Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Jumat, 10 Februari 2017

Ageng Kiwi Mengapa Harus Jumpa

Ageng Kiwi Mengapa Harus Jumpa

Jakarta, Target News
   Pedangdut Ageng Kiwi memang tidak ada matinya? Ketika pedangdut lain memilih tiarap berkarya dengan berbagai argumen, tapi pedangdut asal Cilacap Jawa Tengah ini terus berkarya. "Seniman apa sih yang akan dihargai dan dikenang masyarakat? Karyanya kan, makanya dalam kondisi apapun kita tetap harus berkarya." Ujar Ageng Kiwi saat ditemui di lokasi syuting video klip terbarunya lewat tembang Mengapa Harus berjumpa milik Barce Van Houten itu Minggu (5/2).
          Karenanya pedangdut yang juga bintang film dan sinetron ini tetap produktif membuat lagu dan merekamnya. "Justru ketika penyanyi lain istirahat, ini peluang saya untuk mengisi kekosongan itu. Sehingga pasarnya luas kan?" Ujar Ageng optimis.
         Ketika membuat klip lagu Mengapa Harus Berjumpa Ageng Kiwi menggandeng sederet rekan-rekan sesama seniman untuk tampil, di antaranya, Novitasari, Della Puspita, Indra Brugmann, Lia Emilia, Elly Suggigi, Bobby Bollywood, Irma Rachim, Diana Liem, Abah Ukam, Eddy Karsito, Bang Fuadi, Erik M, dan para model dari ‘Pemilihan Model Klip 2017’ (IR Management). 
         “Mereka ini nggak ada yang aku bayar lho Mas, secara sukarela bersedia untuk tampil dalam video klip terbaruku,” ungkap Ageng Kiwi.
Lebih lanjut, Ageng Kiwi,  soal pemilihan merekam  tembang lawas milik D Loyyd  Ageng Kiwi memberi alasan “Yah sebenarnya alasan mendasar, saya sangat suka banget lagu ini, syairnya mudah dicerna dan enak didengar. Meski dengan versi koplo aku tetap mendendangkannya dengan penghayatan,” pungkasnya.
Selain shooting “Mengapa Harus Jumpa”, juga sekaligus dilakukan pengambilan gambar klip lagu “Tetap Setia” karya Ageng Kiwi yang dinyanyikan pelantun sekaligus aktor Roman D Man. Serta shooting klip lagu-lagu lainnya, diantaranya lagu ‘Asik Asik Ser’, ‘Badut-Badut Kota’, ‘Ayam Kampung’, dan lagu ‘Sambel Terasi’ karya Ageng Kiwi dengan label Maheswara Musik yang digawangi Lo Siang Pa alias ‘Pak Paku’ sebagai distributornya. (Buyil)


Kamis, 09 Februari 2017

Film Boven Digoel Kisah Dokter Operasi Dengan Silet

Film Boven Digoel Kisah Dokter Operasi Dengan Silet

Jakarta, Target News
       Ketika industri film nasional menggeliat dan jutaan penonton mulai merangsek ke gedung bioskop membuat sineas daerah ingin menikmati kue penonton. Salah satunya sineas asal Papua mulai menunjukan eksistensinya di industri film Tanah Air.
        Sebagai gebrakan perdana sineas asal Papua menggarap true story bertajuk ‘Boven Digoel’ 
        Film yang dibintangi aktris 6 Piala Citra Christine Hakim, aktor muda berbakat Joshua Matulessy, dan para pemeran asli Papua seperti di antaranya Edo Kondologit, Lala Suwages, Ira Dimara, Maria Fransisca, Juliana Rumbarar, Ellen Aragay, Denny Imbiri, Echa Raweyai, Henry W. Muabuay, Bina Rianto, Tiot Karubuy, Yoppy Papey, Serly Wayoi, Jack Wadon, Ellin, Rey, Rossario Ivo dan Antonetta.
           "Film ini sangat menginspirasi buat anak bangsa yang ingin mengabdikan hidupnya untuk kemajuan saudaranya yang tinggal di Indonesia bagian Timur. Ayo tonton biar kalian tahu betapa luasnya Indonesia," kata Christine Hakim usai nobar bareng awak media belum lama ini di Jakarta.
           Karena film ini mengangkat kisah nyata, maka lokasi syutingnya di Papua yang susah untuk dijangkau. “Team Produksi Film ‘Boven Digoel’ melakukan perjalanan dari kabupaten Merauke ke kabupaten Boven Digoel yang ditempuh dengan perjalanan darat selama 10 jam. Lokasi shooting-nya menggunakan set artistik yang riil dengan tempat kejadian di tahun 90-an, yaitu berupa puskesmas yang dulu digunakan untuk operasi sesar menggunakan silet.

        Christine Hakim mengungkapkan syuting film “Boven Digoel” dilakukan di antaranya: Kampung Yahim Sentani, Danau Love Yoka Abepura, Bandara Ama Sentani, Pelabuhan Jayapura, Kampung Netar Sentani, Pantai Kelapa Satu Merauke, Tanah Merah Boven Digoel, Kampung Ampera Boven Digoel, Wilayah Wet Boven Digoel dan Pelabuhan Boven Digoel. “Syutingnya dilakukan selama kurang lebih 20 hari,“ ungkapnya penuh semangat.
Film ini berkisah tentang Dokter John Manangsang (Joshua Matulessy), yang bertugas di salah satu puskesmas di Tanah Merah, Boven Digoel, Ia bersama stafnya harus melakukan operasi sesar terhadap Agustina, yang telah melahirkan sembilan kali. Tragisnya, Puskesmas Tanah Merah tidak mempunyai sarana dan tenaga kesehatan yang memadai untuk operasi ini. John memerintahkan Bidan Anthoneta dan Suster Lidia untuk pergi ke Perum Telkom guna melakukan sterilisasi alat-alat operasi, karena listrik di Puskesmas baru menyala malam hari. Suster Ancelina ditugaskan menyiapkan kamar ruang operasi. John sendiri harus pergi ke gudang penyimpanan obat di susteran. Sesampai di gudang, John diberitahu bahwa pintu terkunci, dan kunci dibawa oleh suster ke Merauke. Setelah mengambil cairan obat bius di rumahnya yang berjarak satu kilometer dari puskesmas dengan berjalan kaki, Ketika tiba di puskesmas, Mantri Thomas memberitahu kalau pisau operasi sudah habis. John lalu memberikan uang seratus ribu rupiah untuk membeli silet. Bidan Anthoneta dan Suster Lidia disuruh merebus alat-alat operasi dengan menggunakan kayu bakar. Tepat pukul 10.10 WIT, operasi sesar terhadap Ibu Agustina dilaksanakan dengan silet. (Buyil)

MOX Cara Lain Menonton Film

MOX Cara Lain Menonton Film

Jakarta, Target News
      Kemajuan teknologi memang mempermudah segala aktivitas manusia. Termasuk soal menikmati hiburan film, kalau selama ini harus bersusah payah menyambangi gedung bioskop. Tapi berkat kemajuan telnologi, kita cukup buka gagdet kita langsung bisa menikmati film yang kita sukai.
        Dengan MOX, sebuah aplikasi untuk menonton film Indonesia secara streaming. Dengan aplikasi yang dibuat PT. MOX Digital Indonesia, kita dapat menikmati film-film Box Office Indonesia melalui gadget.
        “MOX komitmen dukung film Indonesia, yang paling harus diperangi adalah pembajakan,” kata CEO MOX Digital Indonesia Didi Mukti saat jumpa pers MOX di MD Place, Tower 1, 11th Floor, Jl. Setiabudi No.7, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017) siang.
        Didi menambahkan, bahwa layanan berbayar tersebut tidak menyediakan fitur menonton secara offline (luar jaringan) atau unduh film karena berpotensi dapat digandakan.
           “Kita harus hargai produksi film. MOX berusaha menjaga itu,” kata Didi.

         Untuk menikmati film di aplikasi tersebut, kita cukup membayar Rp 15 ribu untuk layanan basic, menonton sepuasnya selama satu bulan. Film-film keluaran terbaru dapat dinikmati dengan harga serupa. MOX kini sudah mengkurasi 500 film yang ada dalam aplikasi tersebut dari MD Pictures, Soraya Intercine Films, Kharisma Starvision, Rapi Films dan Mizan Production.
         Menurut Didi, MOX juga menyediakan film yang berasal dari tahun 70an dalam direktori pilihan film mereka. “Ada film Warkop, Suzanna,” ungkapnya untuk menyebut beberapa contoh film lawas yang tersedia.
          Selain dalam bentuk aplikasi, MOX menggandeng PT. XL Axiata Tbk dengan meluncurkan SIM card untuk menonton film di layanan streaming MOX, bernama MOXPLAY. Hal itu dilakukan untuk semakin mempermudah kita dalam menggunakan MOX. “Film Indonesia adalah harta karun, harusnya bisa dinikmati orang Indonesia, juga siapa pun dengan teknologi digital ini,” kata Pimpinan Layanan Digital XL, Joseph Lumban Gaol.
          SIM card itu dibekali data sebulan gratis menonton film di aplikasi MOX. Salah satu kendala untuk menonton film streaming adalah kuota. “Dengan layanan tersebut, data tidak terpotong karena satu bundel ketika membeli film, “ imbuh Joseph.
         Mereka menyasar para pelanggan yang tidak mendapatkan akses ke bioskop namun memiliki koneksi internet untuk menonton di layanan streaming. Sementara itu, untuk pelanggan yang sudah terlebih dulu memakai XL, mereka harus berganti ke kartu baru bila ingin memakai layanan itu. “Kami sekarang sedang membuat yang sudah menjadi pelanggan XL tinggal migrasi ke MOXPLAY tanpa harus ganti kartu,” tutur Joseph.
         Berbeda dengan layanan streaming film asing, MOX hanya fokus menyediakan koleksi film-film lokal. “Sebagai penyedia layanan streaming film lokal terbesar, MOX mampu mengalahkan Iflix misalnya, yang hanya memuat puluhan film dalam negeri, “ kata Pendiri sekaligus chief strategis MOX, Rafli Ridwan penuh percaya diri.
Strategi yang ditempuh MOX berbeda dengan kompetitornya yang menyediakan semua genre film lokal dan asing. “Kita mau membawa film Indonesia ke daerah yang tidak terjangkau bioskop,” tegas Rafli.
         Saat ini MOX sudah hadir di empat negara, yakni Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam dan Hong Kong. “Ke depan MOX akan merambah lebih luas lagi yaitu ke Timur Tengah, Taiwan, Korea dan Eropa, “ Didi menambahkan.

Dengan segala pencapaian di atas, MOX pun melakukan pembaruan demi kita pelanggan setianya. Seperti di antaranya, dengan mengubah logo dan merombak tampilan aplikasinya serta menawarkan reward dengan fitur MOX yang terdiri dari MOX$, MOX Lifestyle. Fitur ini memberikan point yang bisa menukarkannya dengan voucher pulsa, voucher belanja hingga smart-phone. “Bisa juga pengguna menukar point untuk jalan bareng dengan artis favoritnya,” tutup Didi penuh semangat. (Buyil)

Della Puspita Tanpa Dibayar

Della Puspita Tanpa Dibayar

Jakarta, Target News

       Ditengah berkurangnya persaudaraan dan persahabatan di kalangan masyarakat. Ternyata di kalangan segelintir artis masih ada yang menjunjung tinggi persahabatan, dia adalah Della Puspita dan Ageng Kiwi. Persahabatannya dituangkan dalam berbagai aktivitas baik secara ekonomi maupun sosial. Salah satunya ketika pembuatan single terbaru Ageng Kiwi yang bertajuk Kenapa Harus Berjumpa milik Barce Van Houten. Dengan senang hati Della menjadi model video klipnya tanpa dibayar. "Buat saya nilai persahabatan di atas segalanya dan susah dinilai dengan uang. Saya membantu Mas Ageng tidak dibayar se sen pun, ini saya lakukan demi persahabatan," ujar Della saat ditemui di lokasi syuting pembuatan klip Kenapa Harus Berjumpa yang dilantunkan Ageng Kiwi. Minggu (5/2).
        Sekalipun tidak dibayar Della Puspita tetap profesional datang tepat waktu dari jam 13.00 hingga jam 21.00. "Saya orangnya, kalau udah komit ya, lakukan sepenuh hati. Jadi di calling jam satu yang datang tepat waktu,  ndak boleh seenaknya," ujar artis asal Malang Jawa Timur ini.
       Della Puspita pernah mencari keberuntungan di dunia tarik suara, sayangnya kariernya di industri musik tidak secermelang dunia akting. "Mungkin pasion saya bukan di nyanyi, ya, nggak apa-apa yang penting udah mencoba. Jadi nggak penasaran lagi," kata pemenang Top Model Iklan Indonesia 1999 ini.
        Walau begitu tidak tertutup kemungkinan untuk masuk dapur rekaman lagi. "Tapi kondisi musik lagi kurang kondusif, jadi belum berani melangkah. Apalagi produser rekaman suara juga lagi banyak yang tiarap. Jadi ya, nunggu aja deh," tutup Della. (Buyil)


Michelle Ziudith Cari Penghangat

Michelle Ziudith Cari Penghangat

Jakarta, Target News
        Artis muda berbakat Michelle Ziudhith kedinginan ketika syuting film London Love Story 2 di negara Ratu Elizabet 2. Saking dinginnya waktu syuting ia harus mencari penghangat tapi karena lokasinya di luar ruangan. Maka ia pun kebingungan, tapi artis berwajah imut ini tidak kehilangan akal.
         "Dinginnya ampun-ampunan, maka semua pendukung pada cari pemanas. Karena yang ada Dimas (Dimas Anggara) maka tangan saya dijepit di ketek Dimas. Biar dinginnya berkurang. Bener juga lo, rasa dinginnya berkurang walau sedikit ha ha ha," kata Michelle Ziudith sambil tertawa lepas saat ditemui di salah satu cafe papan atas di kawasan SCBD Senayan Jakarta Selatan Rabu (1/2).
         Michelle Ziudith mengungkapkan kalau cerita film produksi  Screenplay Films kali ini lebih romantis dan menyentuh dan diharapkan bisa membuat bawa perasaan alias baper penontonnya.
     “Kita sempet bikin baper masyarakat di film ‘London Love Story’ yang pertama karena kita menyajikan cerita yang memang umum terjadi di masyarakat mengenai kisah cinta Dave dan Caramel. Jadi saya sama kak Dimas lebih ke rasa itu yang kita bangun, rasa baper. Kalau pemainnya bisa ngerasain (baper), jadi mungkin bisa sampai juga ke penonton,” kata Michelle Ziudith.
       Gadis manis kelahiran Medan, 20 Januari 1995 ini mengatakan, bahwa tak hanya jalan ceritanya yang patut ditunggu, proses syuting yang mengambil lokasi di dua negara di Eropa itu juga menjadi sesuatu yang menarik untuk disaksikan.”Kita juga menyajikan landscape yang indah, karena bukan cuma di London, tapi di Swiss juga. Cerita soal kekeluargaan dan persahabatannya juga kuat, jadi bisa ditonton semua orang,” terang Michelle mengawali kariernya lewat ajang Miss Celebrity tahun 2010.
        Kata Michelle Zuidith, film sekuelnya ini menyajikan sesuatu yang baru untuk menciptakan rasa yang baru antara dua karakter yang bukan karakter lama, yang tentu menjadi tantangan tersendiri baginya. “Bakal jadi PR sih. Karena workshop segala macam untuk bikin London Love Story dan preparing cukup lama dari mulai fitting kostum karena kan di dua tempat berbeda ya,” paparnya.
       Jalan ceritanya disebut Michelle lebih kompleks dan berkembang, sehingga akan membuat penonton makin geregetan. “Yang jelas baca skenarionya punya sesuatu yang bakal dikembangkan dengan baik. Kami percaya skenario bakal jadi sesuatu. Kami bedah bareng-bareng, kerja sama tim dan hal ini punya konflik yang intens. Masalahnya lebih kompleks, kami yakin ini bakal jadi sesuatu, kami berharap jadi hal baru buat penonton,” bebernya.
        Michelle percaya bahwa dengan kombinasi kekuatan cerita serta kerja sama yang apik antar pemain dan kru, film ini tak akan mengecewakan penggemarnya. “Tapi pas habis baca skenario dan tahu pemainnya, set-nya, segala macam, breakdown-nya, jadi percaya diri sih. Ini mungkin step dari karier aku untuk ke depannya jadi lakukan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (Buyil)


Zaskia Gotik Tertipu

Zaskia Gotik Tertipu


Jakarta, Target News
       Belanja secara online ternyata juga disukai para selebritas, apalagi harganya miring dibanding kalau belanja di toko. Meski begitu, sebagai pembeli kita mesti bijak dan hati-hati. Karena kalau ceroboh bisa tertipu seperti yang dialami Zaskia Gotik. Ia tertipu ratusan Juta.      
        "Sebenarnya saya sudah beberapa   beli barang bermerek sama orang ini, pembelian pertama kedua bener. Eh kali ini tertipu." Kata pelantun tembang Ora Ndueni di sela perayaan ulang tahun Rahayu Kertawiguna di salah satu restoran di Jakarta Pusat belum lama ini
        Pedangdut asal Bekasi pertama membeli tas Hermes seharga Rp.120 Juta. Yang kedua Gotik membeli sepatu, juga dikasih barang asli. Eh gilliran ketiga ia dikasih barang palsu. "Kalau memang dia tidak ada itikad baik, ya saya laporin ke polisi. Kita tunggu beberapa hari ke depan," ujar pelantun tembang Satu Jam Saja ini.
         Menyoal single terbarunya yang mendayu dayu, karena syairnya bertutur tentang kesedihan.
       “Single ini bercerita seorang wanita yang putus harapan karena tidak bisa mendapatkan cintanya. Lagunya sedih dan ada beberapa bahasa tarling dermayon di single ini,” ungkap Zaskia Gotik.
        Zaskia sangat menghayati single ini, ketika tampil dihadapan awak media ekspresi sedih pun terlihat di wajah Zaskia Gotik. Bahkan Zaskia sempat meneteskan air mata. Ditambah lagi syair di single ini bercerita soal kegagalan cinta.
        “Baru kali ini Eneng bawakan single sedih, tapi meski sedih musik di single ini masih bisa buat goyang kok. Tunggu ya single terbaru Neng, Ora Ndueni,” tutup Zaskia Gotik. (Buyil)

Seleb On News Awards Digelar MNCTV

Seleb On News Awards Digelar MNCTV

Jakarta, Target News
        Untuk kedua kalinya Ajang  Seleb On News Awards 2017. Ajang bergengsi untuk selebritas berprestasi di gelar MNCTV. Dan Malam puncak diselenggarakan di MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis, 9 Februari 2017.
         Menurut Endah Hari Utari Production and Programming Director MNCTV  bahwa Seleb On News Awards 2017 hadir sebagai bentuk ajang untuk memberi apresiasi bagi para selibriti.
         "Kami terus berkomitmen memberi tayangan berkualitas dan berbeda, khususnya seputar kisah selebriti yang menarik perhatian dari sisi berbeda," kata Endah Hari Utari saat jumpa pers di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa pekan lalu.
Pada tahun ini penyelenggaraan, Seleb On News Awards memiliki sejumlah perubahan. Salah satunya yakni soal kategori. Tahun ini, event tersebut bakal memberikan penghargaan pada 10 kategori. Sembilan kategori dipilih berdasar voting SMS pemirsa, yakni Seleb Paling Menawan, Seleb Paling Macho, Mami Paling Wow, Papi Paling Gaul, Seleb Senior Paling Hits, Seleb Junior Paling Hits, Seleb Inspiratif, Host Favorit, dan Seleb Paling Sosmed. Sedangkan satu nomor dipilih lewat sosial media yakni Seleb Hijab Tercantik.
Merujuk pada kategori, berbagai selebriti pun hadir sebagai nominasi dari lintas generasi. Seperti ada nama Ikang Fawzi, Paramitha Rusady, hingga Roy Marten dalam kategori Seleb Senior Paling Hits. Ada juga nominator dari selebriti muda seperti Raisa, Isyana Sarasvati, Raffi Ahmad, Rizky Febian, dan lainnya di sejumlah kategori.
"Seleb On News sebagai rumah mempertemukan artis junior dengan senior. Nostalgia masa kejayaan para senior, sehingga menginspirasi yang junior," jelas wanita yang akrab di sapa Uut ini.
         Untuk memeriahkan malam penghargaaan Seleb On News Awards 2017 dimeriahkan sejumloah musisi. Seperti Ikang Fawzi, Project Pop, Armada, Iis Sugianto, Ayu Ting Ting, Vidi Aldian, Virzha, Fatin, Ihsan Tarore, Denada, dan lainnya. Beberapa kolaborasi lintas generasi pun disiapkan untuk menghibur pemirsa. (Buyil)