Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Jumat, 22 Desember 2017

Siswa SMP DDI Al Ihsan Kab. Maros Asyik Merokok Di Kelas



Suasana SMP DDI Al Ihsan Lekopancing Kab. Maros
Siswa SMP DDI Al Ihsan Kab. Maros Asyik Merokok Di Kelas

Maros, Target News
Sejumlah siswa terekam gambar di SMP DDI Al Ihsan Lekopancing Kab. Maros Prov. Sulsel sedang asyik merokok bersama temannya di ruang kelas, dan di luar ruangan. Menurut salah satu murid yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa suasana anak  sekolah yang jauh dari tata tertib merupakan pemandangan sehari-hari di sekolahnya.
Lingkungan sekolah tidak sehat dan kurang nyaman bagi murid, adalah kebiasaan buruk yang terabaikan kata orang tua/wali yang juga tidak ingin identitasnya dipublikasikan . Ditanya, sejak kapan prilaku merokok  anak sekolah SMP DDI Al Ihsan? Murid dan orang tua/wali yang dimintai komentarnya, tidak tahu menahu prilaku jelek seperti itu. Ia hanya mengetahui sejak anaknya masuk sekolah dua tahun yang lalu, “Memang sudah menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah itu, dari tahun ke tahun tak pernah berubah. Saya tidak tahu, kalau hal itu sepengatahuan gurunya. Mudah-mudahan tidak ya,” demikian penyesalan orang tua/wali ketika mengetahui lingkungan sekolah anaknya tidak sehat, tak nyaman dan kurang aman.

SMPS Al-Ihsan Lekopancing Dusun Carangki, Lekopancing, Kec. Tanralili, Kab. Maros Prov. Sulawesi Selatan saat dihubungi telp. kantornya 0411-4815161 tidak aktif  alias belum terpasang dengan maksud dimintai tanggapan Kepala Sekolahnya Kurniati. Dan mendatangi sekolahnya, tak sempat dimintai komentarnya soal kelakuan siswa, karena tidak ramah karena mungkin dianggap tamu baru, padahal wartawan Koran Investigasi pakai atribut sebagai wartawan, Rabu(13/12/2017) pekan lalu. Demikian juga Ketua Yayasan Pendidikannya H. Saleh Rowa, tak sempat dimintai keterangannya karena mereka terkesan sibuk  menghindar, hingga berita ini diturunkan.

Sekolah yang memiliki data menurut kemendiknas semester 1 2017/2018,  terdaftar  10(sepuluh) guru, Operator  Ince Jamaluddin, S.Pd, M.Pd, dengan jumlah siswa laki-laki 115 dan perempuan 90 murid, total pelajar 205. Kemudian 9(sembilan) rombongan belajar , termasuk  9(sembilan) kelas, sedangkan luas areal 1300 meter bujur sangkar, menurut data, manajemen berbasis sekolah dengan penerapan kurikulum 13,  memiliki laboratorium 1, perpustakaan 1, serta sanitasi  2. Sekadar diketahui sekolah belum terakreditasi. (Heri/Andi Syahruddin)

Dadang Bener-Benar Nekat

Dadang Bener-Benar Nekat

Jakarta, Target News
        Untuk menjadi penyanyi kondang butuh trik khusus, kalau pedangdut cewek harus memiliki goyang tertentu. Karenanya, penyanyi anyar asal Kalimantan Tengah Dadang bermodal nekat terjun ke industri musik Tanah Air.
       "Saya sejak remaja hobi menyanyi dan mencipta lagu, dan saya masuk dapur rekaman bermodal nekad. Makanya oleh pak Rahayu nama saya ditambahin Nekad. Jadilah nama saya Dadang Nekad," ujar Dadang saat peluncuran album perdananya bertajuk Ibu di restoran Aljazeerah Jakarta Pusat. Jumat  (22/12) .
      Sesuai judul albumnya, Ibu. Maka momentum hari Ibu dimanfaatkan untuk peluncuran album istimewanya bareng penyanyi cilik Talitha Thyona Agatha. Keduanya  bernaung di bawah bendera label ternama, Nagaswara Music & Publishing.
          Sebelumnya, Dadang dikenal sebagai pengusaha dan penyelenggara hiburan alias EO (event organizer). Berangkat dari usahanya itu, membuat ia berkenalan dengan Rahayu Kertawiguna bos Nagaswara Music.
       "Saya senang akhirnya bisa kerjasama dengan Pak Rahayu bos Nagaswara. Karena bisa kerjasama dengan salah satu raksasa label rekaman suara impian saya sejak lama ,” katanya.
       Untuk Albumnya berisi 10 lagu baru dan 3 lagu lain sebagai bonus track. Beberapa di antaranya berjudul ‘Gombal Lu’, ‘Engkau Dimana’, ‘Cerita Cinta’ dan banyak lagi. 

       Lantaran kejelasan Dadang terjun ke belantara industri musik yang keras, membuat Rahayu produser rekaman suara tertarik untuk kariernya. "Menjadi penyanyi top memang tidak sekedar butuh suara bagus tapi juga dibutuhkan kenekatan. Dan Dadang bermodalkan itu, ini yang membuat saya mau kerjasama dengan dia," tandas Rahayu Kertawiguna. (Buyil)

Selasa, 19 Desember 2017

Maraknya Tambang Pasir Ilegal Beroperasi di Kab. Bone

Puluhan Tambang Pasir Ilegal Beroperasi di Kab. Bone

Bone, Target News
Maraknya tambang pasir yang diduga kuat ilegal saat ini beroperasi di Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Sementar diketahui bahwa tambang tersebut beroperasi tidak memiliki izin menambang pasir di Sungai Walennae.
Saat penegak hukum yang  di hubungi Kasat Reskrim Polres Bone yang di komfirmasi melalui telpon genggamnya berkali-kali tidak diangkat, sampai berita ini kami muat belum ada jawaban, entah kenapa dan siapa sebenarnya yang ada di dalamnya, lingkaran tindakan-tindakan tambang yang merugikan negara, sudah berlangsung lama dan tidak ada sama sekali tindakan penegak hukum di Kabupaten Bone.
Salah satu penambang pasir yang kami temui, menjelaskan bahwa, “Kami baru-baru beroperasi pak,” ujarnya singkat.
Kamipun bertanya dengan dasar apa bapak melakukan penambangan, ia pun tidak menjawab pertanyaan kami pada saat itu, melainkan hanya bercanda dan tawa saat di komfirmasi. Sebenarnya media bingung, surat apa menguatkan mereka sehingga ia bisa bertahan menambang di lokasi tersebut.

Sementara  itu, sebelumnya beberapa waktu berselang Kapolres Kab. Bone AKBP Muhammad Kadarislam pernah mengeluarkan pernyataan ketika ditemui di ruang kerjanya (8/2017)  bahwa, sepanjang tidak ada orang dirugikan atau mengadu, tambang pasir berjalan sebagai mata pencarian masyarakat. Lagian menurutnya ketika itu, “Kita tidak bisa membangun infrastruktur, kalau tidak ada material”.(Sudirman/Syamsuddin, SH)

Ikut Sosialisasi Narkoba di Polman Harus Bayar

Ikut Sosialisasi Narkoba di Polman Harus Bayar

Polman, Target  News
Indonesia masih dalam situasi darurat narkoba, untuk itu sangat penting dan menunjang program pemerintah pusat soal pemberantasan narkoba. Namun sungguh disayangkan sosialisasi penyalagunaan narkoba, yang dilakukan Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, peserta diharuskan membayar bagi guru serta kepala sekolah.
Belakangan setelah undangan beredar ke sekolah, terdengar informasi peserta diharuskan membayar, sontak para guru dan kepsek kaget dan protes serta mengundurkan diri untuk tidak ikut sosialisasi. Dalam setiap pembayaran dilakukan secara bervariasi yakni mulai dari 250-300 ribu rupiah per peserta katanya.
Dari beberapa informasi yang dihimpun, tenaga kependidikan, guru, kepala sekolah kaget dan banyak yang tidak mau mengikuti kegiatan sosialisasi penyalagunaan narkoba tersebut, dikarenakan pembayarannya terlalu tinggi tiap peserta, salah satu kepala sekolah yang temui media ini menjelaskan bahwa surat yang disampaikan ke sekolah itu tidak di lampirkan masalah  pembayaran. Dan kegiatan tersebut di pusatkan di SMA 2 Polewali.
Dalam isi surat itu di sampaikan bahwa, “Guru olahraga diharapkan hadir 14-12-17 pada Jam 08 Pagi dan menyusul kepalah sekolah pada Pukul 14 (jam 2 siang) Siang,” jelas kepala sekolah yang minta dirahasiakan identitasnya.
Ditambahkan kepala UPTD Pendidikan Polewali Hamka B. Tau, S.Sos, M.Si. menjelaskan bahwa, “Kegiatan ini memang pernah kami disampaikan sebelumnya, namun tidak dijelaskan kalau ada pembayaran secara bervariasi setiap peserta,” Ungkapnya, saat di temui media ini di ruang kerjanya.

Kepala UPTD Polewali Rapat mendadak dan menyampaikan ke setiap kepala sekolah Tingkat TK dan SD di Kecamatan Polewali, “Kalau Anda mampu silahkan bayar, kalau tidak agar kiranya jangan di paksakan”. (Sudirman)

Senin, 18 Desember 2017

Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Segera Cairkan Dana Bos

Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Segera Cairkan Dana Bos

Polman,Target News
Di akhir tahun ini, triwulan IV Dana Bos di tingkat SD dan SMP di Polman Provinsi Sulawesi Barat dikeluhkan  lambatnya pencairannya, padahal sejumlah kegiatan mulai dari porseni dan beberapa kegiatan lainnya sudah mulai berjalan. Beberapa kepala sekolah ditemui media ini menjelaskan bahwa, “Kegiatan yang berjalan ini, uangnya kami pinjam dari teman-teman dulu. Padahal ini kegiatan membutuhkan dana yang cukup besar,” jelasnya.
Kadis pendidikan yang di komfirmasi menjelaskan bahwa ini dana Bos di kelolah oleh dinas provinsi dan memang lambat dicairkannya, “Kalau dana tersebut sudah di cairkan oleh dinas Provinsi Sulawesi Barat, maka kami segera salurkan langsung,” jelasnya Kepala Dinas Pendidikan Polman Andi Parial Patajangi, SH, M.Si, saat di temui media ini di ruang kerjanya pada Senin pekan lalu.
Ditambahkan Muhidding selaku manager Bos bahwa, “Kami juga bingung pak, soalnya ini, sebenarnya Provinsi Sulawesi Barat yang bertanggungjawab dalam keterlambatan pencairan Dana Bos. Tapi ada hasil komfirmasi ke dinas provinsi, bahwa dalam minggu ini (16/12) akan di cairkan Dana Bos,” jelas Muhidding saat di komfirmasi melalui telepon genggamnya.
Demikian pula misalnya wilayah Sulawesi Selatan, banyak pihak sekolah mengeluhkan lambatnya pencairan Dana Bosa, coba bayangkan katanya pelajar sekarang ulangan semester dan kegiatan ekstra korikuler, kemudian tagihan rekening listrik sekolan serta biaya ‘tetebengek’ lainya, katanya ‘pusing tujuh keliling’. (Sudirman-Arman)

Minggu, 17 Desember 2017

Aditya ; Melihat Orang Ketempelan Penunģgu Villa Angker

Aditya Suryo Beruntung Bisa Terlibat di Film Arumi

Jakarta, Target News
     Bintang muda berbakat Aditya Suryo mengaku bangga bisa terlibat di film Arumi produksi Flying Stars Pictures. Karena menurut adik kandung Chand Calvin ini film Arumi bukan horor biasa tapi lebih menonjolkan cerita kekinian atau istilah jaman sekarang, anak muda jaman now. "Aku suka banget main film Arumi, karena ceritanya beda banget dengan cerita horor yang ada di Indonesia. Pokoknya seru banget deh," aku Aditya saat ditemui di lokasi syuting di kawasan Pondok Kacang, Ciledug, Banten belum lama ini.
      Apalagi di film besutan Nayato Fionala' pengambilan gambarnya banyak di lokasi yang mistis di kawasan, Ciawi, Puncak dan Bogor. "Tadinya saya kan banyak main sinetron drama yang lokasi syutingnya di tempat ramai. Tapi begitu main film Arumi lokasi syuting lebih banyak di tempat sepi dan mistis jadi banyak pengalaman menarik selama syuting film Arumi. Salah satunya melihat orang ketempelan penunÄ£gu villa yang lumayan angker," papar Aditya.
       Belum lagi, kata Aditya menambahkan, ia diarahkan oleh sutradara bertangan dingin yang banyak melahirkan artis papan atas. "Selain ceritanya keren, sutradara nya dikenal piawai meramu cerita horor. Makanya banyak film yang disutradarainya sukses di pasaran." Ujar artis yang kini banyak membintangi  religi yang tayang di Indosiar.

      Ditengah meningkatnya penonton film genre horor, Aditya optimis kalau film Arumi bakal diburu pecinta film horor. "Insya Allah, film ini akan menyedot banyak penonton. Buat anal muda jaman now. Ayo tonton film yang bakal tayang 11 Januari 2018. Doain ya, biar bisa box office," pungkas Aditya Suryo. (Tebe)

Kepsek DDI Madatte Tidak Transparan Menggunakan Dana Bos

Kepsek DDI Madatte Tidak Transparan Menggunakan Dana Bos

Polman, Target News
Salah satu faktor pejabat alergi wartawan adalah karena adanya kebijakan yang salah, faktor lain juga terindikasinya tindak pidana korupsi misalnya. Paling dimungkinkan, pemalsuan pembukuan guna kepentingan administrasi, seperti yang tertera pada Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Pasal 9.
Halnya dengan  Ruslan S.Pd.i Kepalah Sekolah Madrasah Ibtidaiyah DDI Madatte  Kelurahan Darma Kecamatan  Polewali Kabupaten Polewali Mandar  Provinsi Sulawesi Barat, menghalang-halangi wartawan untuk mengambil data dan menggali informasi,   karena beberapa sumber media ini katanya patut di duga korupsi Dana Bos di sekolah ini.
Ketika dikomfirmasipun  kepala sekolah selalu menghindar dari kejaran pertanyaan wartawan, begitupun papan bicara tidak nampak, kata sumber tadi bahwa sudah berlangsung lama papan informasi tidak pernah diisi. Ketidak transparansian penggunaan Dana Bos jadi pembicaraan di lingkungan sekolah,  hingga berita ini diturunkan.
“Dirinya dengan Bendahara Dana Bos, tidak ada kesempatan untuk mengisinya,” ungkapnya singkat sambil berlalu, saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.
Lanjut  Ruslan bahwa, “3 hari berturut-turut bendahara Dana Bos tidak masuk sekolah, dikarenakan di periksa di Kejaksaan Negeri,” katanya beralasan (14/12).
Padahal jelas dalam aturan, setiap pengelolah Dana Bos itu harus transparansi, diatur oleh Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. (Sudirman)