Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Rabu, 28 Maret 2018

Pemilik Virgo Putra Films Ferry Anggriawan Target 3 Film Setahun


Pemilik Virgo Putra Films Ferry Anggriawan Target 3 Film Setahun

Jakarta, Target News
     Di era tahun 90 an nama Virgo Putra Films sangat beken,  semua itu karena selain produktif,  film-film produksi Production House milik Ferry Anggriawan ini diburu penikmat film Indonesia.  Seiring mati surinya industri film Indonesia saat itu nama Virgo Putra Films ikut tenggelam.  "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kami akui,  kami termasuk belakangan ketimbang ph lain ketika industri film kembali bergairah seperti beberapa tahun belakangan.  Kami  Comeback  atau hadir kembali dengan film Serendipity ini," Ujar Ferry Anggriawan usai launching triller film Serendipity di Jakarta Selasa (25/3). 
        Meski baru mengawali dengan film drama remaja Serendipity, setelah tidur panjangnya,  namun Ferry sudah pasang target dalam setahun 3 judul film yang akan di produksi Virgo Putra Films.  "Untuk sementara 3 judul film dulu,  tapi kalau memang situasinya memungkinkan kita tingkatkan kuantitasnya," ujar mantan suami artis Meriam Bellina ini. 
        Sebagai produser berpengalaman, Ferry mengatakan tidak akan tancap gas untuk bersaing dengan rumah produksi yang sudah mapan seperti StarVision, Soraya Film dan Rapi Films.  "Kita pelajari dulu medannya,  kondisi sekarang kan jauh berbeda dengan tahun 90.  Jadi kami mesti pelajari petanya.  Biar gak salah langkah," tegas Ferry. 
      Ferry mengatakan pilihan memproduksi film drama remaja yang ceritanya diambil dari novel best seller Serendipity.  Semua itu karena ia ingin agar film produksinya bisa dinikmati oleh penggila Novel Serendipity karya Erisca Febriani itu. 
        "Setiap produser ingin filmnya banyak ditonton banyak orang. Pun dengan kami,  makanya kami produksi film dari novel best seller," " pungkas Ferry Anggriawan. (Nia Kurniati) 

Minggu, 25 Maret 2018

Pusbangfilm & Parfi 56 Dialog Antar Millenial “Future Destination”

                           
Dialog Antar Millenial “Future Destination”

Jakarta, Target News
Dalam rangka peringatan hari film Nasional 2018 Pusat Pengembangan Film Kemendikbud, kerja bareng Rumah Millenial.  Kali ini masih membahas mengenai industri perfilman Indonesia. Diskusi dan berdialog mengenai Local vs Foreign: Film Indonesia Berprestasi.
           Rangkaian acara ini dikemas dalam tiga sari, yang mana seri pertamanya telah diselenggarakan pada bulan Februari lalu dengan mengangkat tema 'Pendalaman dan Belajar Membangun Karakter dalam Sebuah Film’.   
       Selanjutnya, seri kedua dari Future Destination diselenggarakan pada 24 Maret 2018 di XXI Plaza Senayan, ll, Asia Afrika, Jakarta Pusat. 
       Penyelenggaraan seri kedua dari Future Destination ini sekaligus untuk memperingati Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret mendatang. Masih membahas mengenai industri perfilman Indonesia, kali ini peserta diajak berdiskusi dan berdialog mengenai 'Local vs Foreign: Film Indonesia Berprestasi’. 
      Berbicara mengenai industri perfilman, tentu tidak akan terlepas dari pembahasan seputar tilm dan bioskop. Belakangan ini, judul film Indonesia sudah semakin mudah ditemui di Iayar bioskop. Berbeda dengan periode tahun 90 an yang mana industri perfilman Indonesia dianggap mati suri. Pada tahun 2016, jumlah penonton film Indonesia mencapai angka 36 juta dengan 124 judul film. Meningkat 55% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sekaligus merupakan yang terbanyak dalam kurun waktu sewindu terakhir. Ini tentu tidak terlepas dari campur tangan pemerintah, rumah produksi, pengusaha bioskop, dan yang terpenting adalah daya cipta para insan seni, kreator, dan penggiat film di Indonesia. Industri perfilman Indonesia semakin 'menunjukkan pertumbuhan yang positif. Tidak hanya dilihat dari jumlah penonton yang meningkat drastis dan banyaknya judul film Indonesia yang di release, melainkan pula aspek kualitas film yang semakin membaik. Beberapa film Indonesia bahkan sempat menjadi pembicaraan hangat di kancah internasional karena prestasi yang ditorehkannya. Proyek film herkualitas berhasil mewakili Indonesia di berbagai festival film bergengsi dunia. Sebut saja film ’Laskar Pelangi’ yang meraup lehih  6 juta penonton, serta memperoleh sederet penghargaan bergengsi antara lain The Golden Butterfly Award HIGNIS Award di Hong Kong International Film Festival, dan film terbaik di FFAP ke-53 di Taiwan.
Ada pula film ’Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak’ yang memperoleh penghargaan sebagai film dengan skenar terbaik pada FIFFS Maroko edisi ke-11, aktris terbaik untuk Marsha Timothy dari Sitges International Fantasi Film Festival di Spanyol, film terbaik Asian NestWave dari The QCinema Film Festival di Filipina, dz penghargaan dalam ajang Five Flavours Film Festival di Polandia. Sebagai generasi muda Indonesia, kita patut bangga atas prestasi yang berhasil diraih anak negeri. 
Karenanya, dalam sesi Future Destination kali ini, beberapa sosok inspiratif akan berbagi inspirasi, materi, serta melakukan diskusi terbuka mengenai Film-Film Indonesia Berprestasi bagi millennials Indonesia, antara lain:

1. Egi Fedly Aktor Film (Pembicara)

2. Rama Adi ~Produser Film (Pembicara)

3. Haydar Salish Aktot Film (Pembicara) 4. Aye: Kassar Aktor (Pemblca ra)
5. Prilly Latuconsina -Aktor (MC) 6. Ayu Dyah Pasha Aktor (Moderator)

(Nia Kurniati)

Jumpa Bintang Sinetron Anak Langit Seru Hingga histeri


Meet  & Greet Sinetron Anak Langit Seru

Jakarta, Target News
   Sebagai ungkapan terima kasih terhadap kesetiaan pemirsa SCTV yang telah setia menyaksikan sinetron unggulannya Anak Langit. 
       Para bintang sinetron ‘Anak Langit’ menyapa para penggemarnya dengan menggelar acara  ‘Meet & Great Anak Langit’ di City Plaza Jatinegara, Jakarta (24/3).
       Untuk membuktikan seberapa sukses sinetron  produksi Sinemart itu menghadirkkan bintang-bintang nya yang tengah naik daun diantaranya Ammar Zoni, Ranty Maria, Stefan William, Mischa Chandrawinata dll. 
            Ratusan penggemar mulai dari anak- anak, remaja hingga orang tua nampak berjubel saling berdesakan untuk bertemu langsung dengan idolanya. Antusias para penggemar yang datang tak terbendung hingga membludak kejalan raya dan membuat kemacetan lalu lintas.
David Suwanto, Deputy Direktur Programming SCTV mengatakan bahwa antusias para penggemar sinetron ‘Anak Langit’ karena kekuatan alur ceitanya serta peran yang dimainkan oleh tokoh – tokoh sinetron ‘Anak Langit ‘ menjadikan sinetron ini sebagai tontonan favorit pemirsa.
        "Unggul dalam perolehan rating dan share, semakin membuktikan kehadiran sinetron ‘Anak Langit’ selalu dinantikan pemirsa SCTV setiap harinya. Hingga melewati satu tahun penayangannya, pemirsa masih tetap setia menyaksikan episode demi episode kelanjutan kisahnya. Melalui Meet & Great ini seluruh pemain sinetron ‘Anak Langit’ juga ingin mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesetiaan pemirsanya,”ujar David.
      Dalam kesempatan itu para bintang sinetron ‘Anak Langit’ diantaranya Ammar Zoni, Stefan William, Immanuel Caesar Hito, Cemal Faruk, Ranty Maria Dylan Carr, Raya kitty, Nasya Marcella, Marcella Daryanani bertatap muka langsung dengan para penggemarnya. Para penggemarpun banyak yang berteriak histeris melampiaskan kegembiraannya bertemu dengan sang idolanya.
       Buat masyarakat yang beruntung pada acara game, bisa diboncengin naik motor oleh Stefan William. 
      '"Alhamdulillah tadi seru banget dan antusias banget para fans 
Dan yang pasti saya enjoy dengan acara Meet & Great kali ini,”tandas Ammar Zoni. (Nia Kurniati) 

Jumat, 23 Maret 2018

Evie Tolak Tawaran Juri Karena Tidak Pede Tampil


Evie Tolak Tawaran Juri Karena Tidak Pede Tampil

Jakarta, Target News
Pedangdut Evie Tamala lama menghilang dari industri hiburan,  semua itu bukan karena tidak laku lagi tapi karena ketidak pedeannya, lantaran tubuh tambun sejak tahun 2013.
"Tawaran ngamen, masih banyak bener tapi karena tubuh saya ndut, jadi aku nggak pede.  Makanya tawaran jadi juri ajang pencarian bakat menyanyi dangdut saya tolak," ujar Evie Tamala usai menghadiri acara pers conference jelang pagelaran ulang tahun antv 25 Maret mendatang di Jakarta dan Surabaya. 
         Setelah sedot lemak tubuh, pelantun tembang Lilin-Lilin Kecil ini yang semula 72 kg kini tinggal 59 kg. Hal ini membuat Evie percya diri kembali dan mau tampil pada acara ulang tahun ANTV. "Alhamdulillah sekarang udah pede lagi,  makanya saya mau tampil di ulang tahun dan saya akan membawakan satu lagu,  Aku Rindu Padamu,"  papar pedangdut asal Tasikmalaya ini. 
         Makin kurusnya Evie membuat  ia berani menelurkan album baru yang akan di launching akhir April  mendatang.  "Lagu daur ulang, sekarang nunggu video klip, Insya Allah akhir April launching nya," pungkas Evie Tamala. (Nia Kurniati) 


Adiwastra Nusantara 2018 ‘Nuansa Kekinian dalam Balutan Wastra Adati Nusantara’


Adiwastra Nusantara 2018
‘Nuansa Kekinian dalam Balutan Wastra Adati Nusantara’

Jakarta, Target News
     Untuk ke 11 kalinya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung Pameran Adiwastra Nusantara 2018, yang mengusung tema “Nuansa Kekinian dalam Balutan Wastra Adati Nusantara”, menampilkan karya wastra adati atau kain tradisional unggulan dari seluruh daerah di Indonesia serta usaha rintisan berbasis e-commerce yang digeluti oleh kaum muda dan menjadi ajang unjuk rupa start-up company di bidang wastra. Pameran akan digelar di Hall A dan B Jakarta Convention Center (JCC) pada  11-15 April 2018 mendatang.

Event pameran merupakan wadah para pengrajin dan Usaha Kecil dan Menengah (UMK) untuk memamerkan dan menjual karya mereka  kepada masyarakat dan para kolektor wastra adati dari seluruh nusantara maupun mancanegara.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana Brahmananda di dampingi Ketua Penyelenggara Wida D. Herdiawan saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar, Rabu siang (21/3/2018) mengapresiasi penyelenggaraan Pameran Adiwastra Nusantara  yang memasuki tahun ke-11 dan trendnya terus  meningkat baik dari jumlah peserta pameran maupun pengunjung.
“Event  Pameran  Adiwastra Nusantara 2018 bagian dari kegiatan culinery and shopping tourism maupun MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Event), bagian dari  fortopolio bisnis pariwisata Indonesia yang bertumpu pada potensi budaya (culture) memiliki porsi paling besar 60%,  alam (nature) 35% dan manmade 5%,” ungkap I Gde Pitana.
I Gde Pitana menilai bahwa tema Pameran Adiwastra Nusantara 2018 sangat tepat, karena mengangkat karya kekinian di era digital, dan sasaran generasi milenial yang tak lepas dari internet dan media sosial sebagai sarana yang sangat efektif untuk mempromosikan acara pameran maupun produk-produk kain tradisional unggulan Nusantara. 
Sementara itu, berkaitan sisi produk yang dipamerkan berupa wastra adati atau kain tradisional unggulan, dengan sektor  pariwisata adalah sama-sama menjadi bagian dari ekonomi kreatif atau creative industry, sehingga mempunyai hubungan sangat erat atau bersimbiosis mutualisme. “Terpenting, pameran yang ke-11 ini akan mendatangkan wisatawan ke Indonesia, berkontribusi pencapaian target 17 juta wisman dan 270 juga pergerakan wisnus, khususnya di Jakarta sebagai kota MICE", tambah Pitana.
Ketua Penyelenggara Wida D. Herdiawan mengatakan, pameran Adiwastra Nusantara telah membuktikan kiprah dan peranan sebagai salah satu media komunikasi dan interaksi yang penting bagi para perajin dan perancang kain dengan konsumen  dan komunitas penggemar serta pecinta kain adati Nusantara.
“Pameran ini senantiasa ditunggu-tunggu kehadirannya, karena selalu menampilkan rancangan-rancangan baru dalam bidang wastra dan menjadi referensi bahkan trendsetter dalam pengembangan bidang wastra khususnya, serta dunia  fesyen nasional pada umumnya. Wastra adati Indonesia sangat kaya dan beragam jenis coraknya, masing-masing membawa ciri keindahan serta keunikan tradisi dan kearifan lokal dari daerah asalnya,” kata Wida D.Herdiawan.

Wastra adati yang bersumber dari kearifan lokal merupakan salah satu daya tarik pariwisata Indonesia dan menjadi aset bangsa yang turut mengundang kekaguman wisatawan mancanegara (wisman) terhadap keindahan budaya Nusantara seperti; batik, tenun ikat, songket dan jenis wastra adati lainnya yang  sudah banyak dikenal di mancanegara karena keindahan serta mutunya yang tinggi dan banyak dicari oleh para kolektor maupun  banyak diminati wisatawan baik sebagai cindera mata maupun busana.
“Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian dan Lembaga serta para pembina UKM wastra, baik Pemerintah, BUMN, Perbankan dan swasta, serta para individu, komunitas pecinta dan pemerhati kain adati;  yang berkontribusi telah mendukung kelancaran pelaksanaan Pameran Adiwastra Nusantara 2018,” kata Wida.
Pameran Adiwastra Nusantara 2018 kali ini akan menampilkan pegelaran busana rancangan para desainer muda alumni dari Esmod Jakarta, bernuansa etnik atau kombinasi wastra adati dengan desain kekinian yang mulai menjadi trend, bukan hanya di komunitas generasi yang lebih tua, namun juga di kalangan generasi milenial. 
Pameran kali ini diikuti 450 peserta dari kalangan pengrajin mandiri yang sudah lebih dari 10 tahun menjadi mitra Adiwastra, Lembaga dan Kementerian terkait. Pameran juga  dimeriahkan dengan berbagai lomba di antaranya; ‘Lomba Selendang Indonesia’  bekerjasama dengan Traditional Textile Arts Society of South-East Asia (TTASSEA). (Tebe)   

Konser Final Top 20 Grup 1 – Result Show


Konser Final Top 20 Grup 1 – Result Show

Jalarta, Target News
         Konser Final Top 20 Liga Dangdut Indonesia telah berlangsung mulai Rabu lalu dengan menampilkan empat Duta dari Grup 1 diantaranya Nabila (Aceh), Nando (Jawa Barat), Oji (Kepulauan Riau) dan Selfi (Sulawesi Selatan) pada Konser Final Top 20 Grup 1 – Show. Malam kemarin, mereka kembali hadir di panggung Liga Dangdut Indonesia dalam Konser Final Top 20 Grup 1 - Result Show.
Dibuka oleh penampilan Selfi menyanyikan lagu “Cinta Berpayung Bulan” sukses mengundang decak kagum dari Dewan Dangdut yang menilai Selfi memiliki suara bulat. Begitu juga para Sahabat Duta yang turut bangga atas penampilan Selfi di atas panggung. Setelah di episode sebelumnya Selfi dan Aulia saling bersaing untuk meraih hati  Nassar, begitupun yang terjadi pada episode semalam. Aulia dan Selfi berlomba-lomba memperdengarkan suara merdu mereka.
       Selain itu, pengisi acara juga terlihat heboh ketika Mas Adi dari LIDA Band tersipu malu dan salah tingkah dengan kehadiran Wawa Marissa sebagai Bintang Tamu. Kompetisi berlanjut ke penampilan Oji yang tampil dengan sangat baik dan ekspresif lewat lagu “Kecanduan Kamu”. Dewan Dangdut juga menilai penampilan Oji yang sekarang lebih baik dibandingkan kemarin. Di urutan ketiga ada Duta dari DI Aceh yang menyanyikan lagu “Fatamorgana” dan mampu membuat semua pendengar merinding mendengarkan nyanyiannya. Penampilan Nabila sukses membuat Nassar, Kak Rose, Iyeth Bustami dan Zaskia Gotik berdiri terkagum terutama Iyeth yang mengaku suka atas improvisasi Nabila di lagu tersebut. Studio terasa penuh oleh kehadiran pendukung Nabila yang selalu memberikan semangat untuknya. Mereka juga mengungkapkan rasa terima kasih atas komentar yang diberikan oleh Dewan Dangdut untuk Nabila. Dara asal Gayo ini juga membawakan dan memperkenalkan tarian khas Gayo yaitu Tari Guel bersama para penari dari sanggar Pegayun di atas panggung LIDA.
Konser Final Top 20 Grup 1 - Result Show ditutup oleh penampilan dari Nando lewat suara lembutnya membawakan lagu “Azza”. Karakter vokal Nando yang khas berhasil membuat semua Dewan Dangdut terhibur, terutama Kak Rose yang berdiri bertepuk tangan usai Nando bernyanyi. Keempat Duta telah tampil, tiba saatnya pada pengumuman Duta yang berhasil maju ke babak selanjutnya. Meski telah memberikan penampilan terbaiknya, sayangnya Oji harus tersisih dari panggung LIDA. Konser akan terus berlanjut ke Grup 2 pada hari Jumat 23 Maret 2018 pukul 20.30 WIB menampilkan Cici (Sulawesi Barat), Khori (DKI Jakarta), Renaldi (Kalimantan Timur) dan Ridwan (Sumatera Utara). (Tebe)


Minggu, 18 Maret 2018

Eko Mega Bintang Jebolan AFI Ngajak Ngopi



Teks foto : Roni Dozer,  Eko Mega Bintang dan Rama Purba (Tebe ) 











Eko Mega Bintang   Jebolan AFI Ngajak Ngopi 

Jakarta, Target News
     Eko Mega Bintang adalah salah satu finalis ajang Academy Fantasi Indosiar (AFI), nama Eko Mega Bintang memang tidak secemerlang nama pemenang AFI lainnya seperti Tia dan Veri. Tapi secara bergerilya Eko terus bernyanyi dan merekam suara hingga mencapai puluhan single dan sudah  terangkum di 3 album.  "Setelah ajang AFI, saya tetap berjuang mencari eksistensi dengan cara saya," ujar Eko saat ditemui usai syuting video klip single terbarunya yang bertajuk Ngopi Ngapa Ngopi di kawasan Kalideres Jakarta Barat Minggu (18/3).
         Kalau kemudian terkesan terlambat dalam meraih popularitas semua itu karena Eko harus bekerja menjadi TKI di Taiwan dan kuliah di sana. "Untuk bekal masa depan saya mesti kuliah agar meriah gelar  S2. Karena kuliah di Taiwan kan biaya tidak sedikit,  makanya saya kerja apa saja yang penting dapat duit agar bisa untuk biaya kuliah," ujar peraih gelar S 2 di Mingsin Univercity Science Of Tecknologie Taiwan ini. 
       Selama di Taiwan  Eko Mega, juga pernah meraih juara 3 Lomba Bintang Asia Tenggara dan pernah main sinetron dan host di salah satu stasiun televisi di sana.
        "Alhamdulillah, saya sempat main sinetron dan  menjadi host di Taiwan, pekerjaan   ini salah satu yang bisa membiayai kuliah S2 saya,”  ujar cowok yang kini menduduki jabatan penting di perusahaan pengerahan tenaga kerja Indonesia PT. Sukma Karya Sejati ini.
      Diam-diam Eko juga sudah menelurkan 3 album yakni album berjudul Nguber Welase, Jatuh Cinta dan Ngopi Ngapa Ngopi.
        Eko berharap tembang Ngopi Ngapa Ngopi bisa se sukses ajakan ngopi yang menjadi viral di medsos.  Sehingga namanya bisa menjulang tinggi. "Dengan mengajak ibu menyaksikan pembuatan video klip Ngopi Ngapa Ngopi, single ini bisa sukses.  Sehingga impian saya menjadi penyanyi dangdut kenamaan bisa segera terwujud, " pungkas Eko Mega Bintang. (Tebe)