Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Jumat, 02 Juni 2017

Satker Penata Bangunan dan Lingkungan Kerja Keras Di Sulbar

Satker Penata Bangunan dan Lingkungan Kerja Keras Di Sulbar

Mamuju, Target News
Satuan Kerja Penata Bangunan dan Lingkungan Sulbar tetap berkomitmen untuk bekerja keras menata lingkungan dan bangunan di Sulbar, hal terlihat dari hasil pantauan Koran Investigasi di beberapa tempat se Sulbar, mungkin tidak terlalu berlebihan jika kerjanya yang nyata di nikmati oleh masyarakat di beberapa tempat di wilayah Sulbar, seperti taman,penata bangunan yang teratur.
Sehingga harapannya kedepanya Sulbar menjadi kota yang terindah, kerena penata bangunan serta lingkungannya pun teratur rapih, salah satunya taman di Kota Mamasa yang sampai saat ini masyarakat dapat menikmati oleh masyarakat di taman itu pada malam hari,bukan hanya masyarakat biasa saja termasuk para pelajar berbondong-bondong tiap harinya menghirup udara segar di taman Kota Kabupaten Mamasa itu. Dan tak kala hebatnya taman Kota Mamuju yang kita kini menjadikan tempat olahraga di sekitar taman itu,  masih dinikmati oleh warga sekitarnya.
Menurut salah seorang pengujung Misrawati, “Dirinya hampir tiap akhir pekan mendatangi taman itu dengan buah hatinya untuk melakukan refreshing sambil menikmati udara segar di taman,” ucap ibu satu anak itu ke Koran Investigasi.
Terpisah, Kepala Satuan Kerja Penata Bangunan dan Lingkungan Arifin, ST, MT  mengungkapkan bahwa tujuan dari program yang kami lakukan,  tentunya untuk kepentingan masyarakat. Olehnya kami harap kedepannya agar masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat, terutama di taman yang kita telah kerjakan, agar masyarakat dapat menikmati taman itu dengan bersih dan rapih.
Lanjutnya, untuk tahun ini, “ Kita terus berupaya agar semua kabupaten maupun kota kecamatan se Sulbar memiliki taman sebagai tempat refreshing dan tempat untuk menikmati indahnya tatanan kota, serta adanya taman,” tandas Arifin dengan seriusnya.(Musraho)

  

Minggu, 28 Mei 2017

Kearifan Lokal Kekuatan Film Indonesia .

Kearifan Lokal  Kekuatan Film Indonesia .

Jakarta, Target News
Industri Film Indonesia Sudah Maju
             Walau perkembangan film Indonesia mengalami kemajuan pesat. Namun anehnya sejumlah kalangan yang masih pesimis, kalau industri perfilman Indonesia bisa bersaing dengan Hollywood. Saking pesimisnya ada peserta Dialog Film yang digelar Pusat Pengembangan Film dan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia di Hotel Santika Kamis (24/5) berani mengatakan untuk bisa bersaing dengan perfilman negara Adidaya, itu membutuhkan waktu 50 tahun untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, terutama Hollywood. Namun hal itu dibantah oleh actor, sineas sekaligus tokoh perfilman Indonesia, Tino Saroengallo.
     Pendapat itu dikemukakan oleh Tino sebagai salah seorang pembicara di acara Dialog Perfilman dengan tema ‘Kearifan Lokal Sebagai Kekuatan Film Indonesia di Tengah Penetrasi Budaya Asing’.
     “Saya berani mengatakan, itu pendapat yang tidak tepat. Perfilman kita sekarang sudah maju. Ada banyak film yang bisa sampai ke festival internasional dan laris di luar negeri,” tutur Tino.
Lanjutnya, “Kita tak kalah kreatif dari Hollywood atau negara lain, begitu juga dalam hal SDM. Sayangnya kita masih kalah jumlah SDM dan juga soal dana, beda jauh sama Hollywood yang memang film sudah jadi industri besar bagi mereka. Dua hal itu harus terus kita tingkatkan,” lanjut Tino Saroengallo.
       Sementara soal kearifan lokal, menurut Tino, juga sudah banyak dimuat dalam film-film Indonesia produksi dulu maupun sekarang ini. Bahkan film nasional sekarang sudah banyak yang memakai bahasa daerah dalam produksi sebuah film, bukan sekedar selipan atau petikan saja. Menurut Tino, contohnya adalah film Turah yang seluruh dialognya mempergunakan bahasa Jawa Ngapak atau Tegal.
        Film lainnya adalah Marlina: Si Pembunuh dalam Empat Babak karya Mouly Surya yang baru saja diputar di Cannes Film Festival 2017. Film yang dibintangi Marsha Timothy ini mengangkat budaya kekerasan di Sumba Barat yang patut diacungi jempol dan mendapat banyak pujian.
         “Jangankan masyarakat di luar negeri, masyarakat kita saja mungkin belum banyak yang tahu kalau budaya kekerasan ala parang sebagai senjata yang dibawa sehari-hari masih berlaku di Sumba Barat,” tutur Tino. Hal senada juga dikatakan oleh Maman Wijaya selaku Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).  Menurut Maman, nilai kearifan lokal di film Indonesia banyak yang memenangkan penghargaan di ajang internasional.
        Termasuk film Ziarah yang mendapat penghargaan Best Screenplay & Special Jury Award - ASEAN International Film Festival & Awards (AIFFA).
        Ada banyak tempat indah di Indonesia yang dapat digunakan sebagai lokasi syuting. Untuk hal ini peran pemerintah sangat diperlukan terutama dalam memfasilitasi berbagai perijinan sehingga produksi film bisa berjalan dengan lancar. Sedangkan produser film dokumenter Cerita Dari Tapal Batas, Ichwan Persada memaparkan bahwa dengan keragaman dan kekayaan budaya yang kita miliki tak harus (merasa) menjadi bangsa yang kalah.

Kemajuan Film Untuk Kepentingan Masyarakat
         Sebelumnya, Maman Wijaya, Kepala Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, konsentrasi di Kemendikbud dalam program turut memajukan perfilman di Indonesia, salah satunya dengan memberikan dukungan kegiatan non komersial dalam bidang perekamanan.  “Untuk itu, kami akan memberikan dukungan pendanaan kepada komunitas film di daerah yang membuat proses perekaman kebudayaan yang mengusung semangat kearifan lokal,” katanya.
          Dia menambahkan, semangat kearifan lokal harus didukung karena demi membentengi dari serbuan nilai-nilai global, yang makin menepikan nilai-nilai keluhuran kebudayaan asli Indonesia. “Seperti penetrasi kebudayaan barat via film-filmnya. Yang telah masuk ke ranah publik paling privat kita. Untuk itu, ada adagium yang berbunyi pertahanan terbaik adalah menyerang. Jadi,  satu-satunya cara adalah menginternasionalkan nilai-nilai kebudayaan kita,” katanya.
        Dalam kerangka itu pula, Maman menjelaskan pesan Presiden Jokowi, yakni “Agar senantiasa membuat sebuah kegiatan yang fokus pada pengembangan film nasional serya berorientasi pada kepentingan masyarakat. Termasuk pelatihan yang mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri”.
          Sejumlah kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan oleh Kemendikbud, selain focus group discussion, juga kegiatan lainnya, seperti penggandaan film KPK, fasilitas Mobil Bioskop Keliling, kegiatan apresiasi, review, resensi termasuk Lomba Kritik Film nasional, sebagaimana yang tercantum dalam RIPPN (Rencana Induk Pengembangan Perfilman Nasional/Daerah.
       Menyoal Kearifan Lokal dalam perfilman nasional, dimana budaya dan bahasa menjadi ujung tombaknya, menurut Budayawan Tino Saroenfallo, para pelaku industri pefilman nasional masih membutuhkan pemahaman yang obyektif dan konprehensi atas potensi kearifan lokal.
       “Selain itu, tantangan terberatnya adalah soal sikap dan kebijakan pemerintah. Apakah sudah menganggap penting film sebagai alat tangkal penetrasi kebudayaan asing atau masih saja dianggap sebagai media propaganda?” tandas Tino.
        Merujuk pada film ‘Jenderal Soedirman’ diproduksi tahun 2015 lalu, Tino menyebutkan bahwa dimatanya itu adalah film propaganda. Sementara dari pihak swasta, sudah sejak lama memproduksi fipm yang berbasis pada kearifan lokal, seperti bisa dilihat dalam film karya Usmar Ismail.
        “Sampai saat ini masih ada aturan dari pemerintah yang .mencerminkan film sebagai alat propaganda. Kalau alur ceritanya tidak sesuai dengan kebijalan pemerintah maka film tersebut bisa dilarang peredarannya, bahkan sama sekali tak boleh diproduksi,” ungkap Tino bersemangat.
     Akhirnya Tino Saroengallo mengingatkan agar pemerintah jangan sok tahu dan masuk ke dunia industri film. Bahkan katanya, pemerintah tak perlu memberikan bantuan keuangan, karena industri film telah memiliki investor yang siap mendanai karya kreatif tersebut.
       “Pemerintah cukup memfasilitasi perizinan, membantu koordinasi dengan berbagai lembaga terkait agar produksi berjalan lancar serta melakukan sensor yang obyektif agar bisa ditonton,” kata Tino. (Buyil)



Rabu, 24 Mei 2017

Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan

Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan
Mamuju, Target News
Polda Sulbar konferensi pers di Mapolda  Selasa 23/5, dalam rangka menjelang Bulan Suci Ramadhan. Di konferensi  tersebut, Kapolda Sulbar Drs. Nandang, SH, menyampaikan bahwa Polda Sulbar akan melakukan Operasi Cipta Kondisi jelang Bulan Suci Ramadhan, untuk mencegah terjadinya penimbunan sembilan bahan pokok (sembako) yang ada di Sulbar.
“Kepolisian Sulawesi Barat akan segera melakukan operasi, seperti biasanya sebelum memasuki Bulan Puasa tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Nandang.
Selain itu, kata Kapolda Sulbar juga akan melakukan  razia terhadap barang-barang yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat beribadah, misalnya petasan dan lain-lain sebagainya.

Lanjut Kapolda Sulbar, bahwa hingga saat ini belum ada kami dapat informasikan ke masyarakat terkait adanya tindakan penimbunan sembako, olehnya itu kami dari pihak Kepolisian Polda Sulbar akan terus berupaya memantau kondisi kestabilan harga sembilan bahan pokok yang ada di pasar. (Musraho)

Prilly Latuconsina Tidak Aji Mumpung

Prilly Latuconsina Tidak Aji Mumpung

Jakarta, Target News
        Kalau seorang artis tengah di puncak popularitas, pastinya banyak yang memanfaatkan wajah dan popularitasnya untuk berbagai keperluan. Hal tersebut yang tengah dinikmati Prilly Latuconsina, ia tidak hanya main di film dan sinetron drama melow tapi juga program komedi.

          "Sebagai pemain aku ingin berkembang, aku nggak mau main hanya satu genre saja tapi juga berbagai genre. Tapi itu bukan aji mumpung ya," cetus Prilly usai peluncuran program Ramadan Trans TV di The Hook di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan Selasa (23/5).
            Artis yang namanya menjulang lewat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala ini mengaku enjoy main di program Komedi Saur yang tayang di Trans TV. Apalagi Prilly main bareng komedian yang tengah naik daun Komika. "Enak main bareng komedian, aku nggak perlu menghapal dialog semua secara spontan," Ujar mantan pacar pesinetron Aliando ini.

         Meski komedinya mengandalkan spontanitas dan disiarkan secara langsung oleh Trans TV tapi rasa kuatir dalam diri Prilly, tetap ada. Ia takut kalau keceplosan lelucon yang bisa menyinggung masyarakat seperti yang dialami pedangdut Zaskia Gotik. "Makanya aku hati-hati dalam menerima umpan lawan main. Takutnya dalam melucu menyinggung perasaan masyarakat, kesalahan orang, jadi pelajaran berharga buat aku pribadi ya," pungkas bintang film Danur ini. (Buyil)

Senin, 22 Mei 2017

Konspirasi Dana Pembuatan ‘Cinta Rasa Coklat’ Sulbar

Konspirasi Dana Pembuatan ‘Cinta Rasa Coklat’ Sulbar
Mamuju, Target News
Pembuatan film yang berjudul, Cinta Rasa Coklat menuai sorotan dari berbagai kalangan, pasalnya film tersebut telah menelan anggaran Rp 1, 2 miliar tahun 2016 yang telah di anggarkan oleh Dinas Pariwisata provinsi sulbar.
Obyek dalam pembuatan film Cinta Rasa Coklat tersebut berlokasi di rumah salah seorang mantan Kadis PU Sulbar, Idham. Kabarnya rumah tersebut hanya dipinjamkan, padahal kenyataannya dalam item proyek rumah, tertera rumah lokasi syuting disewa.
Para pemeran film Cinta Rasa Coklat itu diambil dari aktor lokal dan nasional, sehingga diduga biaya pembuatan film ini, masih tergolong anggarannya minim, namun hingga sekarang film tersebut belum juga tayang.
Ketua DPD Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia Sulbar Arman mempertanyakan penggunaan anggaran yang  diduga merugikan Negara, karena tidak ada asas manfaatnya bagi PAD Sulbar. Untuk itu,  diminta Inspekstorat dan BPK kiranya dapat  mengaudit penggunaan anggaran tersebut.” Kami minta Inspektorat segera mengaudit penggunaan anggaran tersebut,”tegas Arman ke Koran Investigasi Senin, 21 Mei 2017.
Kadis Pariwisata Sulbar Herdin belum bisa memberikan penjelasan saat di konfirmasi.” Saya lagi rapat dulu dengan BPKP,’ Ujar Herdin pada Ketua Gerak Sulbar.(Musraho)


Minggu, 21 Mei 2017

Tomohon “North SulaWeSee” International Flower Festival 2017

Tomohon “North SulaWeSee” International Flower Festival 2017

Jakarta, Target News
      Dalam upayanya menigkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan lokal, maka Pemda Tomohon  akan menggelar Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2017. Karenanya, 
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya diwakili Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara (BP3N) Kementerian Pariwisata Mumus Muslim bersama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman me-launching  Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2017,  kemudian dilanjutkan dengan press conference  di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar),  Minggu pagi (21/5). 
Penyelenggaraan event tahunan TIFF 2017 yang akan berlangsung di Kota Tomohon, Sulut pada 7-12 Agustus 2017 mendatang ini sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata Tomohon yang memiliki daya tarik budaya (culture),  wisata alam (nature), dan buatan manusia (manmade) serta mendukung program “North SulaWeSee”  maupun program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dalam mencapai target tahun 2017 sebesar 20 juta wisatawan mancangera (wisman) dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.
Penyelenggaraan TIFF 2017 yang memasuki tahun ke-7 kali ini mengangkat tema “The 7 Wonders of Tomohon” dengan menampilkan tujuh daya tarik alam (nature) sebagai keajaiban dan keunikan alam Tomohon berupa tujuh gunung, tujuh danau, dan tujuh air terjun untuk meningkatkan kunjungan wisman dan wisnus ke Tomohon yang pada tahun 2015 lalu sebanyak 14.734 wisman dan 192.322 wisnus. 
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara (BP3N) Kementerian Pariwisata Mumus Muslim mengapresiasi penyelenggaraan TIFF 2017 merupakan upaya mempromosikan Kota Tomohon sebagai kota bunga dan  pusat industri bunga terbesar di Indonesia Timur.  “Penyelenggaraan festival ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan daya tarik destinasi pariwisata Sulut,  bila selama ini dikenal wisatawan dalam negeri dan mancanegara dengan obyek wisata bahari antara lain taman laut Pulau Bunaken, adanya penyelenggaan TIFF ini menjadikan Tomohon semakin dikenal oleh wisatawan sebagai kota dan  pusat industri bunga dan menjadi daya tarik pariwisata Sulut,” kata Mumus. 
Penyelenggaraan festival bunga ini, kata Mumus, sebagai upaya untuk meningkatkan  daya tarik khususnya untuk unsur atraksi yang menjadi bagian penting dari unsur 3 A ( Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas) yang terus ditingkatkan. “Sulut memiliki amenitas dan aksesibiltas yang memadai, begitu pula dengan atraksi setiap kota memiliki festival budaya  yang menarik,” kata Mumus.
Untuk aksesibilitas Sulut memiliki Bandara Internasional Samratulangi di Kota Manado yang  dikenal sebagai northern hub yang melayani 15 tujuan penerbangan domestik dan 9 penerbangan internasional  yakni; 1 ke Singapura dan 8 kota di Tiongkok ( Chengdu, Chongqing, Guangzou, Hongkong, Wuhan, Nanchang, Changsha, Macau), sedangkan  amenitas  (hotel, restoran, dan taman rekreasi, dan MICE) banyak terdapat di Manado (memiliki 129 hotel bintang dan no-bintang dengan total kama mencapai 5.000)  dan di kota Tomohon.
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan, TIFF 2017 merupakan grand  event Pemerintah Kota Tomohon dalam memberikan kontribusi untuk  menyukseskan program Kemenpar  Wonderful Indonesia  dan Pesona Indonesia serta program Pemerintah Provinsi Sulut ‘North SulaWeSee’ serta menjadi sarana penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat terutama para petani dan perajin bunga dalam kegiatan kepariwisataan  ecotourism maupun agrotourism.  “Bunga dan tananam hias merupakan bagian dari budaya masyarakat Tomohon dan menjadi daya tarik  pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Olly Dondokambey. 
Sementara itu Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman menambahkan, penyelenggaraan TIFF 2017 sengaja mengangkat tema “The 7 Wonders of Tomohon”  untuk menegaskan bahwa Tomohon dikaruniai keindahan alam berupa 7 gunung (Gunung; Lokon, Empung, Tatawiran, Mahawu, Tampusu, Masarang, dan Kasuratan),7 danau (Danau;Tampusu, Linow, Pangolombian, Sineleyan, Panunuzaen, Linow Oki, dan Kasewean), dan 7 air terjun (Air Terjun; Tapahan Rinokrok, Tumimperas, Regesan, Ranowawa,TekaanTelu, Kanderawatu, dan Kinapesutan) kesemuanya merupakan keajaiban (wonders). “Kota Tomohon dengan berbagai keunikan alam dan florikultura merupakan surga tersembunyi dengan berbagai keajaiban yang menyajikan keindahan alam mempesona,” kata Jimmy Feidie Eman. 
TIFF 2017 mengagendakan lima kegiatan utama yakni; Tournament of Flowers/Flower Parade (8 Agustus 2017) sebagai  parade kendaraan hias yang diikuti oleh perwakilan negara sahabat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, BUMN/BUMD, serta instansi/perusahaan swasta;  Kontes Ratu Bunga Nusantara (7 – 10 Agustus 2017) sebagai ajang kontes menjaring minat dan bakat para putri terbaik se-Indonesia dalam mengembangkan minat dan bakat masing–masing serta kecintaan akan bunga;  Tomohon Flower Carnival (8 Agustus 2017) menampilkan eksotisme bunga dalam balutan pakaian kreatif yang dirancang oleh para perancang lokal maupun asional sebagai bagian dari Parade Bunga. 
Selain itu Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara (8 – 12 Agustus 2017) menampilkan warisan seni dan budaya Nusantara, yang dikemas dalam atraksi menarik;  Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara (8 – 12 Agustus 2017) menampilkan warisan seni dan budaya Nusantara yang dikemas dalam atraksi menarik;  dan Tourism, Trade, Investment, and Floriculture Expo (7 –12 Agustus 2017) kegiatan  pameran menyajikan pameran florikultura, landscape taman bunga, dan juga pameran pariwisata, perdagangan serta investasi. 
Acara launching dan press conference TIFF 2017 didahului dengan kegiatan karnaval mini yang menampilkan flower fashion mini carnival,  float Kendaraan hias, dan pertunjukan  tari Kabasaran (tari perang) dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju gedung Sapta Pesona,  Jalan  Merdeka Barat (Kantor Kemenpar). Acara karnaval mini ini menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga dan rekreasi di ruas Jalan Soedirman-Thamrin saat memanfaatkan moment car free day  hari Minggu. 
Penyelenggaraan TIFF semula sebagai event dua tahunan bilingual event (Tahun 2008, 2010, 2012, dan 2014) kemudian sejak tahun 2015 event ini ditetapkan sebagai ajang tahunan atau annual event. Pada penyelenggaraan TIFF tahun 2014 diikuti 37 float kendaraan hias sebagai perwakilan dari beberapa provinsi/kota/kabupaten, BUMN/BUMD dan swasta, serta 6 perwakilan negara sahabat yakni; Hongkong, Rusia, Amerika, Perancis, Thailand, dan Philipina. (Buyil) 


Syahnas Sadiqah Menikah di Usia 25 Tahun

Syahnas Sadiqah Menikah di Usia 25 Tahun

Jakarta, Target News
   Walau kekasihnya sudah membeli rumah bukan berarti  Syahnas Sadiqah segera menikah dengan Jeje Govinda.
     "Yang saya tahu dia memang beli rumah, tapi soal untuk persiapan nikah. Kita belum ada omongan ke sana," ujar Syahnaz saat ditemui usai peluncuran program Ramadan RCTI baru-baru ini.
     Soal kapan menikah, sebagai wanita dewasa dirinya sudah siap, tapi diakuinya untuk menuju ke arah sana,  kata adik kandung Raffi Ahmad ini perlu pemikiran yang matang. Khususnya keberlangsungan kariernya yang tengah naik daun. Karena menurutnya, bila artis wanita menikah biasanya karier yang tengah moncer akan merosot tajam.
        "Saya kan masih muda, alhamdulilah karier lagi bagus, sayang kalau harus terhenti karena menikah." Ujar mantan pacar Billy Syahputra ini.
        Artis yang akrab disapa Nanas ini kepinginnya menikah di usia 25 tahun. Kini Mojang Bandung ini berusia 23 tahun, artinya masih ada waktu 2 tahun lagi ia mengejar karier.
          "Saya sih gak ada target usia menikah, tapi keinginannya umur 25 tahun menikah. Biar nggak terlalu tua. Tapi kalau Allah belum kasih jodoh bisa apa," kata bintang sinetron Dunia Terbalik yang tayang di RCTI ini.
         Apalagi kini sinetron yang dibintanginya raihan ratingnya selalu nomer 1 dari episode pertama hingga saat ini. Dengan begitu sinetron yang juga dibintangi Agus Kuncoro umurnya akan panjang. "Alhamdulilah kalau sinetron Dunia Terbalik episodenya bisa panjang, jadi bisa  nabung," pungkasnya. (Buyil)