rp 100.000 dan 2 zak Urea bersubsidi di hargai @Rp 100.000 per zaknya.
Sementara Ditempat lain, seorang warga yang tidak mau  namanya disebut,  menyampaikan pada media ini di lokasi, ia membeli paket pupuk di desa lain di waktu yang sama, sebesar Rp 125.000 terdiri dari 1 zak Urea dan 1 bungkus plastik pupuk petrobio berisi 2 kilogram. “Saya jadi bingung, kenapa terjadi perbedaan harga antara satu agen dengan agen lainnya,” katanya dengan serius.
Di lokasi yang sama, warga lain tanggapi kelakuan spekulan, namun sebelumnya ia berpesan agar identitasnya  dirahasiakan. Mengaku menghubungi orang tertentu, “Ia beritahukan saya, bahwa pupuk petrobio 1 bungkus berisi 5 kg berharga 40.000 saja, dan jika dijual Rp 100.000, mencapai 120 porsen dari harga semula, ” ungkapnya menerka-nerka oknum distributor mempermainkan harga.
Menanggapi harga pupuk di tengah masyarakat, Sekretaris KUPT Pertanian Kec. Sape,  Ir. Abdul Haer di lokasi, "Pihaknya hanya memantau pupuk Urea yang bersubsidi saja, dengan harga jual Rp 100.000 per zak, masih berkatagori harga yang wajar, belum ke harga tidak wajar, sekalipun harga HET nya sekitar  Rp 90.000 per zak Urea tersebut. Dan kami sudah koordinasi dengan pemilik agen pengecer UD Usaha Tani dan Oi Jangka, supaya menjual petrobio kurang dari 100.000, tidak terlalu memberatkan masyarakat”.
Lanjutnya, "Pupuk yang masuk di Kec. Sape untuk bulan ini, sebanyak 200 ton. Seperti di UD Oi Jangka mendapat jatah 10 ton, dan yang di angkut sekarang 8,5 Ton. Itu disesuaikan muatan mobil, jadi tersisa 1,5 ton. Serta untuk UD Usaha Tani sebanyak 15 Ton, dan di muat dua kali,” ungkap Sektaris KUPT.
Pada pukul 18.30 pemilik UD Oi Jangka, pada media ini harga paket 2 zak Urea dan 1 Petrobio sudah di kurangi menjadi Rp 280.000, atas saran dari petugas pertanian dan berkoordinasi juga dengan distributor utama di  Kota Bima.

Pembagian pupuk pada hari Jumat (08/12/17) ba'da Sholat Jumat di UD Oi Jangka dan sorenya di UD Usaha Tani, di pantau langsung oleh  Syahruddin, SP, Kepala KUPT, Sekretarisnya, Ir. Abdul Haer, juga staf nya bernama Ismail bersama Babinsa Desa Parangina Kopda Aladin.( Edi Mulyadi)

Pencanangan Kampanye Film Digelar Serentak di 5 Kota

Pencanangan Kampanye Film Digelar Serentak di 5 Kota

Jakarta, Target News
      Dalam rangka pencanangan Gerakan Kampanye Film Indonesia, Pusat Pengembangan Film (Pusbangfilm) Kemendikbud menggandeng Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya memggelar Semiloka Kampanye Film, yang akan digelar serentak di 5 Kota, Bandung, Jakarta, Malang, Maros dan Padang.
          "Nanti pada hari Selasa tanggal 12 Desember kami akan serentak melakukan pencanangan Gerakan Kampanye Film Indonesia di 5 kota. Salah satunya dengan teman-teman Wartawan yang tergabung di Forwan yang akan di selenggarakan di Wisma Arga Mulya Cisarua, Bogor Jawa Barat," ujar Kholid Fatoni Kepala Tata Usaha Pusbang Film.
         Nantinya Gerakan Kampanye Film akan dilakukan di seluruh Indonesia mulai tahun 2018. "Kami harapkan dari Gerakan Kampanye Film ini, masyarakat makin mencintai film Indonesia," tegas Kholid.
        Sementara Tresnawati selaku Ketua Semiloka Kampanye film mengungkapkan panitia akan menghadirkan narasumber Kapusbang Film Dr. Maman Wijaya, Ody Mulya Hidayat serta Jimmy Harjanto dari Gabungan Pungusaha Bioskop Indonesia. Selain menggelar kampanye Film panitia juga menggeliat Semiloka Pertelevisian yang mengangkat tema Gonjang-Ganjing Undang-Undang Penyiaran dengan narasumber Dr. Ishadi SK, Ketua Asosiiasi Televisi Swasta Indonesia, Helmy Yahya, Direktur Utama TVRI dan Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB/anggota DPR RI komisi 1. Sementara Indra Yudhistira Ramadan Presiden Direktur Indonesia Entertainment Produksi akan mengususng tema TV Konvensional vs TV Digital.
           Sebagai pamungkas Semiloka dari kalangan insan musik yang akan mengangkat tema persoalan Plus Minus Musik Cover Version. Di sesi ini menghadirkan pelaku industri musik seperti Rahayu Kertawiguna (Produser Nagaswara), Muhammad Roem Aziz (KFC Musik), dan Agi Sugiyanto (CEO Pro Aktif).
          "Dengan narasumber dari para profesional di bidangnya, kami harapkan bisa memberi pencerahan kepada anggota Forwan sebagai pesertanya dan kemudian bisa menyebarkan ke masyatakat luas. Sehingga target Kampanye Film sendiri bisa tercapai," ujar Tresnawati.
    Selain semiloka, acara diawali dengan Orientasi Wartawan bagi anggota Forwan yang ingin menjadi anggota PWI. Orientasi yang diselenggarakan Senin (11/12) akan menghadirkan pembicara Endang Werdiningsih (Ketua PWI Jaya), Kesit dan Sayid )sekretaris PWI Jaya). Sementara di hari ketiga akan diisi dengan Media Vaganza yang antara lain akan menampilkan pembicara seorang apoteker dari PT Kimia Farma yang akan memberikan pembekalan mengenai penggunaan obat secara rasional.
    ‘”Materi penggunaan obat secara rasional ini penting, sebagai bekal bagi teman-teman wartawan agar dapat mengelola kesehatan diri dan keluarganya dengan baik, dimulai dengan penggunaan obat yang rasional,’’ tutur Tresnawati.(*)

     

Selasa, 05 Desember 2017

Penemuan Tengkorak Bayi Di Kota Bima

Penemuan Tengkorak Bayi Di Kota Bima

Bima, Target News
Sungguh keji pelaku pembuangan bayi, yang telah diidentifikasi meninggal dua minggu lalu, ditemukan dalam bentuk  bangkai dibungkus sarung merah  Selasa (5/12, 2017) jam 08.15 Wita , berlokasi di Rt 22/08 Lingkungan Ule Kel. Jatiwangi.
Kronologis , Piket Polsek Asakota menerima info dari warga bahwa di Ling. Ule ada penemuan mayat bayi. Selanjutnya Kapolsek beserta anggota menuju TKP, tepatnya di dalam semak belukar ditemukan sarung berwarna merah dalam keadaan sudah terbuka dan di atasnya terdapat bangkai yang tidak berbentuk dan berbau busuk.
Menurut  Muslimin, 30, warga Lingk. Ule ke Polsek Asakota bahwa sekitar  07.30 yang bersangkutan  ke sekitar TKP dengan maksud hendak mencari buah Kinca, namun tiba-tiba melihat sarung warna merah yang dikerumuni lalat dan sebagiannya terkubur. Setelah itu, yang bersangkutan langsung kembali ke Kampung Serae dan mengabari warga. Bersama Bhabin Serae mereka kemudian kembali ke TKP dan membuka sarung tersebut sambil mengabari Polsek Asakota.
Yulianti ,38, Rt 04/02 Kel. Serae mengaku kalau dia mengetahui info dari  Muslimin dan langsung menelpon Bhabin Serae agar sama-sama ke TKP. Selanjutnya Bhabin Serae minta tolong ke tukang ojek agar mampir memberitahu di Polsek Asakota.
Atas keterangan kedua saksi tersebut dan untuk memastikan bangkai yang ditemukan, Kanit Reskrim Polsek Asakota membuat pengantar VeR di RSUD Bima dan membawa bangkai tersebut ke RSUD Bima.
“Tengkorat bayi tersebut ditemukan Muslimin warga setempat dalam semak-semak, saat mengambil buah kinca di sekitar pembuang sampah jalan lintas Melayu Kolo,” aku Kapolsek Asakota Kota Bima NTB, IPTU M Lutfi Hidayat.  
Lanjutnya, saat ini Kepolisian lagi mendalami dan menyelidik pelaku pembuang bayi tersebut. Demikian juga untuk jenis kelamin bayi masih diidentifikasi katanya.(Abd. Rahim, SH)