Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Selasa, 10 Januari 2017

Jessica Mila Tidak Mau Menikah Muda


Jessica Mila Tidak Mau Menikah Muda

Jakarta, Target News

    Belajar dari artis senior yang namanya langsung memudar ketika sudah menikah. Membuat Jessica Mila kuatir kalau hal itu bisa menimpa dirinya bila ia memutuskan menikah dalam waktu dekat.
          "Karier ini kan saya rintis lama dan butuh perjuangan yang keras. Sekarang lagi menikmati hasil perjuangankun selama ini masa harus pupus seketika hanya karena menikah? Untuk itu saya menunda menikah dulu, walaupun kita sudah saling cocok satu samain," ujar saat ditemui di CGV Blitz, Grand Indonesia,  Jakarta Pusat, Senin pekan lalu.
           Kalau ada yang bilang menikah muda tidak  menganggu aktivitasnya sebagai seorang pelakon, artis yang namanya menjulang setelah membintangi sinetron Ganteng-Ganteng Srigala ini tidak terlalu sepaham dengan pendapat itu. "Saya punya keyakinan, ada pengaruhnya. Nggak tahu buat orang lain, karena buat aku ketika sudah berani komitmen menikah harus berani bertanggungjawab sebagai seorang istri," papar pacar Mischa Chnadrawinata ini.
        Walau begitu bukan berati ia tidak punya target menikah. "Sebagai wanita saya mentargetkan menikah di usia 26 atau 27 tahun dan masih ada waktu 3 tahun. Karena usia saya sekarang kan 24 tahun, sisa waktu 3 tahun akan saya gunakan untuk berkarier sebaik-baiknya," ujar Jessica.
         Tidak mengherankan kalau dalam tahun ini saja ia sudah membintangi beberapa film dan sinetron. Salah satunya Surga Di Telapak Kaki Ibu.
      Di film produksi K Pro ia kebagian peran sebagai Denai, gadis Minang yang menjemput impian ke Jakarta. Ceritanya sangat inspiratif.
            "Dari judulnya saya sudah tertarik, apalagi setelah membaca skripnya beda banget dengan cerita dengan judul yang sama. Dan saya di film ini berperan sebagai Denay, seorang perempuan kelahiran Padang, Sumatera Barat yang ingin melanjutkan sekolahnya di Jakarta untuk mencari peruntungan. Dia tipe perempuan yang pemberani juga, sedikit keras kepala tapi sebenarnya dia orang yang lembut. Mungkin pergaulan di Jakarta yang mengubah pola pikir dan perilaku dia yang membuat hubungannya dengan ibunya jadi jauh,” kata Jessica.
        Gadis kelahiran Kota Langsa, Aceh, 3 Agustus 1992 itu menerangkan tantangannya dalam membintangi film tersebut, “Yang saya lakuin itu gimana dapat logat Padang tapi nggak terlalu logattertqr padang banget sih soalnya kan aku tinggal lama di Jakarta. Tantangannya karena saya nggak ada keluarga Padang sama sekali, temen juga nggak ada, jadi ini benar-benar baru dan harus logat Padang”.
           Untuk  mendalami perannya sebagai anak rantau yang juga memiliki konflik dengan ibunya, Jessica Mila berdiskusi dengan sutradara, Sony Gaokasak. Selain itu ia pun berdiskusi dengan pemain lainnya seperti Kevin Julio, Unique Priscilla, serta Dewi Hughes. “Berdiskusi sama Om Sony, sutradaranya langsung dan ngobrol sama pemain yang lain biar bisa logat Padang banget, gimana caranya dapat untuk rasa dalam memainkannya itu yang penting, setiap mulai scene kita diskusi, ” tutupnya. (Buyil)

Dana 6 RKB SDN 018 Kubang Jaya Diduga Dikorupsi

Dana 6 RKB SDN 018 Kubang Jaya Diduga Dikorupsi

Riau, Target News
Pendidikan adalah bagian dari pembangunan dan pembentukan karakter generasi bangsa, untuk itu negara memberikan porsi anggaran dari APBN 20%, karena dianggap penting dan cukup strategis dalam perkembangan serta kemajuan Indonesia ke depannya. Namun dalam perjalanannya, masih di sana-sini ada kebocoran yang sangat signifikan, diakibatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Termasuk di dalam dana APBD yang diperuntukkan  terselenggaranya pendidikan, baik untuk sarana, maupun prasarana. Halnya dengan Kabupaten Kampar, Prov. Riau belum bebas dari praktek-praktek yang memalukan, berimplikasi ke Tindak Pidana Korupsi. Seperti dugaan korupsi pembangunan SDN 018 Desea Kubang Jaya, Kec. Sia Ulu Kab. Kampar Prov. Riau, Pembangunan Ruang Kelas Baru(RKB) tahun 2013 sebanyak enam rombel, terhenti hingga tahun 2016, padahal seharusnya sudah selesai.
Namun kenyataannya belum ditempati,  kata beberapa guru semestinya ruangan tersebut suda bisa dipakai Proses Belajar Mengajar sejak tahun 2014.
Beberapa pemerhati pendidikan, menilai  diduga keras permainan oknum Satker dinas terkait Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar dengan perusahaan swasta yang terlibat pembangunan gedung tersebut. Berkali-kali media ini mencari pihak kontraktor untuk dimintai keterangannya, tak pernah dijumpainya.

Jamalis, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 018 Kubang Jaya  saat ditemui di kantornya mengatakan, “Kami dari pihak sekolah sudah mencoba untuk berkordinasi dengan UPTD dan Dinas Pendidikan, tapi tidak ada hasil hingga sekarang,” ungkap Jamalis mempertanyakan dana untuk enam RKB, karena baru diselesaikan  pondasi dan tiangnya saja.(Rudi CH)

Proyek PKM Sidomulyo Barat Diduga Tidak Sesuai RAB

Proyek PKM Sidomulyo Barat Diduga Tidak Sesuai RAB

Pekanbaru, Target News
Proyek diduga asal-asalan pekerjaan ruang Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sidomulyo Barat, berlokasi di Kota Pekanbaru terbengkalai, sampai saat sekarang belum difungsikan dan kondisi bangunan sudah mulai terlihat retak-retak, plavon  aula sebagian ada yang ambruk, dan dibiarkan berserakan dimana-mana tak beraturan.
Tidak ada tanda-tanda kegiatan pembangunan. Material, buruh bangunan tak tampak sehingga bisa dibilang, bahwa pembangunan rawat inap, aula, dan taman serta musholla, tidak sesuai spac. “Kami sedih melihat kondisi bangunan memprihatinkan, mestinya gedungnya bagus sehingga bisa dipakai untuk pelayanan publik,” ungkap masyarakat sekitar, menganggap pemborosan anggaran.
Padahal nilai kontraknya cukup pantastik Rp 2.697.653.000,- (dua miliar enam ratus sebilan puluh tujuh juta enam ratus lima puluh tiga ribu rupiah), dengan sumber dana APBD Kota Pekanbaru.  
Kantor PT. Tris Utama, berdomisili di Bengkalis pelaksana kontrak, nomor 01/PKM/YANSARKES/DKK/V111/2014, dengan jangka waktu pelaksanaan seratus dua puluh hari kalender, ternyata sudah dibayarkan penuh 100% .
Sedangkan pihak Elda Kepala Dinas Kota Pekanbaru mencoba dihubungi selalu saja berhalangan dan mengelak, dengan alasan ada kegiatan, ikut rapat dan keluar daerah lah(Rudi CH)

  

Chelsea Ketagihan Film Action

Chelsea Ketagihan Film Action

Jakarta, Target News

  Biasanya artis yang memiliki wajah jelita dan tenar di puncak popularitas, enggan untuk memainkan peran penuh karena alasan resiko cidera serta tidak menonjolkan kecantika  wajahnya. Tapi hal itu tidak berlaku buat Chelsea Islan, walau kariernya sudah pada zona nyaman tapi ia justru ingin mengeksplor kemampuan aktingnya. Karenanya ketika Vicky Olindo produser Screenplay Infinity menyodorkan sebagai dokter yang kemudian terlibat dengan mafia narkoba . "Perannya keren banget peranku di sini,  apalagi main bareng dengan Iko Uwais yang sudah dikenal dunia sebagai aktor laga," cetus Chelsea saat bincang dengan media usai nonton bareng film terbarunya Headshot.
          Lantaran ada adegan berantemnya, maka artis yang mengorbit lewat sinetron Tetangga Kok Gitu ini harus belajar beladiri dan latihan adegan berantem dengan sesama pendukung film Headshot. "Aku kan memang tidak memiliki basic beladiri, makanya aku mesti latihan beladiri baik bareng dengan sesama pendukung film Headshot maupun latihan sendiri bareng pelatih khusus yang aku panggil," kata bintang film Srikandi dan Rudy habibie.
       Hasilnya? "Puji Tuhan nggak cidera apalagi babak belur, keren nggak aktingngku?” Kata Chelsea balik bertanya.
        Menyadari profesinya sebagai seorang artis yang tidak melulu disodori peran yang mengandalkan kecantikan wajahnya. Chelsea tidak mempermasalahkan kalau wajah cantiknya harus kelihatan jelek dan babak belur di film yang juga dibintangi Julie Esthele itu.
         "Justru aku puas main di Headshot ini, karena aku tidak melulu menampilkan wajah yang mulus," ujarnya.
         Chelsea juga menegaskan kalau dirinya kian kesengsem main action. Bahkan ia ingin peran antagonis ketimbang peran manis lainnya. "Aku sejak kecil memang menyukai film action, jadi aku mengamati peran antagonis di film action. Jadi kalau nanti ada tawaran tinggal mengembangkannya," ujarnya.
         Untuk itu Chelsea berharap fi Headshot bisa menginspirasi produser dan sutradara untuk membuat film berkelas dunia sehingga film Indonesia mampu bersaing dengan film manca negara. "Aku berharap film ini bisa menginspirasi produser dan sutradara untuk membuat film yang kualitas dunia sehingga film kita tidak hanya dipasarkan di dalam negeri tapi juga mancanegara," tandas Chelsea (Buyil)

Diduga SPBU Kota Pekanbaru Marak Layani Pembelian Jerigen

Diduga SPBU Kota Pekanbaru Marak Layani Pembelian Jerigen

Pekanbaru, Target News
Diduga SPBU di Kota Pekanbaru marak melayani pembelian dalam bentuk jerigen, karena kurangnya pengawasan dari petugas. Oknum SPBU memanfaatkan kelengahan petugas, mencoba melayani masyarakat meski tidak mengantongi izin timbun dari Dinas Perdagangan Kota Pekanbaru atau rekomendasi dari kantor kecamatan.
Terlihat salah satu SPBU nakal di Jl. Soekarno Hatta Pekanbaru  yang sedang melakukan penjualan jenis Premium sebanyak lima Jerigen dengan kapasitas isi tiga puluh lima liter. Menurut si pembeli yang tidak ingin menyebutkan identitasnya, bahwa ia sekali sehari membeli premium di SPBU, kemudian dijual kembali.
“Meski tidak memiliki surat dari pihak kecamatan dimana lokasi menjual, kita dilayani di beberapa SPBU di Kota Pekanbaru. SPBU tidak hanya satu, saya berpindah-pindah membeli bensin, kemudian di jual kembali dengan selisih harga yang menguntungkan,” ungkap pedagang bensin eceran yang tidak merinci keuntungan per jerigennya.
Menurut beberapa masyarakat di sekitar SPBU dengan pelayanan penjualan sistem ini berulang-ulang kali menyebabkan beberapa kendaraan yang antri mengisi BBM biasanya kehabisan, dan merasa penuh kekecewaan pulang. Beberapa petugas SPBU merasa senang jika BBM nya habis cepat, dan pulang ke rumahnya masing-masing.

Di hubungi via Hpnya berkali-kali, terkesan enggan untuk dikonfirmasi dari  pengawas dan manajernya. Sedangkan pemiliknya berdomisili di Batam.(Rudi CH)

Bimbim Slank; Gua Bukan Guru Yang Baik

Bimbim Slank; Gua Bukan Guru Yang Baik

Jakarta, Target News

      Sebagai musisi hebat dan banyak melahirkan lagu hit tentu banyak orang yang ingin mengikuti jejaknya. Tapi ternyata Bimbim Slank menyadari tidak memiliki bakat menjadi guru yang baik sehingga banyak orang yang menimba ilmu dari drumer band Slank ini kecewa.
         "Gua bukan guru yang baik dan gua bukan nggak bisa jadi guru. Tapi kalau mau jadi musisi kayak gua. Lo, mesti ngopi bareng ama gue, nongkrong ama gua dan ngeband bareng ama gua. Terus colong ilmu gua," ujar Bimbim menjawab pertanyaan peserta Workshop yang digelar Badan Ekonomi Kreatif dan Forum Wartawan Hiburan di Hotel Sheraton Gandaria City Jakarta Selatan Rabu bulan lalu.
          Perlakuan sama juga diterapkan kepada ke 2 ponakannya yang ingin meraih sukses seperti sang paman. "Asal tahu ya, ponakan gua juga merengek-rengek minta diajarin bagaimana membuat lagu dan main band yang bagus. Jawaban gua sama, lo  ikutin aktivitas gua sehari-hari, pasti dapat ilmunya. Tapi kalau suruh ngajarin gua kagak bisa," katanya sambil tertawa.
         Bimbim mengungkapkan dalam mencipta lagu, ia tidak memiliki resep khusus. Semuanya mengalir begitu saja dan memotret kehidupan sekitarnya. " Dalam membuat lagu gua nggak aneh-aneh, gua hanya memotret keadaan  sekitar gua. Kalau kemudian sukses  mungkin karena dekat dengan apa yang dirasakan masyarakat," Tandas Bimbim. (Buyil)

SMKN 3 Tanamkan Disiplin Pada Kualitas Siswa Dan Guru

SMKN 3 Tanamkan Disiplin Pada Kualitas Siswa Dan Guru

Makassar, Target News
Kedisiplinan adalah suatu sikap yang harus ditanamkan pada setiap manusia dalam bertingkah laku dan menjalankan suatu amanah, tugas dan kewajiban dalam suatu lembaga, baik pemerintah maupun swasta. Demikian dengan seorang pendidik harus memberi contoh sikap disiplin  mulai dari diri sendiri baru menerapkan kepeserta didik  ataupun orang lain.

Karena pendidikan merupakan wahana yang sangat penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang seutuhnya. Oleh karena itu , guru sebagai pendidik juga memiliki tugas dan tanggungjawab dalam menyampaikan ilmunya kepada siswa. Arahan yang tepat sasaran, dapat merubah tingkah laku yang lebih baik untuk mendapatkan hasil lebih baik pula. Demikian cuplikan kalimat Drs. Kasrun Kasiran, M.Pd, Kepsek  SMKN 3 Makassar, saat bertemu di kantornya.

Kasrun sapaannya, yang juga pernah wakasek selama 4 Tahun di sekolah tersebut, langsung tancap gas sejak dirinya dilantik 30 Maret 2016 yang lalu, mulai melakukan pembenahan fisik dengan memperbaiki sarana dan prasarananya, antaranya pengecetan, perbaikan pagar, melakukan pemeliharaan ringan dan juga melanjutkan program kerja  kepala sekolah sebelumnya, dimana beliau juga belajar dari pengalaman kepala sekolah terdahulu.

Lulusan Magister UNM 2009 ini juga mengatakan dengan nada rendah bahwa apa yang dilakukan tidak terlepas dari peran pemerintah yang telah memberikan kontribusi besar terhadap sekolahnya, sebut saja dana BOS, Pendidikan gratis, dimana telah dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis.

Paparnya lagi, Dirjend tingkatan SMK, Kementrian Pendidikan Nasional telah memberikan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 3 kelas berlantai yang sementara pelaksanaan pembangunannya. Ini sangat membantu dalam penyerapan siswa tiap tahunnya, karena masih kekurangan kelas.
“Dengan jumlah siswa saat ini 1070 orang dengan tenaga pendidik PNS 54 orang dan tenaga suka rela sebanyak 26 orang. Sedangkan 34 Rombel dimiliki dilengkapi fasilitas Laboratorium, praktek kerja masing-masing jurusan, maka ruangan yang ada masih terbatas,” jelas Kasrun lebih rinci.
Pria peramah kelahiran Enrekang 1965 ini, ke depannya yang  terpenting bagaimana meningkatkan kualitas dan kompetensi guru yang ada disekolahnya? Disinggung dengan beralihnya SMA/SMK ke Dinas Pendidikan Provinsi, menurutnya tidak menjadi masalah, “Kita sebagai perangkat Negara, apapun itu kalau sudah aturan. Apalagi diatur oleh undang-undang, kita harus menjalankannya,” ungkapnya dengan  senyum.(Sumarto/Hery)