Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Minggu, 28 Januari 2018

Seruni Bahar Tetap Sintal JagaPerawatan

Seruni Bahar Tetap Sintal JagaPerawatan

Jakarta, Target News
       Lama menghilang dari hiruk pikuk industri musik dangdut, bukan sepi tawaran manggung tapi karena ia harus merawat anak keduanya yang baru beberapa bulan dilahirkan. "Saya baru melahirkan anak kedua mas, jadi off ngamen dulu. Tawaran banyak banget, tapi karena mesti merawat anak semua tawaran saya tolak," ujar Seruni Bahar saat menghadiri acara Media Gathering yang digelar Klinik kecantikan Derma Pro di Hotel 101 Darmawangsa  Jakarta Selatan Sabtu ( 27/1).
     Setelah anaknya Muhammad Fauzi Bahar berusia 3 tahun dan sudah bisa ditinggal untuk ngamen lagi di tahun politik 2018. "Tawaran untuk meramaikan pilkada udah pada datang, tinggal nunggu kepastian dari panitia. Tunggu ya soal agenda lengkapnya, kalau udah teken kontrak," kata pemilik singel Ga Papa ini.
       Biasanya wanita habis melahirkan badannya tambah melar dan wajah tembem. Tapi tidak buat pedangdut terterah Bahar, Anisa Bahar, Juwita Bahar, Jelita Bahar ini. Ia tetap langsing dan cantik. Apa resepnya Seruni? "Diet ketat aja, karena kalau gemuk kan nggak enak tuk goyang. Soal wajah yang kelihatan kencang, karena saya melakukan perawatan tanam benang kecantikan di Klinik Derma Pro." Jawabnya lugas.

          Sayangnya Seruni menolak ketika biaya yang dibutuhkan untuk perawatan wajah yang tampak kelihatan kencang. "Berapa ya, susah ngitungnya. Buat kecantikan, biar penggemar saya tetap menyukai penampilan saya di atas panggung, perawatan wajah itu penting untuk seorang penyanyi," ujar Seruni Bahar menutup perbincangan dengan awak media. (Tebe)

Michelle Minta Derby & Dimas 1 Frame, Akui Kehilangan Masa Remajanya


Michelle Minta Derby & Dimas 1 Frame, Akui Kehilangan Masa Remajanya

Jakarta, Target News
       Sebagai bintang film yang namanya tengah menanjak, tentu ia bebas memilih lawan main film. Dan kebetulan produser film London Love Story' 3, Sukhdev Sing mengabulkan ketika ia meminta Derby Romero dan Dimas Anggara. "Saya merasa beruntung, karena keinginan saya untuk bisa bermain satu frame sama Dimas Anggara dan Derby Romero dikabulkan produser," ujar Michelle Ziudith usai nobar film London Love Story' 3.
        Alasan gadis kelahiran Medan, 20  Januari 1995 ini memilih 2 cowok keren sebagai lawan mainnya, karena keduanya memiliki kemampuan akting dan karakter yang kuat. Sehingga setiap film yang dibintanginya selalu sukses. “Saya kan masih harus banyak belajar soal akting, makanya saya membutuhkan lawan main yang kemampuan akting mumpuni. Sehingga saya bisa menimba ilmu dari Dimas dan Derby," kata Michelle terus terang.
      Pilihan cewek yang mengawali kariernya mengikuti ajang Miss Celebrity ini tidak salah, terbukti selain bisa belajar akting. Film yang dibintanginya bisa sukses di pasaran sehingga bisa diproduksi ulang hingga 3 episode.
       "Saya nggak berani menerka berapa jumlah penonton, maunya yang seperti yang pertama. " Harap Michelle.

       Diakui Michelle gara-gara syuting film produksi Screenplay itu, ia kehilangan masa remajanya. "Saya akui kehilangan masa remaja, tapi saya akui juga, berkat film Ini saya makin dewasa," pungkas Michelle Ziudith. (Tebe)

Dituding Korupsi Waktu Ketua DPRD Lembata F.Koda Terima

Dituding Korupsi Waktu Ketua DPRD Lembata F.Koda Terima

Lambata, Target News
      Reses akhir tahun DPRD Kabupaten Lembata, pada masa sudang ke tiga tahun 2017,dimanfaatkan anggota DPRD sebagai ajang curhat dan penyaluran aspirasi oleh masyarakat setempat.
      Seperti masyarakat desa Lamawara, memanfaatkan pertemuan dengan Ketua DPRD Lembata, Ferdi Koda, yang melakukan reses di sana, untuk menyampaikan aspirasi dan curhat soal nasip mereka pasca kena bencana gempa, pada Oktober 2017 silam.
        Reses yang diawali dengan koreksi soal komitmen tepat waktu  oleh seorang tokoh masyarakat itu, berlangsung tertib dan demokratis. Kami masyarakat diminta hadir tepat jam 8.00 pagi, tapi anggota dewannya datang jam 11.oo. Ini berarti kita sudah korupsi waktu 3 jam, apalagi musim tanam begini, waktu itu sangat berharga bagi kami masyarakat petani. Mental manusia yang begini harus dibenahi kalau kita mau berkembang, kritik Simon Langobelen, seorang tokoh masyarakat Desa Lamawara.
    “Kritikan ini saya terima dengan hati terbuka, dan akan menjadi perhatian untuk ke depannya,” jawab Ferdi Koda, diplomatis.
       Antonius  Kidiaman Bahyr, tokoh pemuda dan Ketua Karang Taruna, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya Pemerintah Kabupaten Lembata menindak lanjuti nasib korban gempa di Desa Lamawara.
     Kami sangat kecewa dengan  sikap pemerintah Kabupaten Lembata, yang begitu lambat mengambil sikap untuk membantu masyarakat Lamawara, yang menjadi korban hempasan gempa pada Oktober 2017, kemarin. Diantara semua desa yang diterjang gempa, Lamawaralah yang paling banyak menjadi korban, tutur Anton.
    Sebanyak 40 KK, sampai hari ini, masih menumpang di rumah keluarga, atau ada yang terpaksa memanfaatkan dapur sebagai rumah tinggal, karena rumah mereka rusak parah karena gempa. “Bahkan ada yang depresi dan mengalami gangguan kesehatan, hingga saat ini,” tegas Anton Bahyr.
Lanjutnya, tapi sikap pemerintah Lembata, kelihatannya cuek bebek alias masa bodoh, gerutu laki laki ramping ini.
       Menanggapi keluhan itu, Ketua DPRD Lembata, menjawab soal bantuan untuk para korban gempa, “Pemerintah Lembata sudah menganggarkan dana bantuan  Rp500 Miliar, namun dalam pembahasan, kami dari DPRD menambahkan lagi Rp 300 Miliar, sehingga akan tersalur dana bantuan senumlah Rp 800 Miliar, pada tahun anggaran 2018 nanti,” beber Ferdi Koda.
       Sius Igol, tokoh masyarakat lain, mengeluhkan soal kesenjangan harga antara komoditas masyarakat  dan barang di pasar, serta minimnya infrastruktur penunjang roda perekonomian, seperti dermaga, bandara, serta bantuan untuk kelompok produktif di desa desa.
     “Bagaimana masyarakat bisa sejahtera, kalau harga komoditas masyarakat, terjun bebas, berbanding harga barang di pasar yang kian melangit,” tegas Sius.
     Soal perbedaan harga, kami sudah beberapa kali memanggil dinas terkait untuk meminta klarifikasi, namun pengawasan di lapangan masih belum optimal, sehingga permainan harga masih melenggang bebas.Untuk pembangunan infrastruktur penunjang, semua sudah dalam perencanaan dan sudah dianggarkan, jadi pelan tapi pasti, semua akan terbangun. “Olehnya harap masyarakat bersabar dan tetap proaktif dalam semua program pembangunan sesuai tupoksi masing masing, apalagi APBD Lembata ini kecil,” urai Ferdi bijak.
     Seorang lagi warga lain, berininsial TVB, mengkritisi corak pembangunan jalan di Lembata yang sepotong-sepotong dan kualitas proyek yang terkesan sekedar menghabisakan uang rakyat.
      Kami melihat corak pembangunan  infrstruktur, trutama jalan, terasa lucu tapi mengagumkan. Jalan yang berlubang bagai lubang neraka, menganga menanti nyawa, terbentang 100 km, tapi yang dibangun 1 km, lalu di biarkan berlubang  lagi sepanjang 98km, kemudian di lapen lagi 1 km, sejingga genap 100 km. Kualitas proyeknya juga luar biasa, 2 minggu kemudian, hancur berantakan, tegas warga Lamawara yang cukup vokal ini.
Lebih lanjut, dia mengatakan, kualitas pelayanan di RSUD Lewoleba juga sangat memprihatinkan. Ketika pasien merintih kesakitan, tenaga medisnya malah asyik internetan. Tapi pasien tetap terhibur, karena di ruang pasien senantiasa terdengar nyanyian nyamuk yang konser 24 jam, serta langit langit bilik pasien dihiasi bentangan sarang nyamuk, yang bergantungan.
     Selain itu, kata TVB, meski mengantongi Askes, tapi setelah didiagnosa, pasien hanya dihadiahi sepucuk resep dokter, sebagai bekal membeli obat di apotek luar. Semua pasien yang berobat  di Rumah sakit kebangaan masyarakat Lembata ini, punya keluhan dan pengalaman yang sama.
“Apakah tidak dianggarkan dana pengadaan obat, atau bagaimana adanya, tapi kemana dananya?” kritik si TVB.
   Masalah pembangunan infrastruktur jalan yang agak lucu, kelihatannya, karena salah dari tahap perencanaan, dan pengawasan yang lemah oleh iñstansi terkait/berkenaan. Polemik pelayanan RSUD, sebenarnya dana pengadaan obat sangat besar, tapi selalu begitu. “Kami sudah beberapa kali meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit, tapi dokter yang ditempatkan di sana itu, statusnya sebagai pekerja, bukan manager atau pimpinan, sehingga dia tidak mampu mengendalikan managemen Rumah Sakit seara profesional,” jawab Ketua DPRD, Ferdi Koda,diakhir dialog reses.(Vincent)


Senin, 22 Januari 2018

Konser Untuk Jockie Suryoprayogo

Konser Untuk Jockie Suryoprayogo

Jakarta, Target News
Solidaritas para seniman musik sangat dibutuhkan manakala ada koleganya sesama musisi sakit. Karena sakit yang berkepanjangan tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itu yang tengah dihadapi musisi
Jockie Suryoprayogo. Keyboardis handal ini  sedang dalam perawatan. Pionir band God Bless ini, sempat menderita penyakit sirosis, dan terserang stroke. Namun Jockie mampu melewati masa kritis, dan berangsur membaik.
       Dinamika industri musik tahun 1970-an seperti yang dipaparkan Jockie Surjoprajogo, setidaknya ditandai dengan eksis dan populernya sejumlah grup musik pada masa itu. Antara lain, The Mercy's, Koes Plus, Panbers, D’lloyd, God Bless, dan grup band lainnya, yang lagu-lagunya menjadi idola sepanjang masa. Termasuk Soneta Grup, pimpian Rhoma Irama, yang lagu-lagunya juga populer hingga kini.
       Hadir dalam bincang santai mengenai perkembangan kondisi kesehatan, serta rencana konser penghormatan berbagai karya musisi Jockie Surjoprajogo, antara lain, budayawan Eros Djarot, penyanyi seriosa, Aning Katamsi, Glenn Fredly, Penata Sound terbaik Indonesia, Donny Hardono (DSS Tata Suara), Kadri Mohamad, Adib Hidayat, Denny MR, dan para wartawan yang tergabung di Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia.
          Bertindak sebagai pemandu obrolan, wartawan senior dan pengamat musik, Bens Leo, serta Board of Director Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards, Seno M. Hardjo.
         Pagelaran yang digagas Alumni LCRL+ dan BPB ini, akan digelar di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (24/01/2018), pukul 20.00 WIB.
        Ikut mendukung pagelaran ini, Andy /rif Once Mekel, Berlian Hutahuruk, Nicky Astria, Benny Soebardja, Sarah Anjani, Fryda Lucyana, Keenan Nasution, Gilang Samsoe, Aning Katamsi, Bonita, Fadly “PADI”, Che “Cupumanik”, Dhenok Wahyudi, Louise Hutauruk, Tika Bisono,  Aryo Wahab, Budi Sutomo, Dira Sugandi, Fariz RM, Glenn Fredly, Mondo Gascaro, dan Komuitas Musik ITB Bandung.
         Akan tampil juga Debby Nasution (Electric Piano), Windy Setiadi (Akordeon), dan band pengiring, Eghay (Keyboard), Yankjay Nugraha (Gitar), Didiet Ardiyo (Violin), Muhamad Iqbal (Drumm), beserta backing vocal Mery LC dan Dewi Faradilla.
Harga tiket untuk pertunjukan ini terbagi dalam beberapa kelas. Reguler lantai 3: Rp 200,000,-. Reguler Lantai 2: Rp 300,000,- Reguler Lantai 1: Rp 400,000,- dan VIP Rp 500,000,-. Ada juga kelas VVIP: Rp 750,000,- dan Super VVIP Rp 2 juta. Untuk lebih jelasnya bisa kontak Email: tix.sang bahaduri @gmail.com atau website https: //www.kiostix com/ malamgembira

        Beberapa sahabat kreatif Jockie Surjoprajogo, juga akan hadir, antara lain Setiawan Djodi, Sys Ns dan Eros Djarot.
Seluruh keuntungan dari penyelenggaraan konser akan diberikan kepada pihak keluarga untuk biaya pengobatan Yockie. (tebe)

Dahsyatnya Awards Ke 20 Siap Digelar

Dahsyatnya Awards Ke 20 Siap Digelar

Jakarta, Target News       
       Salah satu penghargaan insan musik bergengsi yang digelar RCTI kali ini mengusung tema Galatical.
     Sesuai dengan tema yang diusung, acara didukung dengan tata panggung yang futuristik dengan beragam LED yang memanjakan mata, dipastikan akan menciptakan suasana yang megah dan meriah, yang akan disiarkan langsung dari Studio MNC, Jakarta Barat, pada hari Kamis (25/1) pukul 21.15 WIB.
        "Dengan bangga RCTI menghadirkan Dahsyatnya Award setiap tahunnya. Ini sebagai wujud komitmen kami mengapresiasi dunia hiburan nasional. Kami berharap semoga Dahsyat tetap bisa menjadi wadah anak muda Indonesia yang ingin berkarya. Semoga program ini selalu diminati dan ditunggu kehadirannya," ujar Dini Putri, selaku Programming & Acquisition Director RCTI, di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (18/1).
       Pada gelaran Dahsyatnya  award  ke 10, ada sembilan kategori penghargaan akan diberikan kepada para penyanyi. Delapan di antaranya merupakan kategori pilihan masyarakat dan satu kategori pilihan juri. Delapan kategori yang dimaksud adalah  lagu terdahsyat, band terdahsyat, solo pria terdahsyat, solo wanita terdahsyat, duo atau grup terdahsyat, duet atau kolaborasi terdahsyat, pendatang baru terdahsyat dan penyanyi dangdut terdahsyat. 
Delapan kategori ini menjadi  pilihan masyarakat yang dapat dilakukan melalui voting SMS, sosial media (Instagram) dan website. voting atau pemberian dukungan sudah dimulai dari 3 Januari hingga 23 Januari 2018 mendatang melalui SMS, sosial media (Instagram) dan website. 
         Berikut cara mendukung nominasi  Dahsyatnya Awards 2018.  1. SMS - Ketik DA (spasi) kode nominasi kirim ke 95151.  2. Instagram, dapat menggunakan hashtag #VoteDahsyatAwards2018 (spasi) kode nominasi.  3. Website

Selain itu, seluruh nominasi dipilih berdasarkan chart Dahsyat selama satu tahun dengan basis penilaian secara fair. Chart ini diakui Dini Putri, Programming and Acquisition Director RCTI sama seperti chart di luar lantaran Dahsyat menggunakan chart yang mengikuti chart radio.  "Metode pemilihan kita gunakan chart Dahsyat selama satu tahun. Misalnya kita pilih kategori dan dilihat berapa lama lagu mereka di top chart karena untuk bertahan nomer satu itu susah. Chart ini sama seperti di luar, karena chartnya Dahsyat sama sepeti di radio. Basis penilaiannya fair, berdasarkan berapa lama merka di top chart Dahsyat," tandas Dini Putri. (Tebe)

Senin, 15 Januari 2018

Ajang Liga Dangdut Terbesar di Dunia Dimulai

Ajang Liga Dangdut Terbesar di Dunia Dimulai

Jakarta, Target News
    Sepertinya ajang pencarian bakat di bidang musik dangdut masih mendapat perhatian dari masyarakat.  Terbukti rating sharenya masih tinggi,  dengan alasan itulah Harsiwi Achmad selaku Direktur Program Indosiar menggagas event musik dangdut yang lebih luas dan besar sehingga diharapkan tidak membosankan pemirsanya. Setelah  D Academy memasuki episode 4 dirasa cukup,  maka Indosiar langsung menghentikan dan menggantikan dengan Liga Dangdut Indonesia (Lida)
          "Kami ingin kontes dangdut yang lebih besar,  makanya kami menggelar audisi di 34 Provinsi di Indonesia. Jadi wajar dong kalau Musium Rekor Indonesia mengganugerahi Indosiar dengan Penghargaan Muri sebagai ajang kontes dangdut terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia, " ujar Harsiwi Achmad saat jumpa pers jelang Lida di kantor Indosiar di Senayan City Jakarta Pusat baru-baru ini. 
             Karena Lida cakupannya lebih luas dan besar maka hadiahnya pun makin menggiurkan yakni total Rp.  1 miliar. 
           Liga Dangdut Indonesia’ langsung akan memperkenalkan 170 peserta, perwakilan dari 34 provinsi dalam konser ‘Selamat Datang Liga Dangdut Indonesia’ yang disiarkan Indosiar secara langsung malam ini, Senin (15/01/2018), mulai pukul 19.00 WIB.
        Ada sesuatu yang membuat penulis angkat topi, sebelum dimulainya kontes LIDA.  Semua yang terlibat di LIDA disumpah,  semua dimaksudkan untuk menjaga kenetralan para dewan juri,  Host, grup dangdut pengiring,  koreografer, dan pelatih vokal. 
        "Kami berharap mereka yang terlibat bisa netral, soal penjurian,  musik pengiring, koreografer dan pelatih vocal.  Jadi hasil Liga Dangdut bisa dipertanggungjawabkan hasilnya." tegas Harsiwi Achmad saat di via ponselnya. 
      "Saya Elvy Sukaesih asal Jakarta, saya akan meletakkan identas saya sebagai warga Jakarta, sebagai dewan dangdut saya akan bertindak adil dan tidak berpihak pada siapapun. Karena saya Indonesia," janji Elvy Sukaesih saat dimulainya Liga Dangdut Indonesia yang disiarkan langsung Senin malam (15/1) 
         Sejak Pilkada DKI 2017 lalu, persatuan dan kesatuan bangsa ini sedikit terkoyak.  Maka Indosiar merasa perlu untuk merekatkan kembali. 
        “Inilah salah satunya yang mendorong kita menggunakan tagline ‘Seni Menyatukan.’ Bila yang lain memecah belah, maka melalui seni, khususnya melalui musik dangdut, kita menyatukan semua komponen bangsa,” ujar Harsiwi .
        Disadari betul mengelola keberadaan Indonesia  tidak mudah. Berbagai macam perbedaan, menurut Harsiwi, dapat membuat masyarakat tercerai berai. Maka melalui kemasan ‘Liga Dangdut Indonesia,’ kata Harsiwi, masyarakat diharapkan semakin menyadari betapa kayanya Indonesia.
         “Tidak hanya menampilkan duta-duta dangdut dari berbagai provinsi di Indonesia, tapi kita akan makin tahu betapa kayanya Indonesia, betapa indahnya Indonesia, insya Allah kita akan semakin mencintai Indonesia,” harapnya.
            Selain menampilkan para duta dangdut dari berbagai provinsi, ‘Liga Dangdut Indonesia,’ juga menampilkan berbagai potensi budaya dari masing-masing provinsi. Ragam budaya tersebut meliputi, adat tradisi, pakaian, makanan, karya seni, dan pesona daerah. Setiap penayangan selalu menampilkan citarasa berbeda yang merepresentasikan kedaerahan masing-masing.
           “Liga Dangdut Indonesia, sesuatu yang baru. Kita benar-benar pikirkan, bahwa sebenarnya musik dangdut hanyalah sebagai sarana, bagaimana kita dapat lebih mengenalkan potensi adat dan budaya, dari satu provinsi ke provinsi yang lain. Saya kira ini jauh lebih bermakna. Mempunyai pesan kuat tentang Bhinneka Tunggal Ika. Lebih menyatukan Indonesia, untuk saling mengenal satu sama lain,” ujar Harsiwi.
         Layaknya kontes pencarian bakat, seperti Dangdut Academy Asia 1 sampai 4 yang pernah digelar Indosiar,  ‘Liga Dangdut Indonesia’ juga menghadirkan juri yang disebut Dewan Dangdut dan para komentator. Mereka antara lain, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto, Iyeth Bustami, Inul Daratista, Soimah, Nassar, Zaskia Gotik, dan Samuel Wattimena.
         Sebagaimana halnya ajang kuantiti kontes, ‘Liga Dangdut Indonesia’ juga melibatkan pemirsa untuk memberi dukungan kepada peserta idolanya melalui pesan SMS. Acara ini dipandu beberapa presenter kondang, antara lain; Ramzi, Irvan Hakim, Gilang Dirga, Ari Kriting dan Upiak Isil. 

         "Kami harapkan Liga Dangdut Indonesia bisa menghibur masyarakat Indonesia yang mulai dipanaskan dengan suhu Pilkada yang mulai memanas,"  pungkas Harsiwi Achmad. (Tebe) 

A. Agus Nongki S.Sip ; Pemerintah Desa Manfaatkan ADD/DD Entaskan Kemiskinan di Desa

A. Agus Nongki S.Sip ; Pemerintah Desa Manfaatkan ADD/DD Entaskan Kemiskinan di Desa 
 
Soppeng, Target News
Tahun Anggaran 2018, sebanyak 49 Desa di Kabupaten Soppeng akan menikmati dana ADD/DD sebesar Rp. 108 Miliar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Soppeng A. Agus Nongki S.Sip kepada Koran Investigasi, Senin 15/1/2018 mengungkapkan, dana sebesar Rp 108 milyar ini berasal dari dana Alokasi Dana Desa dan Dana Desa Tahun Anggaran 2018.
 " Anggaran Rp 108 miliar ini berasal dari dana ADD Rp. 64. 679.602.303 dan  Dana Desa Rp. 43.861.085.000,- dan terbagi ke 49 Desa yang ada di Kabupaten Soppeng," ujarnya.
Menurut Agus Nongki, dengan anggaran sebesar ini, pihaknya berharap Pemerintah Desa dapat memanfaatkan dana ini dengan baik sesuai dengan tujuannya, terutama untuk mengentaskan kemiskinan di Desa masing masing.
" Saya harap pihak desa dapat memfungsikan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dengan baik, mengajak dan memberdayakan warganya untuk berwirausaha. Kades harus kreatif dan selalu mempunyai inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan warga, contohnya yang dilakukan oleh Desa Rompegading dengan BUMDES nya," sebutnya.
Sekadar diketahui, dana Alokasi Dana Desa (ADD) bersumber dari APBD Kabupaten yang alokasinya ditentukan sebesar 10 persen dari APBD setelah dikurangi dan DAK, sementara DD (Dana Desa) berasal dari APBN.(Anto Maslan)