Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Target News

Tajam Aktual Akurat Terpercaya.

Rabu, 14 Maret 2018

TWI Persembahkan Adiluhung Wayang Orang Sriwedari


TWI Persembahkan Adiluhung Wayang Orang Sriwedari

Jakarta, Target News
Menjaga eksistensi kesenian tradisional,  seperti wayang orang di tengah era digital bukan perkara gampang.  Karenanya butuh kerja keras dan cerdas,  agar masyarakat mau mengenal untuk kemudian mencintai budaya asli Indonesia itu. 
     AdalahTeater Wayang Orang Indonesia (TWI) mempersembahkan Pagelaran adiluhung Wayang orang Sriwedari. Pagelaran kali ini dalam rangka terus mengupayakan agar wayang terus eksis dan keberadaannya.  Pergelaran Wayang Orang Sriwedari dari Solo dalam lakon 'Trisoro Tinayuh', yang mengedepankan pesan moral tentang: 'Jatidiri', 'Kebijaksanaan' dan 'Keteguhan'.
       Pementasan yang dihelat di Teater Kautaman, Museum Pewayangan, TMII, mulai pukul 15.00-18.00 WIB,  Minggu, 4 Maret 2018.  Mampu memukau penikmat wayang.  Apalagi Wayang Orang Sriwedari semakin menunjukkan kualitas pertunjukannyan.  Karena eksistensi  mereka adalah eksistensi dunia perwayangan yang kelak akan menjadi  digdaya Kebudayaan Indonesia. 
       Kinkin Sultanul Hakim, Kepala Dinas Kebudayaan Surakarta yang mewakili  Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo. Mengatakan bahwa kesenian perwayangan pada dasarnya adalah penggarapan penjelajahan pandangan hidup dan sistem nilai yang lahir dan tumbuh ditengah-tengah masyarakat.
       Hadir menyaksikan pertunjukan spektakuler, diantaranya Budayawan Romo Mudji Sutrisno SJ. "Pementasan ini berhasil mengemas cerita yang telah saya saksikan berkali-kali,  menjadi lebih kekinian. Alurnya, koreografinya, ekspresi pelakonnya dan juga gimmick dari punakawan, dikemas singkat, padat tapi tetap menghibur tanpa mengubah pakem," puji Romo Mudji, usai menyalami satu persatu seluruh pemain, langsung di atas panggung.
        Romo Mudji pun berharap, pertunjukan serupa bisa dipentaskan khusus untuk kalangan generasi muda, dengan kemasan yang lebih menyentuh jiwa mereka.
       Sementara itu, Agus Prasetyo S.Sn., sang sutradara, mengakui bahwa pementasan lakon Trisoro Tinayuh ini, adalah yang kedua-kalinya. Kali ini merupakan pengembangan dari berbagai cerita pakem pewayangan yang sudah dikenal selama ini.
         "Ini memang carangan (pengembangan, red), tetapi kami kemas kembali, karena masih konstekstual dengan kondisi Indonesia saat ini., dimana banyak pemimpin yang lupa diri ketika sudah menjabat,” jelas Agus, yang berperan sebagai Prabu Kresna, disamping sebagai sutradara.
       Lakon Trisara atau Trisro ini, adalah kisah dimana Arjuna memiliki tiga Pusaka Utama atau Trisara, yakni Pasopati, Pulanggeni, dan Sarotama. Inilah yang menjadi kekuatan dalam diri Arjuna, yakni, Jatidiri, Kebijaksanaan dan Keteguhan.
       Namun ada masa Arjuna yang merasa telah mencapai titik kemuliaannya menjadi lupa diri. Hal yang membuat Prabu Kondho Buwono, mendendam kesumat dan kemudian berupaya dengan segala cara untuk menghancurkan Kerajaan Ksatria Madukara. 
       Klimaks dalam lakon tersebut, adalah saat tiga pusaka milik Arjuna raib. Arjuna marah, kemudian menyalahkan orang-orang disekelilingnya. Ditambah dengan kehadiran Gondang Jagad dan Gondang Buwana yang terus mencari Arjuna yang diakui sebagai ayah kandungnya.
       Salah seorang penanggung jawab Teater Wayang Indonesia, Eny Sulistyowati Spd, SE, MM., yang juga penari dalam Tarian Serimpi, sebagai happening art pertunjukan, mengemukakan upayanya untuk menjaga kualitas pertunjukan.
        Menurutnya, selain didukung tim kreatif dan pemain dari Kelompok Seni Wayang Orang Sriwedari, juga dilibatkan para seniman alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Ada sekitar 150 seniman, dari mulai tim kreatif, Dalang, Sutradara, aktor dan aktris panggung, Pengrawit (Pemusik), Swarawati (penyanyi), dan pendukung lainnya.
       Eny, Humas Sena Wangi, yang dalam lakon tersebut berperan sebagai Dewi Sembadra, mengaku senang dan bersukur karena pementasan wayang tersebut, mendapat dukungan dari pemerintah Kota Surakarta.
       Lakon Trisara Tinayuh merupakan lakon carangan dari berbagai cerita pakem pewayangan yang sudah dikenal selama ini. Walau  demikian lakon itu kontekstual dengan keadaan saat ini ketika banyak pemimpin yang lupa diri ketika sudah menjabat.
       "Apa yang kami suguhkan dalam Trisara Tinayuh sebenarnya perlambang. Bukan sebagai nyata-nyata pusaka hilang. Tiga pusaka itu kita lambangkan sebagai jati diri, kebijaksanaan, dan keteguhan. Bahwa seorang pemimpin harus memegang sikap itu,” ungkap produser Eny Sulistyowati yang malam itu berperan sebagai Dewi Sembadra. “Mentang-mentang punya kelebihan, jadi punya sifat sombong. Ketika seorang pemimpin kehilangan tiga sifat ini, dia akan menjadi seperti itu,” tegas Eny. 
     Pada gelaran Trisara Tinayuh juga tidak menggunakan banyak properti panggung layaknya pergelaran wayang orang. Set panggung selama pertunjukan hampir tak ada perubahan berarti, bahkan cenderung tetap. Hanya ada level peninggi yang ditata simetris. Dua sisi dibuat agak rendah, lalu semakin meninggi ke arah tengah.
       Hal menjadi menarik. Pelepasan atribut properti itu menjadi salah satu yang menarik dari pentas ini. Sebab penonton akan lebih fokus pada garap keaktoran dan tarian. Penonton menjadi lebih leluasa menyimak segala keindahan dalam pentas itu. Mendengarkan suara gamelan yang dipadu dengan dialog antarwayang. 
     Pada pergelaran kali ini, terdapat beberapa adegan yang menarik. Memang hal itu tidak mengubah sikap panggung pakem seperti sikap panggung dan gaya bicara para pandawa ataupun para dewi. Namun ketika dialog yang merupakan pengembangan, yang ada ialah suasana yang hidup dan meriah. Dialog didesain dengan sangat cair dan sangat intim dengan memori penonton. 
      Seperti ketika Nawangwulan dan Nawangsih mencuri pusaka Arjuna. Mereka menyamar menjadi Srikandi dan Larasati. Ketika terpergok oleh yang asli. Justru adegan dan dialog itu menjadi hidup. Memori tentang adu mulut ala masyarakat keseharian akan muncul dari dialog mereka berempat. Mereka saling mengejek dan berbalas cerca. 
      Dialog itu menjadi sangat ringan dan terasa dekat dengan keseharian. Jika sering ke pasar lalu menyaksikan orang sedang berdebat, mirip seperti Srikandi dan Larasati yang tengah beradu cerca dengan Nawangwulan dan Nawangsih. Ungkapan cercaan ala keseharian begitu lancar meluncur dari lidah mereka. Imajinasi penonton akan dibawa masuk adu mulut ala perempuan paruh baya yang saling berkukuh untuk mempertahankan pendiriannya.               Tata musik dalam pentas ini layak untuk diberi apresiasi lebih. Dua penata karawitan yakni Pujiono dan Nanang Dwi Purnama, sukses membawa gelaran itu layak dinikmati bahkan jika seandainya harus berpentas dalam ruang gelap. Musik besutan mereka sangat indah. Terkadang melenakan ketika dipadu dengan tembang yang sarat pesan. Terkadang pula mengalun dan membawa penonton lebih masuk ke dialog para pemain. 
       Namun sesekali langsung mengentak kesadaran. Lalu mengajak dan menyeret penonton untuk masuk ke suasana peperangan yang terjadi di atas panggung. Kembali ke latar panggung Trisara Tinayuh, jika ­merah adalah berani, jika putih adalah suci, berani harus didasari suci. Begitu pula, suci harus didampingi dengan keberanian. Keduanya tidak saling menafikan, justru saling memperteguh. Kesucian tanpa keberanian hanya menjadi angan-angan dan cita-cita. Keberanian tanpa kesucian makin menambah soalan dan punya potensi daya rusak terhadap apa pun. Begitulah usaha tangkap pesan dari pementasan Trisara Tinayuh yang penuh dengan makna dan pesan simbolis. (Tebe)

Sandiaga Uno, Nobar Film Takut Kawin


Sandiaga Uno,  Nobar Film Takut Kawin

Jakarta, Target News
     Hari Kamis (15/2)   Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama ribuan pasukan Orange se Jakarta untuk nobar film Takut Kawin. Hal tersebut dikatakan Nasrul Warid sang produser Amanah Surga Produksi kepada sejumlah awak media. "Insya Allah pak Sandiaga Uno nonton bareng film Takut Kawin bareng pasukan orange pada hari Kamis ini," ujar Warid senang.
         Warid juga mengungkapkan sejak beredar di bioskop di seluruh Indonesia, film Takut Kawin terus diburu penggemar film Indonesia. "Alhamdulillah penontonnya terus meningkat, soal jumlahnya saya belum bisa ungkapkan sekarang. Karena pertunjukan masih berlangsung," ujar produser muda penuh inovatif ini.
         Alasan Sandiaga Uno nonton film yang dibintangi utamai Herjunot Ali, Indah Permatasari, Asri welas Babe Cabita dll. Dalam rangka mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di wilayah DKI Jakarta. Dan bisa memancing warga DKI Jakarta untuk menyerbu bioskop, menyaksikan film komedi segar yang menghibur. "Harapan saya, dengan menontonnya Pak Sandiaga Uno, bisa memancing warga DKI lainnya untuk datang ke bioskop menyaksikan film Takut Kawin," pungkas Warid. (tebe)

Sabtu, 10 Maret 2018

Ramasindo Siap Produksi Film Laga



Ramasindo Siap Produksi Film Laga

Jakarta, Target News
      Banyak cara dilakukan orang dalam menyiapkan karya film agar hasilnya memuaskan dan berstandar nasional.  Adalah Ramasindo Pictures,  yang mencoba menggaet calon artis pendukung film The Last Target yang akan diproduksinya dalam waktu dekat
        Seperti yang dilakukan rumah produksi Ramasindo Pictures, jelang persiapan penggarapan tesaer film perdananya ‘The Last Target’, dengan menggelar pelatihan serius bagi para calon bintangnya agar dapat tampil maksimal saat produksi.
       "Sebagai rumah produksi baru,  tentu kami harus membuktikan kalau kami juga mampu membuat  Studio Ramasindo Pictures yang digawangi Rahmadan Islan, menggaet sutradara sinetron dan ftv, Surya Lawu untuk memberikan pelatihan class acting kepada puluhan talen yang dikelolanya.
        Sutradara yang pernah sukses menggarap sinetron Intan (Sinemart, 2006) dan Cahaya (Sinemart, 2007) tidak saja memberi menu basic seni peran, lebih dari itu Surya Lawu juga melakukan pendalaman materi secara singkat tentang dunia seni peran.
     “Dengan menggelar class akting ini, kami harapkan bisa melahirkan bibit baru…” ujar Surya Lawu.
        Selanjutnya, usai menggelar clas akting, persiapan produksi film-pun segera di lakukan , diawali dengan pembuatan teaser berdurasi 90 detik.
        “Class akting ini, kami lakukan sebagai upaya melahirkan bibit baru bintang film, sekaligus melibatkan mereka semua di dalam produksi film perdana kami The Last Target,” jelas Rahmadan kepada awak media, Minggu pekan lalu, di kantornya sekitaran Jakarta Selatan.
        “Sebelumnya produksi berlangsung, kami akan membuat teasernya dahulu, yang rencananya digarap oleh mas Surya Lawu,” lanjutnya.
        Film The Last Target bergenre drama-action, yang nantinya akan memasang sederet bintang beken.
         Film ini akan mengawali penayangannya secara internasional di beberapa ajang festival internasional sebelum di rilis secara resmi di bioskop tanah air.
           Sementara Surya sendiri mengakui bahwa tidak mudah ‘menggarap film bertema laga’
           “Persiapannya harus matang, apalagi film ini nanti mau di gadang ke ranah festival dahulu. Agar meraih perhatian inaternasional,” jelasnya.
         Selain class akting, Rahmadan juga mendatangkan instruktur laga, untuk melatih dasar-dasar beladiri kepada para talennya.
        “Kami ingin hasil yang maksimal untuk The Last Target,” pungkas Rahmadan. (Tebe)

Kamis, 08 Maret 2018

Film Takut Kawin Diburu Penonton

 Film Takut Kawin Diburu Penonton

Jakarta, Target News
      Ratusan penonton film membanjiri bioskop di Jabodetabek untuk menyaksikan film Takut Kawin yang mulai tayang hari ini. "Penasaran sama judulnya,  terus kata temen-temen ceritanya seru  dan lucu,"  ujar Nia saat ditemui awak media di bioskop di kawasan Blok M. Kamis (8/2).
       Usai nonton Nia mengaku puas dan terhibur setelah menyaksikan film yang dibintangi Herjunot Ali,  Indah Permatasari,  Asri Welas,  Babe Cabita dll itu.  "Saya pikir film drama biasa,  orang yang takut kawin.  Tapi ternyata ceritanya lucu, komedi segar,  tanpa bumbu slaptik ala film komedi Indonesia pada umumnya.  Para pemainnya tanpa melucu,  tapi membuat kita tertawa terbahak, melownya juga ada. Pokoknya komolit deh, "ujar Nia puas. 
       Hasil pengamatan penulis di beberapa bioskop di Jabodetabek film besutan Syaiful Drajat ini paling diburu penikmat film Indonesia. 
      "filmnya keren,  lucu, sedih tanpa dibuat-dibuat. Pokoknya rekomended deh,  buat kamu yang belum punya pilihan film yang akan di tonton weeekend minggu ini," Ujar Hasby usai nonton di bioskop Platinum  Cineplex Cibinong Square. 
        Nasrul Warid selaku produser film Takut Kawin mengaku film yang diproduksi akan terus diburu penggemar film Indonesia yang menunggu hadirnya film komedi segar yang penuh inspirasi.  "Sekarang masyarakat kan lagi memburu film Indonesia yang berkualitas  dengan suguhan dan konsep yang berbeda," tandas Nasrul Warid. (Tebe)

Film Takut Kawin Komedi Romantis


Produser Amanah Surga Produksi,  Nasrul Warid bersama Muhaimin Iskandar usai nobar film  Takut Kawin di CGV Grand Indonesia Jakarta

Film Takut Kawin Komedi Romantis


Jakarta, Target News
         Adegan pembuka film ini sudah berhasil memancing tawa penonton, ketika Bimo (Herjunot Ali) “dipaksa” oleh teman-temannya untuk melamar Lala (Indah Permatasari). Tetapi karena Bimo tidak memiliki persiapan apa-apa, temannya, Ganda (Babe Chabita) meminjam cincin seorang lelaki untuk diberikan kepada Bimo, yang kemudian memasukkannya ke jari manis Lala. Adegan melamar dengan memasukkan cicin batu akik lelaki ke jari Lala mengundang tawa.
       Film berdurasi 90 menit ini berhasil memberikan hiburan yang segar. Setiap pemain berkontribusi bagi keberhasilan itu. Bukan saja para komika yang memang memiliki keahlian berkomedi ria, pemain seperti Herjunot Ali, Junior Liem, Asri Welas dan Denny Chandra ikut menghidupkan cerita. Tentu saja apresiasi patut diberikan kepada Indah Permatasari yang berakting begitu kuat, terutama ketika memperlihatkan mimik marah dan sedih.
        Para wartawan  film yang biasanya kritis dan pelit untuk tertawa kalau film tidak lucu.  Ketika nonton film ini pada tertawa lepas. "Sebagai penonton saya terhibur, keren,  saya berharap film ini bisa di nikmati penikmat film Indonesia,"  ujar Herman Wijaya,  kritikus film dan wartawan senior ini tanpa tedeng aling-aling.  (Tebe) 

Sabtu, 03 Maret 2018

Raiya Band, 'Dan Bila' Mengusung Pop Rock

Raiya Band, 'Dan Bila' Mengusung Pop Rock

Jakarta, Target News
                Ditengah mati surinya, grup band sejak setahun belakang tidak menyurutkan semangat anak muda yang tergabung band Raiya, mereka dengan optimis yang tinggi hadir di industri musik Tanah Air. Sebagai bentuk keseriusan band yang beranggotakan Andre (gitar), Novi (drum) Santos (Vokal dan Gitar), Indra (Bass). “Sekecil apapun peluang, Insya Allah tetap ada. Itu yang mendasari kami hadir di Industri musik yang kata banyak orang mati suri, band-band besar banyak yang menepi,” kata Andre sang gitaris.
         Raiya mengusung genre pop rock, dengan tembang yang syairnya gampang di cerna anak muda mileneal, seperti Single Lagu Rindu tahun 2015, Maafkanlah dan Dan Bila. “Kami dalam bermusik tidak neko-neko dan ribet, prinsipnya enak didengar, gampang nyantel dan kena dihati penikmat music slowrock,” timpal Santos sang vokalis.
       Personil Raiya berharap ditengah kekosongan grup band merelease baik album single, kehadirannya bisa diterima masyarakat luas. Kami yakin masyarakat menunggu hadirnya band baru yang mengusung tembang pop rock seperti kami,” kata Andre optimis.
Andre menambahkan untuk merangsek pasar Raiya disupervisi oleh produser pengalaman Muh. Rummy Aziez, “Banyak masukan berharga dari pak Rummy Aziz yang membuka mata kami, tentang bagaimana membidik pasar musik Tanah Air yang,” kata Santos.
                Raiya menjalani evolusi bermusiknya dengan penuh liku, jalur indie dipilih saat merilis mini album perdana ‘Raiyaforia’ di tahun 2013 yang berisikan 4 tracklist : ‘Lagu Rindu, Maafkanlah, Kamu Harus Tahu & Yang Kuingin’. Dengan dukungan dari sahabat & rekan
media ‘Lagu Rindu’ mengudara mengisi radio-radio lokal. Dengan segala keterbatasan yang ada, tidak menyurutkan semangat Raiya untuk tetap menjalani perjalanan bermusiknya mengalir layaknya air. Di tahun 2014, Raiya terpilih menjadi 10 band terbaik ajang pencarian bakat talenta baru Project Alfa ‘Naga Mencari Bintang’ yang diprakarsai oleh Alfiansyah (Alfa Records) selaku Produser & Naga (Lyla) sebagai salah satu Juri nya. Single ‘Lagu Rindu’ masuk ke dalam track list Album Kompilasi ‘Project Alfa’ dan dirilis tahun 2016 dengan jalur distribusi melalui Store Gramedia seluruh Indonesia. Pada tgl 22 Desember 2017, Raiya telah merilis single terbaru secara digital ‘Dan Bila’ sebuah lagu bertema patah hati bertempo medium.
Single ‘Dan Bila’ tidak lepas dari peran seorang Rummy Aziez yang berada di belakang layar produksi lagu ini, dengan tangan dinginnya lagu ini menjadi lebih terasa menyentuh. “Dan Bila merupakan lagu yang easy listening baik secara lirik maupun musik, dengan lagu ini diharapkan Raiya akan semakin eksis & karyanya akan semakin didengar oleh masyarakat Indonesia” terang Rummy Aziez selaku Produser.
Dari beberapa lagu Raiya yang didengarkan, lagu ‘Dan Bila’ yang berhasil mencuri hati Rummy Aziez. Lagu ini berkisah tentang ketegaran &  keikhlasan seseorang untuk merelakan pasangannya, yang sebenarnya mereka tidak ingin berpisah, tetapi harus terpisah. Raiya mensyukuri proses lika liku perjalanan bermusiknya, dengan tetap mengedepankan visi berseni dengan hati. Semoga single ‘Dan Bila’ dapat diterima di hati seluruh masyarakat Indonesia!

            Single ’Dan Bila’ sudah bisa dinikmati di media digital seperti Youtube, Spotify, Deezer, Langit Musik, Arena Musik & RBT.(Tebe) 

Kamis, 01 Maret 2018

Ustad Yusuf Mansur Ngajak Umatnya Nabung di Bank Muamalat

Ustad Yusuf Mansur Ngajak Umatnya Nabung di Bank Muamalat

Jakarta, Target News
      Dalam rangka menguatkan ekonomi syariah dan Muamalat, Ustad Yusuf Mansur mengajak jamaahnya untuk bersama-sama membuka rekening secara serentak di seluruh Indonesia. 
        Yusuf Mansur menyatakan, pembukaan tabungan tersebut adalah langkah awal agar industri perbankan syariah di Indonesia semakin kuat. Sebab, perkembangan industri perbankan disokong oleh umat.
       "Umat bercita-cita mendorong industri perbankan syariah, maka ini langkah konkret kami membantu menanam kebaikan di Bank Muamalat Indonesia untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah secara umum," ujar Yusuf di Kantor Pusat Bank Muamalat Jl.  Prof. DR.  Satrio Kuningan Jakarta Selatan  Rabu (28/2).
          Sementara Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana menyebut, pihaknya berterima kasih atas inisiatif tersebut. Hal ini sesuai dengan strategi ke depan Bank Muamalat untuk lebih fokus kepada komunitas Islam.
           "Hal ini juga sejalan dengan amanah kerjasama yang telah kita bangun kembali bersama berbagai Ormas Islam diantaranya NU, Hidayatullah, Muhammadiyah dan juga menggandeng ulama dan ustadz seperti KH AA Gym, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Arifin Ilham dan Ustadz Subhan Bawazier, dan lainnya," ucap Permana.
            Permana menambahkan,  bank syariah memang seharusnya tumbuh bersama umat. Sehingga, yang menjadi nasabah bank syariah tidak lain adalah harus umat sendiri.
         "Ini langkah konkret bagi perkembangan ekonomi syariah Indonesia. Tidak bisa tumbuh kalau umat tidak berbank syariah," ujarnya. 
          Karenanya,  Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) melihat peluang peningkatan pangsa pasar perbankan syariah hingga 7 persen pada 2018. Sehingga, bank syariah seharusnya bisa tumbuh hingga 20 persen. Ini mengingat Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, yang mewakili 10,7 persen populasi muslim di dunia. (Buyil