Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Sabtu, 04 Agustus 2018

BRI Gandeng Dwiki Gelar Musik Berskala Nasional Di Solo


BRI Gandeng Dwiki Gelar Musik Berskala Nasional Di Solo

Jakarta, Target News
      Banyak cara untuk untuk meningkatkan wisata dan ekonomi kreatif di Kota Solo Jawa Tengah. Adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Dwiki Darmawan dan Java Festival Production (JFP) menggelar event musik berskala nasional di Solo, Jawa Tengah. Event yang bertajuk Harmoni Pasar Klewer (HPK) merupakan konser album Dwiki Darmawan yang dibawakan secara live dengan pertunjukan artis-artis ternama Indonesia, yaitu Via Vallen, Tulus, GAC, Andra & The Backbone, Raisa, Kahitna, Ipank Lazuardi, Glenn Fredly serta Papua Original. Adapun penyelenggaraan event tersebut dilaksanakan pada 3 – 4 Agustus 2018 di Balaikota Surakarta.
         Direktur Utama Bank BRI Suprajarto, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa event ini merupakan upaya Bank BRI untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah utamanya di Kota Solo. “Selain menikmati konser musik, masyarakat yang hadir juga dapat berbelanja karena terdapat berbagai macam tenant yang tentunya menarik perhatian, seperti tenant kuliner, pernak pernik dan kerajinan serta pelaku UMKM lainnya,” imbuh Suprajarto.
       Pada kesempatan yang sama, Bank BRI juga bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo dalam penyelenggaraan Final Pemilihan Putra Putri Solo 2018.
Suprajarto menambahkan, bahwa selama pagelaran HPK berlangsung, Bank BRI memberikan banyak promo menarik bagi masyarakat. Diantaranya bagi nasabah Kartu Kredit BRI khusus untuk pengguna Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia, mendapatkan Diskon 10% Paket Individual Trip ke Solo With Panorama JTB & berkesempatan mendapatkan Free Tiket Harmoni Pasar Klewer. Para pengunjung juga berkesempatan untuk mendapatkan Lucky Dip BRIZZI dengan bertransaksi menggunakan Kartu BRIZZI di HPK. Hadiah Lucky Dipnya berupa bonus top up, Tabungan BritAma Muda senilai 2.000.000,- untuk 3 orang pemenang,Iphone X 128 GB untuk 2 orang pemenang, dan Yamaha Lexi untuk 1 orang pemenang. Pengunjung juga bisa melakukan Redeem 20 BRI Poin untuk 1 pcs minuman atau 1 porsi  makanan di tenant Harmoni Pasar Klewer.
        Dalam acara HPK, Bank BRI juga meluncurkan inovasi produk terbarunya yang disebut “My QR”. My QR merupakan cara pembayaran kekinian dengan cara memindai QR Code menggunakan handphone yang dilengkapi dengan aplikasi BRI Mobile. Setelah membuka aplikasi Bri Mobile, nasabah akan membuka aplikasi My QR dan akan muncul layar kamera yang siap untuk memindai QR Code. Pembayaran My QR menggunakan uang elektronik server based BRI, T-Bank, sebagai sumber dananya sehingga My QR dapat digunakan untuk nasabah dan non-nasabah Bank BRI cukup dengan satu kali registrasi melalui BRI Mobile. Peluncuran produk My QR ini merupakan bukti bahwa Bank BRI selalu berinovasi dalam produk dan layanannya. selalu mengikuti perkembangan teknologi untuk mewujudkan cashless society dan mempermudah transaksi pembayaran di Indonesia.
“Dengan menggabungkan konser musik dengan kuliner serta berbagai jenis pelaku UMKM lainnya, kami berharap bahwa dengan pagelaran HPK dapat menjadi motor industri kreatif di Solo, karena upaya untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif memerlukan sinergi dari semua pihak, termasuk salah satunya yakni Bank BRI,” pungkas Suprajarto. (ThressNo)

Pesona Orchid Forest Tempat Wisata Penggila Selfie


Pesona Orchid Forest Tempat Wisata Penggila Selfie

Jakarta, Target News
Kemajuan teknologi di bidang media sosial dan Android membuat masyarakat menggemari foto selfie. Berangkat dari kenyataan ini, membuat pelaku industri pariwisata di Bandung membuat terobosan dengan menghadirkan tempat wisata yang diperuntukkan buat mereka yang hobi selfie dengan beragam destinasi wisata. Adalah Orchid Forest Cikole hadir menambah daftar destinasi wisata yang patut anda sambangi.
      .Orchid Forest berada di Jalan Raya Lembang, Desa Cikole, Kabupaten Bandung Barat, sekitar 5 kilometer dari Alun-alun Lembang.
       Untuk menuju Orchid Forest, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 25.000. Namun, untuk hari besar seperti libur lebaran, harga tiket naik menjadi Rp 35.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 100.000 untuk turis mancanegara.
Setelah membeli tiket, tinggal melanjutkan perjalanan sepanjang satu kilometer menuju tujuan.
Orchid Forest secara resmi dibuka pada September 2017. Berlokasi di wilayah pegunungan Lembang, sudah tentu anda akan disapa sejuknya udara khas Bandung Utara.
Jajaran pohon pinus akan menemani langkah anda mengeksplorasi eduwisata yang berdiri di lahan seluas 10 hektar tersebut.
Secara konsep, Orchid Forest merupakan wisata alam yang membawa misi memperkenalkan dan membudidayakan aneka bunga anggrek baik lokal maupun internasional.
      Menurut Sinea, Staf Bunga Angrek di Orchid Forest, edu tourism seluas 14 hektar ini memiliki lebih dari 100 lebih jenis bunga anggrek yang dibudidayakan.
    "Bibitnya selain dari berbagai daerah di Tanah Air, juga dari Amerika Serikat, Peru, Venezuela, dan lainnya," ujar Sinea.
        Sementara Marketing Executif Orchid Forest, Nena Paisan menjelaskan di destinasi era milenial berbasis digital ini tersedia lebih dari 20 spot selfie yang instagramable, salah satunya Wooden Bridge atau jembatan gantung kayu yang melintas di antara batang-batang pinus.
        Jembatan gantung setinggi 20 meter ini, sambung Nexa terhubung dengan wahana flying fox.
        "Kalau ngeri turun dengan flying fox, tak usah cemas, bisa lewat taman lampu tepat di bawah jembatan," papar Nexa.
    Nexa menambahkan Garden of Lights-nya berupa taman kecil dengan jalan setapak berkelok yang bunganya menyala kala sore hari.
      Menjelang malam lampu yang ada di sepanjang lokasi tersebut  menyala dan menciptakan nuansa romantis.
  Bagus Maulana Marketing Executive Orchid Forest lainnya menambahkan di objek berhawa sejuk ini juga ada sebuah amfiteater.
    "Panggung kecil di tengah hutan pinus ini jadi tempat live music dan lainnya. Pengunjung bisa duduk di deretan bangku kayu yang berjajar rapi di depannya," jelasnya.
    Meski berkontur naik turun, jalan hutan pinus ini, lanjut Bagus sudah berupa paving block sehingga nyaman untuk anak-anak dan lansia.
    "Pengunjung pun dijamin tak kesasar karena banyak papan penunjuk jalan," ungkap Bagus.
       Menariknya lagi, bilik-bilik toiletnya tampil tak biasa, didesain unik kekinian sampai dijadikan selfie spot juga oleh sejumlah pengunjung.
      Usai keliling melihat aneka bunga angrek dan berselfie ria,  pengunjung bisa mampir ke kedai kopi.
       Setelah puas menengok aneka bunga anggrek, pengunjung akan dimanjakan berbagai fasilitas rekreasi. Salah satu yang menarik adalah Wooden Brige, jembatan kayu sepanjang 125 meter  yang menggantung di atas ketinggian sekitar 23 meter.
       Selain cukup memacu adrenalin, anda bakal merasakan sensasi berjalan di atas rapatnya pohon pinus. Jika tak takut ketinggian, anda bisa mencoba turun menggunakan flying fox untuk menambah keseruan liburan.
      Keseruan sesungguhnya baru dimulai menjelang petang. Kerlap-kerlip lampu hias menyambut pengunjung selepas mentari pulang ke peraduannya. Wooden Brige pun berubah menjadi taman lampu yang indah.
        Di tengah selimut kabut, butiran bohlam warna-warni memberi nuansa unik dan instagenik di tengah rapatnya hutan Lembang. Para pengunjung pun rela antre demi mendapat swafoto terbaik.  
       Konsep taman lampu tak lepas dari latar belakang pemilik yang sempat mengenyam pendidikan teknik elektro di Universitas Indonesia.
       "Iya ini sekaligus menyalurkan passion saya di bidang elektrisasi," tambah Akbar yang baru berusia 28 tahun.
        Spot lain yang biasa ramai dikunjungi yakni rabbit forest, camping ground, dan sejumlah spot swafoto kece yang menarik untuk dicoba.
        "Sejauh ini cukup puas dengan fasilitas di sini. Yang paling penting di sini banyak titik peristirahatan yang nyaman untuk menikmati suasana alam. Toilet dan mushalanya juga bersih," kata Nia (30), wisatawan Tegal.
      Suasana dingin cukup membuat perut keroncongan seusai menjelajahi beragam fasilitas Orchid Forest. Namun, anda tak usah khawatir, sebab pengelola juga menyediakan kafetaria yang menyajikan beragam hidangan dari mulai kopi hingga kudapan. (BUYIL)

Kemenpar Gelar Outbound dengan Jurnalis


Kemenpar Gelar Outbound dengan Jurnalis

Bandung, Target News
Dalam rangka peningkatan pemahaman bidang pariwisata. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara outbound dengan 50 jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di kawasan wisata Rancabali, Ciwidey, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu hingga Jumat (1-3/8/2018). Kegiatan yang dikemas dalam tema “Peningkatan Pemahaman Bidang Pariwisata Bagi Jurnalis  Tahun 2018” ini sebagai ajang meningkatkan tali silaturahmi dengan para jurnalis sekaligus mengenalkan wisata nomadik (nomadic tourism) yang ada di kawasan Kabupaten Bandung, Jabar.
       Nomadic Tourism berupa glamp camp, home pod, dan caravan  menjadi salah satu program terobosan yang dilakukan oleh Kemenpar bersama stakeholder pariwisata (para pelaku bisnis) dalam memenuhi tuntutan pasar atau permintaan wisatawan serta untuk mengatasi keterbatasan tersedianya amenitas sebagai unsur penting dari 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) di daerah tujuan wisata yang mengandalkan unsur budaya (culture), alam (nature), dan  buatan manusia (manmade). 
      Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai nomadic tourism memiliki value ekonomi tinggi  dan treatment-nya juga relatif mudah sehingga menarik para pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan bisnis ini terutama untuk aksesibilitas dan amenitasnya karena konsep ini cepat memberikan keuntungan komersial. Menurut rencana Kemenpar akan mengembangkan nomadic tourism di empat destinasi prioritas; Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur yang nantinya akan menjadi pilot project.
      Sisi lain nomadic tourism,_ khususnya untuk amenitas seperti glamorous camping atau glamping/glamp camp banyak diminati para traveller dunia sebagai salah satu pilihan selain hotel berbintang. Fasilitas glamping mulai dikembangkan di sejumlah destinasi unggulan di Tanah Air seperti Bali, Lombok, Jawa Barat, dan Belitung  sekaligus sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisatawan ke Indonesia yang tahun ini mentargetkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2018.
     Sementara Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti mengatakan, kegiatan outbound dengan jurnalis menjadi kegiatan tahunan Komblik yang pada kegiatan tahun ini sedikit berbeda karena para peserta menikmati langsung fasilitas Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey sebagai salah satu daya tarik obyek wisata yang sedang nge-trend terutama di kalangan wisatawan generasi milenial. “Kegiatan outbound dengan jurnalis anggota Forwapar tahun ini sengaja kita pilih di obyek wisata Glamping Lakeside  Rancabali Ciwidey agar lebih memahami dan merasakan apa itu wisata nomadik serta mengenalkan potensi pariwisata di     
       Kabupaten Bandung kepada masyarakat,” kata Guntur Sakti, seraya mengatakan Menpar Arief Yahya sangat concern terhadap wisata nomadik ini selain karena treatment-nya relatif mudah; mempunyai prospek bisnis yang cerah; juga memiliki pasar  yang besar di mancanegara.
        Menurut data jumlah backpacker  atau wisatawan kelana di seluruh dunia mencapai 39,7 juta terbagi dalam 3 kelompok besar;  flashpacker atau digital nomad sekitar 5 juta orang yang  menetap sementara di suatu destinasi sembari bekerja; glampacker atau milenial nomad  sekitar 27 juta orang dengan mengembara di berbagai destinasi dunia yang instagramable; dan luxpacker atau luxurious nomad sebanyak 7,7 juta orang lebih suka mengembara untuk melupakan hiruk-pikuk aktivitas dunia. Para luxpacker ini lebih menyukai fasilitas amenitas glamping di kawasan wisata alam; danau, pegunungan, pantai, atau sungai.
         Kegiatan outbound Biro Komblik Kemenpar dengan 50 jurnalis anggota Forwapar antara lain diisi dengan aktivitas tim building di Ranca Upas Camp, kunjungan wisata ke Orchid Forest Cikole,  Teras Bintang & Baklon Camping Adventure untuk berburu sunset,  kebun teh, dan green forest,  serta temu dialog, Kadisparbud Kab. Bandung H. Agus Firman Zaeni, serta perwakilan manajeman glamping lakeside rancabali Lutfi Naufal. Pada kesempatan itu juga dilakukan lomba foto diantara para jurnalis dengan obyek wisata sekitar Ciwidey dan seputar Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey. (ThressNo)

Buku Aktingnya Didi Petet "Wasiat Sang Maestro Seni Peran"


Buku Aktingnya Didi Petet
"Wasiat Sang Maestro Seni Peran"

Jakarta, Target News
       Sebagai seorang aktor dan dosen, Didi Petet memang komplit, ia bisa memainkan beragam peran dengan natural, tidaklah berlebihan kalau film dan sinetron yang ia mainkan selalu menjadi tontonan yang menghibur tapi juga jadi panduan akting lewat layar lebar maupun televisi. peran Emon di film Catatan Si Boy, Kabayan di berbagai judul film Kabayan, dan sinetron Preman Pensiun di RCTI salah satu contoh akting mumpuni Didi Petet.
       Untuk itu,, ilmu akting banyak dipelajari dan jadi rujukan mahasiswa baik IKJ maupun perguruan tinggi lainnya.
        Sebuah buku mengenai teori acting dari sang maestro seni peran yang telah memerankan banyak sekali peran dalam dunia seni pertlmjukan Indonesia baik di atas panggung maupun di layar perak.
      "Buku ini bisa menjadi panduan cara berakting bagi siapa saja baik itu artis profesional maupun mereka yang profesional namun bukan artis dan ingin mengenal dunia akting yang diperkenalkan oleh Didi Petet”, kata Amato Assegaf, pada saat soft launching buku ini, Selasa (31/7/2018) di Jakarta.
          Buku ini sudah tentu menjadi sebuah angin segar di tengah minimnya buku mengenai seni peran itu sendiri dan juga sudah dapat dipastikan akan mengobati kerinduan kita semua akan sosok yang terkenal dengan peran Kabayan.
      Dan "Buku Aktingnya Didi Petet” menjadi judul buku yang ditulis oleh Amato Assagaf dengan tebal 246 halaman dan bersumber dan' wawancara Didi Petet oleh Yayu Unru, Amato Assegaf, Yehuda Gabriel , dan Faisal Aidid.
     Meski secara umum berupa paduan cara berakting dari Didi Petet yang dapat di gunakan oleh calon actor sebagai manual book dalam mereka mengerti dan belajar akting, Tapi bila di telaah lebih dalam buku ini berisikan pernyataan-pernyataan filosofis dan pemikiran mendalam dari almarhum Didi Petet mengenai kehidupan.
       Seperti yang dikatakan sendiri oleh Amato dalam kata pengantar, bahwa buku ini, “Menjangkau tidak hanya para actor professional dan para professional bukan actor, tapi juga siapa saja yang ingin berkenalan dengan Aktingnya Didi Petet”
        Keinginan penulisan buku ini sendiri sebenarnya telah dimulai semenjak 13 tahun yang lalu, dan penulis Amato Assagaf sendiri telah sempat melakukan wawancara intensif dengan Almarhum Didi Petet secara langsung. Namun sayang proyek penulisan buku ini harus tertunda, dan baru setelah Didi Petet berpulang pada tanggal 15 Mei 2015 proyek penulisan buku ini pun dilanjutkan kembali, dan kali ini berkat bantuan dari Artha Graha Peduli dan Artha Graha Network buku ini berhasil rampung dan siap menjadi buku wajib baca para calon aktor, para aktor, pecinta seni peran, atau siapa saja yang rindu akan sosok Didi Petet. Buku ini juga nnerupakan terbitan pertama dari Haluan Seni Nusantara.  (Nia Kurniati)

Setelah Puasa 7 Tahun Rahayu Kertawiguna Mulai Petik Buah Manis


Setelah Puasa 7 Tahun Rahayu Kertawiguna Mulai Petik Buah Manis

Jakaarta, Target News
      Ditengah kesulitan pasti ada jalan untuk kebahagiaan, hal itu yang diyakini Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswara musik. Setelah tujuh tahun 'puasa' menikmati kesuksesan penyanyi dibawah manajemennya.  Akhirnya Nagaswara mulai menuai buahnya.
        Diawali Dari kesusksesan tembang Syantik yang dilantunkan pedangdut Siti Badriah, membuat gairah Rahayu untuk mengeluarkan album karaoke kompilasi dengan label New Funtastik Hitz.
        "Kami ingin  mengisi kekosongan album karaoke, apalagi yang bisa digunakan untuk aerobik dan senam. " Ujar Rahayu saat peluncuran album karaoke yang diisi penyanyi beken orbitan Nagaswara, Fitri Carlina, Siti Badriah, Zaskia Gotik, Uci Sucita, Meggy Diaz, Duo Anggrek, Hesty Klepek Klepek,
         Fenomena lagu Syantik perlu didorong dengan peluncuran album karaoke yang lebih heboh."Kami melihat kebosanan di musik dangdut yang dikuasai genre koplo sebagai sebuah peluang memunculkan genre dancedut. Kami coba menciptakan genre baru yang enak dan asyik untuk dinikmati penikmat musik Indonesia dan ternyata kehadirannya bisa diterima dan sangat menghibur masyarakat,” ujar Rahayu
      Untuk itu Nagaswara kembali meluncurkan album kompilasi terbaru yang diberi nama ‘New Funtastik Hits’, yang merupakan album VCD Karaoke & Senam Aerobik, yang dibawakan oleh sejumlah artis, seperti : Zaskia Gotik, Fitri Carlina, Duo Anggrek, Bebizy, Hesty Klepek Klepek, Sherly Mey, Ratu Idola, Meggy Diaz, Ucie Sucita, Denias dan Susi Ngapak.
“Album kompilasi ini kita buat berbeda dari yang sebelumnya, sebagai wujud eksistensi dari kami untuk terus berkarya dan menghibur masyarakat luas, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucap dewan kehormatan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) ini.         
         Rahayumenambahkan album VCD Karaoke yang diluncurkan yaitu VCD Top Hits Karaoke berisikan lagu-lagu Nagaswara di seluruh Indonesia yang menjadi juara dan album VCD Karaoke Dancedhut New Version 2018 berisikan lagu-lagu lama yang di arransemen kembali dan dinyanyikan oleh artis-artis Nagaswara.
      Mendaur ulang lagu-lagu lawas tersebut tetap abadi di hati para penikmat musik Indonesia dengan di arransemen musik secara kekinian.
Sedangkan untuk VCD Senam Aerobik Berty Tilarso menyuguhkan teknik-teknik senam yang dipadu dengan irama musik dan lagu dari penyanyi fenomenal Siti Badriah ‘Lagi Syantik’ dan lagu ‘Goyang Nasi Padang’ dari penyanyi Duo Anggrek.
“Kami berharap peluncuran album VCD Karaoke & Senam Aerobik dapat menginspirasi para penyanyi dan musisi untuk tetap berkarya, dan selalu memberikan yang terbaik bagi kemajuan industri musik Indonesia,” pungkas Rahayu Kertawiguna. (Nia Kurniati)

Senin, 30 Juli 2018

Meggy Diaz Menolak Dinikahi Siri Tukul Arwanae


Meggy Diaz Menolak Dinikahi Siri Tukul Arwanae

Jakarta, Target News      
      Gosip hubungan istimewa antara Komedian Tukul Arwana dan pedangdut Meggy Diaz. Bahkan ada tudingan kalau Meggy Diaz pelakor, alias perebut laki orang. Sekarang gosip terbarunya, ia dinikahi siri oleh mantan host Bukan 4 Mata ini.
       "Apa, sayang saya nya yang masih lajang kalau dinikahi siri ya. Dan saya menolak keras kalau ada laki-laki ngajak saya nikah siri," ujar pedangdut yang baru saja meluncurkan single Gantung Aku di Monas di Jakarta Senin (29/7).
       Meggy mengatakan kalau hubungan antara dirinya dengan Tukul Arwana sebatas hubungan kerja.
      "Hubungan saya sama Mas Tukul, hubungan persaudaraan tidak lebih," Tegas Meggy Diaz.
        Meggy mengaku kaget ketika dirinya dituding Pelakor. Karena waktu itu Tukul Arwana masih beristri Susi. "Sempat syok juga, tapi setelah dikasih pencerahan sama Mas Tukul. Akhirnya saya bisa menerima kenyataan gosip tidak mengenakan," kata Meggy.
        Meggy menegaskan, kalau memang dirinya dikasih jodoh dengan siapapun, ia ingin menikah secara resmi. 'Menikah siri, yang rugi kita sebagai kaum perempuan. Jadi pokoknya saya tidak mau dinikahi secara siri," tandas Meggy Diaz. (Nia Kurniati)



Kamis, 26 Juli 2018

Tata Janeeta Bergairah


Tata Janeeta Bergairah

Jakarta, Target |News
        Memiliki suami ganteng, keren dan bule tentu membanggakan sekaligus was was, setidaknya itu dialami Tata Janeeta, sejak menikah dengan Mehdi Zati. Tata hidupnya makin sumringah, terbukti ia makin produktif membuat lagu dan single melow. "Iya, neh, sejak menikah dengan Mehdi hidup gua jadi bergairah. Menyanyikan lagu melow jadi makin pas aja," ujar Tata saat ditemui media ini usai peluncuran album kompilasi yang bertajuk Story of a Broken Heart di KFC Kemang Jakarta.
       Selain bergairah hidupnya mantan personel Dewi Dewi dan Mahadewi ini mengaku jadi protektif kepada sang suami. "Gimana nggak protektif, wong lagi jalan sama gua aja, cewek cewek pada berani nggodain, gimana kalau gua Meleng. Hilang disambar orang," selorohnya.
      Saking kawatirjya sang suami disambar cewek lain, Tata pun jadi tidak tenang saat Jumpa Pers. Matanya terus.mencari keberadaan sang suami, padahal ia tengah menjawab pertanyaan awak media.
       "Mana neh, laki gua. Kok ga kelihatan batang hidungnya, jangan-jangan lagi digoda cewek," kata Tata was was.
      Makanya, kata Tata menambahkan "Mending laki gua, gua simpen dirumah. Biar tenang kerja gua. Hahahaha," pungkas Tata Janeeta. (Nia Kurniati)